# Iman: Hakikat, Landasan Syar’i, dan Pengaruhnya dalam Kehidupan Seorang Muslim

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/iman-hakikat-landasan-syari-dan-pengaruhnya-dalam-kehidupan-seorang-muslim/
- Published: 2026-04-02T16:45:47+07:00
- Author: Arofah Firdaus

**Abstrak**
Iman merupakan fondasi utama dalam agama [Islam](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/).
Ia tidak hanya sekadar keyakinan di dalam hati, tetapi juga meliputi perkataan dengan
lisan dan perbuatan dengan anggota badan. Artikel ini membahas pengertian iman secara
terminologi, landasan hukumnya berdasarkan Al-Qur’an (QS. an-Nisa’: 136 dan QS. 
al-Maidah: 3) serta hadits Nabi, serta pengaruhnya yang signifikan terhadap kehidupan
individu dan [sosial](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/)
seorang Muslim. Pemahaman yang benar tentang iman akan membentuk kepribadian yang
tangguh, tenang, dan berakhlak mulia.

**Kata Kunci:** Iman, keyakinan, pengaruh iman, Al-Qur’an, Hadits, kehidupan Muslim.

---

## Pendahuluan

Dalam mata kuliah AIK 1 (Al-Islam dan Kemuhammadiyahan) di Universitas Muhammadiyah,
mahasiswa diajak untuk memahami dasar-dasar ajaran Islam secara kaffah (menyeluruh).
Salah satu tema sentral yang menjadi fondasi seluruh amaliah seorang Muslim adalah**
iman**. Tanpa iman, ibadah dan amal saleh kehilangan makna spiritualnya. Iman adalah
cahaya penerang hati yang membedakan antara seorang mukmin dengan non-mukmin. Namun,
sejauh mana pemahaman kita tentang iman? Dan bagaimana pengaruhnya dalam realitas
kehidupan sehari-hari?

## Pembahasan

### 1. Pengertian Iman

Secara etimologi (bahasa), iman berarti _at-tasdiq_ (membenarkan) atau _al-iqrar_(
mengakui). Secara terminologi syar’i, para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah mendefinisikan
iman sebagai:

> _“Membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan anggota
> badan. Iman bisa bertambah karena ketaatan dan berkurang karena kemaksiatan.”_

Definisi ini menunjukkan bahwa iman bukanlah konsep statis, melainkan dinamis. Iman
harus dirawat, dijaga, dan ditingkatkan melalui amal saleh.

### 2. Landasan Iman dalam Al-Qur’an

Allah Subhanahu Wa Ta’ala menegaskan perintah untuk beriman secara menyeluruh (kaffah).
Salah satu ayat yang komprehensif tentang iman adalah QS. an-Nisa’ (4): 136.

#### QS. an-Nisa’ (4): 136

**Arab:**

> يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي
> نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۚ وَمَنْ يَكْفُرْ
> بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ
> ضَلَالًا بَعِيدًا

**Artinya:**

> _“Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah, Rasul-Nya, Kitab
> yang diturunkan kepada Rasul-Nya, dan kitab yang diturunkan sebelumnya. Barang
> siapa yang kufur kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-
> Nya, dan hari kemudian, maka sungguh orang itu telah tersesat dengan kesesatan
> yang jauh.”_

**Tafsir Singkat:**
Ayat ini unik karena diawali dengan seruan “_Yā ayyuhalladzīna
āmanū_” (wahai orang-orang yang beriman) lalu diperintahkan “_āminū_” (berimanlah).
Ini menunjukkan bahwa iman memiliki tingkatan. Seorang Muslim diperintahkan untuk
terus-menerus memperbaharui dan memperkuat imannya, serta mengimani secara rukun
iman yang enam (Allah, malaikat, kitab, rasul, hari akhir, dan qadha qadar). Kesesatan
yang jauh adalah akibat dari mengingkari salah satu rukun iman.

#### QS. al-Maidah (5): 3

Ayat ini adalah ayat terakhir yang turun kepada Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi 
Wasallam, mengandung puncak kesempurnaan Islam.

**Arab:**

> …الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ
> لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا…

**Artinya:**

> _“…Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Aku cukupkan
> kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu…”_ (QS. al-Maidah[
> 5]: 3, potongan ayat)

**Tafsir Singkat:**
Ayat ini menunjukkan bahwa iman yang benar adalah iman yang 
menerima Islam secara utuh. Kesempurnaan agama ini terletak pada kesatuan antara
iman, Islam (syariat), dan ihsan. Tanpa iman, syariat menjadi ritual kosong. Iman
memberikan ruh pada setiap amal ibadah.

### 3. Landasan Iman dalam Hadits Nabi

Hadits yang paling masyhur menjelaskan tentang iman adalah **Hadits Jibril** yang
diriwayatkan oleh Umar bin Khattab ra.:

**Arab:**

> عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوسٌ عِنْدَ رَسُولِ
> اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ
> شَدِيدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيدُ سَوَادِ الشَّعَرِ… فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِي
> عَنِ الْإِيمَانِ. قَالَ: أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ
> وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ

**Artinya:**

> _“Dari Umar ra., ia berkata: Pada suatu hari kami sedang duduk-duduk di sisi Rasulullah
> shalallahu alaihi wa, tiba-tiba muncul seorang laki-laki berpakaian sangat putih
> dan berambut sangat hitam… lalu ia bertanya: ‘Wahai Muhammad, kabarkanlah kepadaku
> tentang iman?’ Beliau menjawab: ‘Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-
> Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan engkau beriman kepada takdir
> yang baik maupun yang buruk.’”_ (HR. Muslim)

Hadits ini menjadi rujukan utama rukun iman yang enam. Pengaruh iman akan terasa
ketika seorang Muslim benar-benar mengimplementasikan keenam pilar ini dalam hidupnya.

### 4. Pengaruh Iman dalam Kehidupan

Iman bukanlah abstraksi teologis, melainkan kekuatan transformatif yang membentuk
realitas. Berikut pengaruhnya: Aspek Kehidupan Pengaruh Iman **Jiwa dan Mental**
Menciptakan ketenangan (_thuma’ninah_). Allah berfirman: _“Ingatlah, hanya dengan
mengingat Allah hati menjadi tenteram.”_ (QS. ar-Ra’d: 28). Iman juga mencegah putus
asa dan gelisah. **Akal dan Ilmu** Iman mendorong manusia untuk berpikir, meneliti,
dan mencari ilmu sebagai bukti pengagungan terhadap kebesaran Allah. **Sosial Kemasyarakatan**
Iman melahirkan sikap ukhuwah (persaudaraan). Seorang mukmin tidak akan menyakiti
saudaranya. Rasulullah saw. bersabda: _“Tidak sempurna iman seseorang di antara 
kamu sehingga ia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri.”_ (HR. 
Bukhari-Muslim). **Etika dan Moral** Iman menjadi benteng dari perbuatan keji dan
munkar. Semakin kuat iman, semakin kuat pula dorongan untuk jujur, amanah, dan menepati
janji. **Ibadah** Iman menjadikan ibadah tidak sekadar rutinitas, tetapi sebagai
kebutuhan ruhani yang dinanti-nantikan. Shalat, puasa, zakat, dan haji menjadi bermakna
karena didasari keyakinan kepada Allah.

### 5. Iman dalam Perspektif Kemuhammadiyahan

Muhammadiyah, sebagai gerakan Islam yang berdiri sejak 1912, menekankan pentingnya**
Tajdid** (pembaruan) dalam memahami iman. Iman tidak boleh dipahami secara fatalistis(
pasrah buta) atau hanya ritualistik. Iman harus mendorong **amal usaha** nyata dalam
bidang [pendidikan](https://muhammadiyahciko.or.id/menata-ulang-kompas-pendidikan-nasional-telaah-kritis-atas-rencana-penghapusan-kenaikan-kelas-otomatis-pada-2027/),
[kesehatan](https://muhammadiyahciko.or.id/rs-muhammadiyah-ini-hadirkan-wisata-kesehatan-berkemajuan/),
dan sosial kemasyarakatan. Seorang mahasiswa Universitas Muhammadiyah diajak untuk
tidak hanya “merasa” beriman, tetapi **membuktikan** iman melalui kerja akademik
yang jujur, kreatif, dan [berkemajuan](https://muhammadiyahciko.or.id/prof-dadang-kahmad-tekankan-jurnalistik-sebagai-dakwah-berkemajuan-di-akademi-jurnalistik-muhammadiyah-4-malang/).

## Kesimpulan

Iman adalah cahaya yang menerangi seluruh aspek kehidupan seorang Muslim. Berdasarkan
QS. an-Nisa’: 136, kita diperintahkan untuk terus memperbaharui iman. QS. al-Maidah:
3 mengingatkan bahwa iman adalah bagian dari kesempurnaan Islam. Hadits Jibril menjelaskan
rukun iman yang enam sebagai fondasi.

Pengaruh iman sangat luar biasa: menenangkan jiwa, mencerdaskan akal, memperkokoh
persaudaraan, membentuk moral mulia, dan menjadikan ibadah hidup. Dalam konteks 
AIK 1 di Universitas Muhammadiyah, iman harus diimplementasikan dalam gerakan nyata
untuk kemajuan umat.

**Daftar Pustaka**

 1. Al-Qur’an al-Karim dan Terjemahannya. (2019). Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an,
    Kemenag RI.
 2. Al-‘Asqalani, Ibnu Hajar. (1379 H). _Fath al-Bari Syarh Shahih al-Bukhari_. Beirut:
    Dar al-Ma’rifah.
 3. An-Nawawi, Yahya bin Syaraf. (1392 H). _Syarh Shahih Muslim_. Beirut: Dar Ihya’
    at-Turats.
 4. Tim PP Muhammadiyah. (2019). _Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah_. Yogyakarta:
    Suara Muhammadiyah.
