# 113 Tahun Muhammadiyah Memajukan Kesejahteraan Bangsa

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/113-tahun-muhammadiyah-memajukan-kesejahteraan-bangsa/
- Published: 2025-11-17T11:15:02+07:00
- Author: Kontributor Web

PADA Selasa 18 November 2025, Muhammadiyah genap berusia 113 tahun. KH. Ahmad Dahlan
merupakan pendiri sekaligus Ketua Umum pertama persyarikatan berbasis massa [Islam](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/)
yang didirikan di Yogjakarta ini. Dari awal berdiri hingga saat ini Muhammadiyah
konsisten ber-amar maruf nahi mungkar dalam berbagai aksi nyata.

Ratusan perguruan tinggi, ribuan lembaga [pendidikan](https://muhammadiyahciko.or.id/menata-ulang-kompas-pendidikan-nasional-telaah-kritis-atas-rencana-penghapusan-kenaikan-kelas-otomatis-pada-2027/)
tingkat dasar hingga tingkat atas, dan lembaga pendidikan informal sekaligus non
formal menyebar di berbagai penjuru pelosok tanah air. Berbagai lembaga pendidikan
tersebut bukan saja dirasakan manfaatnya oleh pengurus dan anggota Muhammadiyah,
tapi juga non muslim.

Beberapa lembaga pendidikan sebagai bagian dari [Amal Usaha](https://muhammadiyahciko.or.id/prospek-web-muhammadiyah-kota-cirebon/)
Muhammadiyah (AUM) memberi bantuan dan keringanan biaya pendidikan bagi mereka yang
layak mendapatkannya. Bahkan tak sedikit pelajar dan mahasiswa non Muhammadiyah 
serta non muslim yang mendapatkan bantuan beasiswa pendidikan dari Muhammadiyah.

AUM di bidang [kesehatan](https://muhammadiyahciko.or.id/rs-muhammadiyah-ini-hadirkan-wisata-kesehatan-berkemajuan/)
juga berkontribusi besar pada pelayanan kesehatan masyarakat di berbagai tempat.
Bukan saja di pusat kota tapi juga di berbagai penjuru desa. Peran lembaga ekonomi
dan sosial serta lembaga lainnya juga terus memperlihatkan peranannya dalam melayani
masyarakat lintas latar belakang. Berbagai AUM berkolaborasi dan terkoneksi.

Belakangan, Muhammadiyah mengokohkan lembaga pendidikan pesantren dengan manajemen
pengelolaan yang lebih rapih, kurikulum yang integratif dan alumni yang memiliki
[kompetensi](https://muhammadiyahciko.or.id/menata-ulang-kompas-pendidikan-nasional-telaah-kritis-atas-rencana-penghapusan-kenaikan-kelas-otomatis-pada-2027/)
keilmuan yang kompetitif sekaligus siap guna. Hal ini mempertegas bahwa Muhammadiyah
masih kokoh pada identitasnya sebagai gerakan [dakwah](https://muhammadiyahciko.or.id/prof-dadang-kahmad-tekankan-jurnalistik-sebagai-dakwah-berkemajuan-di-akademi-jurnalistik-muhammadiyah-4-malang/).

Satu hal yang kerap dilupakan yaitu kontribusi Muhammadiyah pada birokrasi, partai
politik dan berbagai institusi baik negara maupun non negara dalam bentuk sumber
daya insani yang berkualitas. Kita mesti akui jasa besar Muhammadiyah pada aspek
ini. Tak sedikit [pemimpin](https://muhammadiyahciko.or.id/pengajian-reboan-masjid-santun-muhammadiyah-cirebon-ustadz-dr-maman-rusman-tekankan-larangan-membela-pengkhianat/),
pejabat dan birokrat di berbagai sektor yang lahir dari rahim Muhammadiyah.

Kini Muhammadiyah sudah berusia 113 tahun. Usia yang tentu saja sangat matang dalam
menjalankan berbagai peran sosial kemasyarakatan dan keumatan. Tema milad kali ini
yaitu Memajukan Kesejahteraan Bangsa. Tema ini bukan hal baru, tapi sebagai penegas
bahwa Muhammadiyah akan terus memberi dampak pada masyarakat luas.

Berbagai AUM akan terus menjalankan berbagai langkah-langkah strategis dan kegiatan
ril yang memberi dampak dan manfaat bagi masyarakat. Kesejahteraan bukan saja mengacu
pada sisi ekonomi tapi juga pendidikan, sosial dan [spiritual](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/).
Semoga yang diperankan Muhammadiyah selama 113 tahun menjadi inspirasi bagi kita
semua! (*)

#### Kontributor

**Syamsudin Kadir**
(Warga Muhammadiyah)Penulis Buku “_**Muhammadiyah; Ide, Narasi,
dan Karya**_“
