# Jamaah Masjid Ad-Dien Diajak Tingkatkan Kualitas Ibadah dan Kepedulian Sosial

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/jamaah-masjid-ad-dien-diajak-tingkatkan-kualitas-ibadah-dan-kepedulian-sosial/
- Published: 2026-07-10T13:45:01+07:00
- Author: Arofah Firdaus

**CIREBON, 10 Juli 2026** – Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan Shalat Jumat
di Masjid Ad-Dien, Kampus Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan (UMADA), Kalitanjung,
[Kota Cirebon](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/), pada Jumat (10/
7/2026). Bertindak sebagai imam dan khatib, **Ustadz H. Yandi Heryandi, M.Pd.,**
dalam khutbahnya mengangkat tema mendalam tentang peningkatan kualitas diri, mencakup
dimensi ibadah personal hingga kepedulian [sosial](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/)
yang harus terus dipupuk oleh umat [Islam](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/).

Dalam khutbah pertamanya, Ustadz Yandi mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa 
meningkatkan ketakwaan dan menjadikan ibadah bukan sekadar rutinitas, melainkan 
kebutuhan jiwa. Ia menekankan bahwa setiap muslim hendaknya mengevaluasi amal perbuatannya,
menjadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin, sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu
Alaihi Wasallam yang diriwayatkan oleh Al-Hakim: “Barang siapa yang hari ini lebih
baik dari hari kemarin, maka ia beruntung. Barang siapa yang hari ini sama dengan
hari kemarin, maka ia merugi. Dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari
kemarin, maka ia celaka”.

Momentum bulan Muharram yang masih menyisakan hari-hari mulia ini menjadi pengingat
untuk introspeksi dan perbaikan. “Muharram adalah waktu terbaik untuk mengukur, 
mengevaluasi, dan melangkah lebih baik lagi. Jangan puas dengan hari yang biasa 
saja. Karena dalam ajaran Islam, stagnasi adalah kerugian,” ujar khatib mengutip
salah satu poin penting dalam khutbahnya.

Lebih lanjut, Ustadz Yandi menguraikan tiga pilar utama peningkatan kualitas yang
harus menjadi perhatian jamaah. **Pertama**, kualitas ibadah. Beliau mengajak untuk
memperbaiki shalat, menambah rakaat sunnah, merenungi makna bacaan, serta memperbanyak
dzikir dan shalawat kepada Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam. **Kedua**, 
kualitas karya dan amal saleh. Umat Islam didorong untuk bekerja dengan lebih profesional
dan jujur, karena pekerjaan yang baik adalah bagian dari ibadah yang tak terlihat.**
Ketiga**, kualitas kepedulian sosial. Khatib secara khusus mengingatkan kondisi 
saudara-saudara di Palestina yang membutuhkan doa dan bantuan nyata.

Ajakan untuk menjaga persatuan umat juga menjadi pesan sentral dalam khutbah. Hal
ini selaras dengan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Q.S. Ali ‘Imran ayat 103:

**وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا**

_“Berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali Allah, seraya berjamaah, dan janganlah
kamu bercerai-berai.”_ (Q.S. Ali ‘Imran [3]: 103).

Ayat ini menegaskan bahwa persatuan adalah kekuatan utama bagi umat Islam untuk 
meraih kejayaan. Selain itu, khatib juga mengingatkan misi utama Islam sebagai rahmat
bagi seluruh alam, sebagaimana firman-Nya dalam Q.S. Al-Anbiya ayat 107:

**وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ**

_“Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan sebagai rahmat bagi seluruh
alam.”_. Pesan ini menggarisbawahi bahwa Islam hadir untuk membawa kebaikan dan 
kasih sayang, bukan perpecahan.

Kegiatan Shalat Jumat di Masjid Ad-Dien ini berlangsung dengan tertib dan diikuti
oleh puluhan jamaah dari kalangan dosen, mahasiswa, dan masyarakat sekitar. Diharapkan,
pesan-pesan yang disampaikan dalam khutbah dapat menjadi bekal bagi setiap muslim
untuk terus memperbaiki kualitas diri, baik dalam hubungan vertikal dengan Allah
maupun hubungan horizontal dengan sesama manusia, demi terciptanya kehidupan yang
lebih baik dan berkah.

**Peliput: Fahyudin**, dan Tim [Media](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/)
Masjid Ad-Dien UMADA.

**Editor : Arofah Firdaus **
