# Guru Hebat, Pendidikan Kuat: PDM dan PDA Kota Cirebon Gelar Silaturahmi dan Upgrading Guru dengan Pembicara Guru Besar ITS

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/guru-hebat-pendidikan-kuat-pdm-dan-pda-kota-cirebon-gelar-silaturahmi-dan-upgrading-guru-dengan-pembicara-guru-besar-its/
- Published: 2026-06-07T19:45:15+07:00
- Author: Arofah Firdaus

**CIREBON – Ahad, 7 Juni 2026.** Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Pimpinan
Daerah Aisyiyah (PDA) [Kota Cirebon](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/)
melalui Majelis Dikdasmen dan PNF menyelenggarakan kegiatan _Silaturahmi dan Upgrading
[Pendidikan](https://muhammadiyahciko.or.id/menata-ulang-kompas-pendidikan-nasional-telaah-kritis-atas-rencana-penghapusan-kenaikan-kelas-otomatis-pada-2027/)
Guru dan Karyawan Muhammadiyah dan Aisyiyah_ se-eks Karesidenan Cirebon. Acara yang
mengusung tema **“Guru Modern Andalan Bangsa”** ini berlangsung pada Ahad, 7 Juni
2026, di Gedung [Dakwah](https://muhammadiyahciko.or.id/prof-dadang-kahmad-tekankan-jurnalistik-sebagai-dakwah-berkemajuan-di-akademi-jurnalistik-muhammadiyah-4-malang/)
PDM Kota Cirebon.

Kegiatan yang diikuti sekitar 250 peserta ini menghadirkan pembicara utama, Prof.
Dr. Eng. Imam Robandi, M.T., Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Surabaya. Dengan moto _“Guru Hebat. Pendidikan Kuat. Bangsa Bermartabat,”_ para 
pendidik dan tenaga kependidikan dari ranting-ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah 
se-Cirebon Raya, Indramayu, Kuningan, serta Tegal (Kota dan Kabupaten) tampak antusias
mengikuti sesi demi sesi.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/06/muhciko-
guru-hebat-pendidikan-kuat-pdm-dan-pda-kota-cirebon-gelar-silaturahmi-dan-upgrading-
guru-dengan-pembicara-guru-besar-its-5.jpg?resize=1024%2C576&ssl=1)

## Sambutan: Meningkatkan Kompetensi dan Semangat Mengajar

Dalam sambutannya, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Cirebon, **Drs. Puji 
Nirmo,** menekankan pentingnya peran guru sebagai ujung tombak peradaban bangsa.“
Guru bukan sekadar pengajar, tetapi pembangun karakter dan literasi. Di era horizontal
ini, guru harus menjadi pusat pengendali sistem pendidikan yang kuat dan mandiri,”
ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Cirebon, **Retno Kuntjorowati,
S.Pd.,** menyampaikan bahwa upgrading ini menjadi momentum untuk mengembalikan fitrah
guru sebagai kekuatan utama sekolah. “Kami ingin membangkitkan kembali semangat 
kolektif, bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab negara, tetapi tanggung jawab
individu, keluarga, dan masyarakat,” tuturnya.

Tampak hadir pula Rektor Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan (UMADA) Cirebon, **
Sri Musfiroh, S.Si.T., M.Kes.,** serta Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah
Cirebon (UMC), **Dr. Bagus Nurul Iman, M.Pd.,** yang turut memberikan dukungan penuh
terhadap peningkatan kualitas guru Muhammadiyah.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/06/muhciko-
guru-hebat-pendidikan-kuat-pdm-dan-pda-kota-cirebon-gelar-silaturahmi-dan-upgrading-
guru-dengan-pembicara-guru-besar-its-4.jpg?resize=577%2C1024&ssl=1)

## Isi Ceramah: Menyentuh Bakat, Membangun Sistem, hingga Bahaya Pragmatisme

Dalam pemaparannya yang mendalam, Prof. Imam Robandi mengawali dengan pernyataan
tegas: **“Guru modern bukan lagi sekadar pengajar di depan kelas, melainkan pengendali
sistem, aktor utama literasi, dan arsitek peradaban.”** Ia mengupas secara sistematis
bagaimana seorang guru dapat menjadi andalan bangsa.

### 1. Memahami Sekolah sebagai Miniatur Peradaban

Prof. Robandi menekankan bahwa sekolah harus dipahami secara benar oleh tiga pilar:**
sekolah, wali murid, dan masyarakat**. Sekolah bukan hanya tempat transfer ilmu,
melainkan salah satu tempat proses pengembangan diri anak secara utuh.

“Sekolah adalah miniatur pembentukan peradaban. Di sanalah anak mulai belajar tentang
dinamika [sosial](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/),
tatanan masyarakat, pertumbuhan fisik dan jiwa, hingga nilai-nilai agama dan kearifan
lokal. Semua itu harus berjalan beriringan dengan global view,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pendidikan berlangsung dalam jangka panjang, berproses
secara urut, dan harus terus dievaluasi. Karena itu, guru menjadi kekuatan utama
yang tidak bisa digantikan oleh teknologi semata.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/06/muhciko-
guru-hebat-pendidikan-kuat-pdm-dan-pda-kota-cirebon-gelar-silaturahmi-dan-upgrading-
guru-dengan-pembicara-guru-besar-its-3.jpg?resize=1024%2C576&ssl=1)

### 2. Relasi Proses dan Relasi Pembelajaran

Dalam paparannya, guru besar ITS itu memaparkan pentingnya **relasi proses** yang
harmonis antara yayasan, sekolah, masyarakat, pemerintah, dan orang tua. Kelima 
unsur ini harus berjalan sinergis. Sementara itu, **relasi pembelajaran** menyatukan
guru, orang tua, dan murid dalam sebuah ikatan yang saling mendukung.

“Ketika relasi ini kuat, sistem pendidikan akan mandiri dan tidak mudah terombang-
ambing oleh tekanan pasar atau [kebijakan](https://muhammadiyahciko.or.id/evaluasi-otomatis-naik-kelas/)
instan,” tegasnya.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/06/muhciko-
guru-hebat-pendidikan-kuat-pdm-dan-pda-kota-cirebon-gelar-silaturahmi-dan-upgrading-
guru-dengan-pembicara-guru-besar-its-2.jpg?resize=1024%2C576&ssl=1)

### 3. Peran Strategis Guru Modern

Prof. Robandi merinci sembilan peran strategis guru modern:

 * Menjadi bagian dari yayasan atau penyelenggara sekolah sebagai **penggerak utama
   visi-misi sekolah** dan dakwah secara umum.
 * Bertindak sebagai **pelaku utama literasi** di [lingkungan](https://muhammadiyahciko.or.id/muhammadiyah-karhutla-bukan-bencana-tahunan/)
   sekolah dan masyarakat.
 * **Mengintegrasikan teknologi dan pendidikan** tanpa kehilangan sentuhan kemanusiaan.
 * **Membangun pemikiran kritis dan kreativitas** siswa.
 * **Membangun pendidikan karakter** yang kokoh.
 * **Mendukung kebutuhan belajar individu** setiap siswa.
 * **Membangun kolaborasi dan komunikasi** yang efektif.
 * **Mempersiapkan siswa menjadi manusia global** yang tetap berakar pada nilai 
   lokal.
 * **Beradaptabilitas** dan terus membangun diri sebagai **manusia pembelajaran**
   sepanjang hayat.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/06/muhciko-
guru-hebat-pendidikan-kuat-pdm-dan-pda-kota-cirebon-gelar-silaturahmi-dan-upgrading-
guru-dengan-pembicara-guru-besar-its-1.jpg?resize=1024%2C768&ssl=1)

### 4. Menyentuh Bakat Siswa: Dari Pengenalan hingga Capaian

Salah satu bagian yang paling menginspirasi adalah ketika Prof. Robandi berbicara
tentang **menyentuh kebakatan siswa**. Ia memaparkan langkah-langkah praktis yang
bisa dilakukan guru:

 * **Mengenalkan berbagai aktivitas** kepada siswa sejak dini.
 * **Memperhatikan kesukaan dan kebiasaan** mereka sehari-hari.
 * **Bersosialisasi dan berkomunikasi** secara personal dengan setiap murid.
 * **Memberi motivasi** yang terus-menerus, bukan sekadar pujian sesaat.
 * **Mendukung kesukaan** yang positif dan mengarahkannya pada pengembangan [kompetensi](https://muhammadiyahciko.or.id/menata-ulang-kompas-pendidikan-nasional-telaah-kritis-atas-rencana-penghapusan-kenaikan-kelas-otomatis-pada-2027/).
 * **Mengenal tantangan** yang dihadapi siswa dalam mengembangkan bakatnya.
 * **Mengantarkan ke capaian kesuksesan** yang realistis dan berkelanjutan.

“Jangan hanya mengejar nilai ujian. Sentuhlah bakat mereka. Seorang guru hebat adalah
yang mampu melihat keistimewaan dalam setiap murid dan membimbingnya menuju puncak
potensinya,” ujar Prof. Robandi disambut tepuk tangan peserta.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/06/muhciko-
guru-hebat-pendidikan-kuat-pdm-dan-pda-kota-cirebon-gelar-silaturahmi-dan-upgrading-
guru-dengan-pembicara-guru-besar-its.jpg?resize=1024%2C577&ssl=1)

Prof. Dr. Eng. Imam Robandi, M.T.

### 5. Peringatan Terhadap Pragmatisme dalam Pendidikan

Dengan tegas, Prof. Robandi mengingatkan tentang bahaya **pragmatisme** yang mengancam
dunia pendidikan, antara lain:

 * **Persaingan tidak sehat antarsekolah** yang hanya berorientasi pada popularitas
   sesaat.
 * **Kurikulum menjadi rusak** karena disesuaikan dengan tujuan-tujuan tertentu 
   di luar kepentingan pendidikan anak.
 * **Sekolah yang tidak mandiri** dan terus bergantung pada pihak luar.
 * **Sekolah mengikuti pola pasar** sekelilingnya, bukan pada kebutuhan mendasar
   siswa.
 * **Visi dan misi hanya digunakan sebagai pajangan** tanpa implementasi nyata.
 * **Ujian Nasional atau kebijakan sejenis** yang sering kali membelenggu kreativitas
   jika tidak dikelola dengan bijak.
 * **Yayasan yang bergantung pada sekolah**, padahal seharusnya yayasan menjadi 
   fondasi yang kuat dan mandiri.

“Jika pragmatisme ini dibiarkan, kita akan kehilangan esensi pendidikan. Guru dan
sekolah akan menjadi robot-robot tanpa jiwa. Kita harus kembali ke fitrah: pendidikan
adalah proses memanusiakan manusia,” pungkasnya.

## Penutup: Komitmen Guru Hebat untuk Bangsa Bermartabat

Acara ditutup dengan pembacaan ikrar pendidik Muhammadiyah dan Aisyiyah untuk terus
belajar, beradaptasi, dan menjadi guru modern yang andalan bangsa. Suasana haru 
dan penuh semangat menyelimuti ruangan ketika para peserta saling berjanji untuk
menerapkan ilmu yang telah didapat.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, PDM dan PDA Kota Cirebon berharap lahir generasi
baru pendidik yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki keberanian
moral untuk melawan pragmatisme dan mengembalikan marwah pendidikan sebagai wahana
pembentukan peradaban yang bermartabat. (**Efa Nz**)

---
