# Empat Jurus Jitu Tingkatkan Takwa Pasca-Ramadan, Ustadz Apt. Didin Ahidin M.Farm. Imami Salat Jumat di Masjid Santun Cirebon

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/empat-jurus-jitu-tingkatkan-takwa-pasca-ramadan-ustadz-apt-didin-ahidin-m-farm-imami-salat-jumat-di-masjid-santun-cirebon/
- Published: 2026-04-10T13:34:06+07:00
- Author: Arofah Firdaus

**CIREBON, 10 April 2026** – Suasana khusyuk menyelimuti [Masjid Santun](https://muhammadiyahciko.or.id/pengajian-reboan-masjid-santun-muhammadiyah-cirebon-ustadz-dr-maman-rusman-tekankan-larangan-membela-pengkhianat/)
Muhammadiyah [Kota Cirebon](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/) pada
pelaksanaan salat Jumat, (10/4/2026). Bertindak sebagai imam sekaligus khatib, Ustadz
Apt. Didin Ahidin, M.Farm., menyampaikan khutbah yang menggetarkan hati jemaah dengan
tema utama mengajak kepada rasa syukur dan peningkatan ketakwaan kepada Allah Subhanahu
wa Ta’ala.

Dalam khutbahnya, Ustadz Didin menegaskan bahwa seluruh ibadah, termasuk salat Jumat
dan puasa Ramadan yang baru saja dilalui, memiliki tujuan utama yang sama, yaitu
meraih predikat _muttaqin_ (orang-orang bertakwa).

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/04/muhciko-
empat-jurus-jitu-tingkatkan-takwa-pasca-ramadan-ustadz-apt.-didin-ahidin-m.farm_.-
imami-salat-jumat-di-masjid-santun-cirebon-1.jpg?resize=1024%2C768&ssl=1)

Beliau mengawali khutbah dengan membacakan firman Allah dalam QS. Al-Baqarah: 21,

**يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ 
قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ**

_Artinya: “Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang
yang sebelummu, agar kamu bertakwa.”_ (QS. Al-Baqarah: 21)

“Allah memerintahkan kita untuk menyembah kepada-Nya semata, dan tujuan akhir dari
perintah tersebut adalah agar kita menjadi orang yang bertakwa,” ujar Ustadz Didin.“
Demikian pula puasa Ramadan yang kita laksanakan, tujuannya sama: _la’allakum tattaqun_(
agar kalian bertakwa).”

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/04/muhciko-
empat-jurus-jitu-tingkatkan-takwa-pasca-ramadan-ustadz-apt.-didin-ahidin-m.farm_.-
imami-salat-jumat-di-masjid-santun-cirebon.jpg?resize=1024%2C768&ssl=1)

## **Setelah Taqwa, Lalu Apa?**

Ustadz Didin kemudian melontarkan pertanyaan mendasar yang merenung, “Jika takwa
sudah kita peroleh di bulan Ramadan, lalu bagaimana setelah masuk bulan Syawal? 
Syawal adalah bulan peningkatan, bukan bulan kemunduran.”

Beliau menjelaskan bahwa ada empat langkah strategis untuk mempertahankan dan meningkatkan
ketakwaan pasca-Ramadan:

### **1. Al-Mu’ahadah (Perjanjian dengan Allah)**

“Setiap hari dalam salat kita mengucapkan janji dalam Surat Al-Fatihah: _Iyyaka 
na’budu wa iyyaka nasta’in_ – Hanya kepada Engkaulah kami menyembah, dan hanya kepada
Engkaulah kami memohon pertolongan. Itu adalah perjanjian kita dengan Allah. Jangan
pernah ingkar janji.”

### **2. Al-Muraqabah (Merasa Dekat dan Diawasi Allah)**

Ustadz Didin mengutip firman Allah dalam QS. Al-Hadid: 4,

**وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ**

_Artinya: “Dan Dia (Allah) bersama kalian di mana pun kalian berada.”_

“Jika kita merasa selalu diawasi Allah, maka kita akan senantiasa mengingat-Nya 
dalam setiap langkah. Inilah puncak ketakwaan,” terangnya.

### **3. Al-Muhasabah (Introspeksi Diri)**

“Hitunglah diri kalian sebelum kalian dihisab,” pesan Umar bin Khattab radhiyallahu‘
anhu.

_Arab: حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا_

Artinya: _“Hisablah (introspeksi) diri kalian sebelum kalian dihisab oleh Allah 
Subhanahu Wa Ta’ala.”_

“Apakah amal saleh kita lebih banyak daripada amal salah? Atau sebaliknya? Mari 
kita beristigfar dan memperbaiki diri,” ajak Ustadz Didin.

### **4. Al-Mujahadah (Bersungguh-sungguh)**

Menutup nasihatnya, beliau membacakan QS. Al-‘Ankabut: 69,

**وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا**

_Artinya: “Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh (mujahadah) untuk (mencari keridaan)
Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.”_

“Mujahadah adalah kesungguhan menjalankan perintah Allah dan meninggalkan larangan-
Nya. Dengan empat hal ini—mu’ahadah, muraqabah, muhasabah, dan mujahadah—ketakwaan
kita akan kokoh, bukan hanya di Ramadan, tetapi selamanya,” pungkas Ustadz Apt. 
Didin Ahidin, M.Farm.

Jemaah pun tampak haru dan bersemangat, meninggalkan masjid dengan tekad baru untuk
terus bersyukur dan meningkatkan kualitas ibadah di bulan Syawal serta seterusnya.

**Redaktur: Tim Liputan Masjid Santun Muhammadiyah Cirebon**
