# Fery Johari dari Kwarwil HW Jabar Sebut Pelatihan Reputasi Digital Muhammadiyah Sangat Komprehensif dan Aplikatif

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/fery-johari-dari-kwarwil-hw-jabar-sebut-pelatihan-reputasi-digital-muhammadiyah-sangat-komprehensif-dan-aplikatif/
- Published: 2026-08-01T10:33:31+07:00
- Author: Arofah Firdaus

**CIREBON** — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat menyelenggarakan Pelatihan
Manajemen Reputasi Digital [Organisasi](https://muhammadiyahciko.or.id/pentingnya-website-di-era-ai/)
yang digelar di Grand Lumina Hotel UMC, Cirebon pada Jumat–Minggu, 31 Juli s.d 2
Agustus 2026. Kegiatan yang diinisiasi oleh PWM Jawa Barat ini diikuti oleh seluruh
perwakilan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Jawa Barat.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/08/muhciko-
fery-johari-dari-kwarwil-hw-jabar-sebut-pelatihan-reputasi-digital-muhammadiyah-
sangat-komprehensif-dan-aplikatif-2.jpg?resize=768%2C1024&ssl=1)

Pelatihan yang mengusung tema “Membangun Reputasi Muhammadiyah Berbasis Nilai dan
Kinerja” ini bertujuan memperkuat reputasi digital persyarikatan di tengah perkembangan
teknologi [komunikasi](https://muhammadiyahciko.or.id/membangun-etika-komunikasi-pemimpin-islam-meneladani-sifat-rasulullah-dan-piagam-madinah-dalam-menghadapi-fitnah-digital/)
yang semakin cepat. Sekretaris PW Muhammadiyah Jawa Barat, Dr. Iu Rusliana, menegaskan
bahwa Muhammadiyah merupakan organisasi yang memiliki reputasi tinggi karena dikelola
dengan amanah, sehingga menjadi kewajiban seluruh pimpinan dan anggota untuk terus
menjaga nama baik organisasi.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/08/muhciko-
fery-johari-dari-kwarwil-hw-jabar-sebut-pelatihan-reputasi-digital-muhammadiyah-
sangat-komprehensif-dan-aplikatif-5.jpg?resize=1024%2C576&ssl=1)

Salah satu peserta dari Kwartir Wilayah (Kwarwil) [Hizbul Wathan](https://muhammadiyahciko.or.id/kepanduan-hizbul-wathan-tetapkan-paradigma-modern-scout-dan-enam-program-strategis-dalam-tanwir-ke-1-2026/)
Jawa Barat, Fery Johari, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi pengembangan
kapasitas kader dalam mengelola reputasi organisasi di era digital.

“Pelatihan ini memberikan pemahaman yang komprehensif tentang bagaimana membangun
dan menjaga reputasi digital organisasi. Materi yang disampaikan tidak hanya teoritis,
tetapi juga praktis, sehingga dapat segera diaplikasikan dalam kegiatan syiar di
[media](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/) digital,” ujar Fery Johari.

Ia menambahkan bahwa sebagai bagian dari organisasi otonom Muhammadiyah, Hizbul 
Wathan juga perlu hadir dengan wajah modern di ruang digital tanpa meninggalkan 
nilai-nilai dasar kepanduan yang berlandaskan [Islam](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/).

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/08/muhciko-
fery-johari-dari-kwarwil-hw-jabar-sebut-pelatihan-reputasi-digital-muhammadiyah-
sangat-komprehensif-dan-aplikatif.jpg?resize=1024%2C576&ssl=1)

**Strategi Membangun Buzzer untuk Mengkanter Berita Negatif**

Pelatihan ini juga menghadirkan pandangan dari para peserta salah satunya utusan
Majelis Pustaka dan [Informasi](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/)(
MPI) [Kota Cirebon](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-penulisan-menurut-jenis-tulisan/).**
Deny Rochman, S.Sos., M.Pd.I.,** yang menjabat sebagai Ketua MPI Pimpinan Daerah
Muhammadiyah (PDM) Kota Cirebon sekaligus Lurah Pegambiran, menyampaikan pentingnya
strategi komunikasi digital yang proaktif dalam menghadapi dinamika informasi di
ruang publik.

“Hendaknya kita bisa membangun buzzer untuk mengkanter berita negatif dan membangun
opini positif tentang Muhammadiyah,” ujar Deny Rochman.

Pernyataan ini sejalan dengan kebutuhan organisasi untuk memiliki kekuatan komunikasi
digital yang terkoordinasi. Dalam kajian akademik disebutkan bahwa media digital
menjadi ruang utama yang menentukan persepsi publik, sehingga organisasi perlu hadir
dengan wajah modern sekaligus mencerminkan nilai-nilai yang dipegang sejak awal 
berdirinya.

Namun demikian, dalam perspektif Muhammadiyah, aktivitas buzzer harus dibedakan 
dari praktik buzzer yang merugikan. Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebelumnya menegaskan
bahwa aktivitas buzzer yang menyebarkan hoaks, fitnah, dan ujaran kebencian adalah
perilaku tidak jujur yang dapat memecah belah bangsa. Oleh karena itu, yang dimaksud
dengan “membangun buzzer” dalam konteks ini adalah membangun jaringan komunikator
digital yang bertugas menyebarkan informasi positif dan faktual tentang Muhammadiyah,
bukan menyebarkan kebencian atau informasi palsu.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/08/muhciko-
fery-johari-dari-kwarwil-hw-jabar-sebut-pelatihan-reputasi-digital-muhammadiyah-
sangat-komprehensif-dan-aplikatif-1.jpg?resize=1024%2C576&ssl=1)

**Mengubah Krisis Menjadi Peluang**

Sementara itu, **Agus Arifin** dari MPI PDM Kabupaten Cirebon memberikan perspektif
berbeda tentang pengelolaan reputasi digital. Menurutnya, krisis di ruang digital
justru dapat menjadi peluang bagi organisasi untuk menunjukkan respons yang cepat,
tepat, dan transparan.

“Krisis bisa menjadi peluang tanpa harus menunggu krisis yang banyak dibaca yaitu
isu seks, konflik, dan kriminalitas,” ujar Agus Arifin.

Pernyataan ini menekankan bahwa organisasi tidak perlu menunggu munculnya isu negatif
berskala besar untuk merespons. Sebaliknya, peluang untuk membangun reputasi dapat
diciptakan melalui konsistensi menyajikan [konten](https://muhammadiyahciko.or.id/licence/)
positif, edukatif, dan mencerahkan. Agus Arifin sendiri memiliki pengalaman dalam
menyelenggarakan pelatihan content creator dan [jurnalistik](https://muhammadiyahciko.or.id/prof-dadang-kahmad-tekankan-jurnalistik-sebagai-dakwah-berkemajuan-di-akademi-jurnalistik-muhammadiyah-4-malang/)
digital bagi kader Muhammadiyah di Kabupaten Cirebon.

Strategi ini sejalan dengan pendekatan manajemen reputasi digital yang bersifat 
proaktif dan berkelanjutan. Dalam penelitian tentang manajemen reputasi di era [media sosial](https://muhammadiyahciko.or.id/membangun-etika-komunikasi-pemimpin-islam-meneladani-sifat-rasulullah-dan-piagam-madinah-dalam-menghadapi-fitnah-digital/)
dinyatakan bahwa lembaga perlu mengembangkan sistem manajemen risiko reputasi yang
menggabungkan pendekatan preventif dan responsif terhadap dinamika opini publik 
di ruang digital.

Pelatihan ini dipandu oleh para dosen Perguruan Tinggi Muhammadiyah.  Adapun sesi
pembelajaran meliputi materi reputasi digital, praktik pembuatan konten, hingga 
pendampingan teknis dalam mengelola kanal digital organisasi.

Dengan semangat kolaborasi, berharap hasil dari pelatihan ini dapat segera diimplementasikan
untuk memperkuat [dakwah](https://muhammadiyahciko.or.id/prof-dadang-kahmad-tekankan-jurnalistik-sebagai-dakwah-berkemajuan-di-akademi-jurnalistik-muhammadiyah-4-malang/)
digital, sehingga pesan-pesan persyarikatan mampu menjangkau masyarakat luas dengan
cara yang lebih efektif dan relevan. (*)
