# 98 Persen PDM Telah Aktif di SatuMu, Muhammadiyah Luncurkan SatuMu Awards 2026

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/98-persen-pdm-telah-aktif-di-satumu-muhammadiyah-luncurkan-satumu-awards-2026/
- Published: 2026-10-30T14:44:21+07:00
- Author: Redaksi-AF

Program yang digagas MPI PP Muhammadiyah melalui LabMu ini menjadi upaya mempercepat
transformasi digital hingga tingkat cabang dan ranting, sekaligus memperkuat tata
kelola organisasi berbasis data.

_Yogyakarta, 29 Oktober 2026_ – Sebanyak 98 persen Pimpinan Daerah Muhammadiyah (
PDM) di seluruh Indonesia telah aktif menggunakan SatuMu. Capaian ini menjadi salah
satu perkembangan penting dalam perjalanan transformasi digital Muhammadiyah yang
kini terus diperluas hingga tingkat cabang dan ranting.

Untuk mengakselerasi upaya tersebut, Muhammadiyah meluncurkan SatuMu Awards 2026,
sebuah program apresiasi sekaligus penggerak transformasi digital yang melibatkan
seluruh jenjang organisasi, mulai dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM), Pimpinan
Daerah Muhammadiyah (PDM), Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), hingga Pimpinan Ranting
Muhammadiyah (PRM).

Program ini diselenggarakan oleh Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat
Muhammadiyah melalui LabMu, sebagai bagian dari inisiatif Satu Data Muhammadiyah
yang telah disosialisasikan sejak November 2025. Mengusung semangat “Satu Data, 
Satu Tekad Meneguhkan Kiprah Abad Kedua Muhammadiyah”, program ini diarahkan untuk
memperkuat tata kelola organisasi melalui integrasi data, pemanfaatan teknologi 
digital, dan peningkatan konektivitas antarstruktur Persyarikatan.

SatuMu merupakan platform ekosistem data dan layanan digital terintegrasi yang mendukung
keterhubungan antarjenjang organisasi Muhammadiyah. Ekosistem ini juga terhubung
dengan aplikasi Muhammadiyah Asia Super App (MASA) dan pengembangan identitas digital
anggota melalui elektronik Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (e-KTAM).

Ketua MPI Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Muchlas, M.T., menegaskan bahwa SatuMu
Awards bukan sekadar ajang penghargaan, melainkan bagian dari gerakan bersama untuk
membangun budaya organisasi yang lebih modern dan berbasis data.

“SatuMu Award bukan sekadar kegiatan pemberian penghargaan, melainkan gerakan bersama
untuk membangun budaya tata kelola organisasi yang semakin modern, profesional, 
dan berbasis data,” ujarnya.

_Perluasan aktivasi hingga tingkat cabang dan ranting_

Berdasarkan data per 26 Oktober 2026, perkembangan aktivasi SatuMu telah menjangkau
sebagian besar struktur organisasi Muhammadiyah di Indonesia. Tercatat sebanyak 
474 dari 483 PDM atau 98 persen telah aktif. Di tingkat PCM, sebanyak 3.115 dari
4.351 organisasi atau 72 persen telah aktif. Sementara itu, di tingkat PRM, aktivasi
telah mencapai 7.585 dari 17.130 organisasi atau 44 persen. Selain itu, sebanyak
84.084 e-KTAM telah tercatat di seluruh Indonesia.

Capaian tersebut menunjukkan perkembangan adopsi ekosistem digital Muhammadiyah 
di berbagai tingkatan organisasi. Namun, perluasan aktivasi hingga tingkat cabang
dan ranting, peningkatan kualitas data organisasi, serta pertumbuhan kepemilikan
e-KTAM masih menjadi pekerjaan bersama yang perlu terus diperkuat.

Dr. Muchlas menekankan bahwa transformasi digital Muhammadiyah harus melampaui pembangunan
aplikasi dan pengumpulan data.

“Transformasi digital Muhammadiyah tidak boleh berhenti pada keberhasilan membangun
aplikasi atau mengumpulkan data. Kita harus bergerak lebih jauh, dari sekadar digitalisasi
administrasi menuju transformasi tata kelola organisasi,” katanya.

Menurutnya, SatuMu Awards menjadi bentuk pengakuan atas kerja kolektif seluruh pimpinan
dan penggerak digitalisasi Muhammadiyah.

“Penghargaan ini bukan semata-mata untuk menentukan siapa yang terbaik atau siapa
yang paling cepat,” kata Dr. Muchlas. Ia menegaskan bahwa program ini juga merupakan
bentuk apresiasi terhadap dedikasi, kolaborasi, dan upaya organisasi dalam mendorong
perubahan secara berkelanjutan.

Tujuh kategori penghargaan

SatuMu Awards 2026 menghadirkan tujuh kategori penghargaan yang terbagi dalam dua
kelompok, yaitu Main Awards dan Special Awards.

Kelompok Main Awards terdiri atas empat kategori:

 1. SatuMu Activation Excellence, apresiasi bagi PWM dan PDM dengan capaian aktivasi
    SatuMu terbaik sesuai klasifikasi skala organisasi.
 2. SatuMu Mentor Award, penghargaan bagi PWM dengan tim pendamping yang solid, aktif,
    dan konsisten menggerakkan aktivasi SatuMu di struktur organisasi bawahannya.
 3. SatuMu DOM Acceleration Award, apresiasi bagi PWM dan PDM dengan progres terbaik
    dalam melengkapi profil serta dokumen organisasi pada Direktori Organisasi Muhammadiyah(
    DOM).
 4. SatuMu e-KTAM Excellence Award, penghargaan bagi PCM dengan jumlah kepemilikan 
    e-KTAM terbanyak.

Sementara itu, kelompok Special Awards menghadirkan tiga kategori yang mendorong
kreativitas, keterlibatan pimpinan, dan pemanfaatan media digital:

 1. SatuMu X MASA in Action Award, apresiasi bagi PWM dan PDM yang menunjukkan keterlibatan
    nyata pimpinan dalam mengawal aktivasi SatuMu, penggunaan MASA, dan migrasi e-KTAM.
 2. SatuMu Innovation Award, penghargaan bagi tim SatuMu PDM yang menghadirkan gerakan,
    metode sosialisasi, dan inovasi kreatif untuk mempercepat aktivasi SatuMu serta
    kepemilikan e-KTAM.
 3. SatuMu Digital Impact, apresiasi bagi PDM yang aktif dan kreatif memanfaatkan media
    sosial untuk menyosialisasikan SatuMu dan MASA.

Melalui kategori tersebut, penilaian tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi
juga mempertimbangkan konsistensi pertumbuhan, efektivitas pendampingan, kreativitas
program, serta keterlibatan organisasi dalam menggerakkan transformasi digital.

_Penilaian berbasis data dan keberlanjutan_

Untuk memastikan proses yang objektif dan akuntabel, penilaian SatuMu Awards 2026
menggunakan indikator terukur sesuai masing-masing kategori. Indikator tersebut 
mencakup persentase aktivasi organisasi, kecepatan pencapaian, konsistensi pertumbuhan,
pelaksanaan bimbingan teknis, kelengkapan profil dan dokumen organisasi, hingga 
pertumbuhan kepemilikan e-KTAM.

Khusus untuk indikator yang datanya telah tersedia di platform SatuMu, peserta tidak
perlu melakukan klaim atau mengirimkan data capaian secara terpisah. Panitia akan
melakukan pengambilan data langsung dari sistem sesuai batas waktu penilaian.

Penerima penghargaan akan memperoleh trofi, plakat dan/atau piagam, serta dukungan
perangkat digital dan uang penghargaan sesuai kategori. Apresiasi ini diharapkan
dapat memperkuat kapasitas organisasi dalam melanjutkan proses digitalisasi.

_Transformasi digital yang berdampak bagi anggota_

Pada akhirnya, penguatan ekosistem digital Muhammadiyah tidak hanya ditujukan untuk
meningkatkan efektivitas administrasi organisasi, tetapi juga memperkuat hubungan
antara Persyarikatan dan anggotanya.

Melalui kepemilikan e-KTAM, anggota memiliki identitas digital yang menghubungkan
mereka dengan Persyarikatan. Sementara itu, MASA menjadi salah satu akses bagi anggota
untuk memanfaatkan berbagai layanan digital dalam ekosistem Muhammadiyah, mulai 
dari kebutuhan ibadah, informasi, hingga layanan lainnya.

Penguatan dan integrasi data organisasi juga diharapkan mendukung perencanaan program
dan pelayanan yang lebih tepat sasaran, sekaligus memperkuat pengambilan keputusan
berbasis data.

“Saya mengajak kita semua melihat SatuMu dan MASA bukan sekadar sebagai produk teknologi,
melainkan sebagai instrumen untuk memperkuat gerakan dakwah dan pelayanan Muhammadiyah,”
tambah Dr. Muchlas.

Melalui SatuMu Awards 2026, Muhammadiyah ingin mendorong transformasi digital menjadi
bagian dari budaya kerja organisasi, bukan sekadar penggunaan teknologi. Kolaborasi
seluruh jenjang kepemimpinan, tim pendamping, dan anggota menjadi kunci untuk membangun
ekosistem digital yang terintegrasi, efektif, dan berkelanjutan.

Puncak program akan berlangsung melalui SatuMu Awards 2026 Awarding pada Sabtu, 
12 Desember 2026, di Museum Muhammadiyah, Yogyakarta.

“Semoga kegiatan ini menjadi awal yang baik bagi lahirnya tradisi apresiasi, kolaborasi,
dan inovasi digital di lingkungan Muhammadiyah,” tutup Dr. Muchlas. (*)

**Peliput : Nafisa-Afiliasi**
