# Tak Cukup Menulis, Harus Bisa Bertutur: Ini Pesan Ketua MPI Jabar di Pelatihan Reputasi Digital

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/judul-menjaga-narasi-baik-muhammadiyah-storytelling-jadi-kunci-reputasi-digital-ala-ketua-mpi-jabar/
- Published: 2026-08-01T17:07:19+07:00
- Author: Arofah Firdaus

---

**CIREBON** – Di ruang pelatihan yang penuh konsentrasi, para peserta Pelatihan 
Manajemen Reputasi Digital [Organisasi](https://muhammadiyahciko.or.id/pentingnya-website-di-era-ai/)
Muhammadiyah di Cirebon tampak menyimak dengan seksama. Di hadapan mereka, Ketua
Majelis Pustaka dan [Informasi](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/)(
MPI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat, **Kelik Nursetyo Widiyanto,
M.Kom.,** membuka sesi dengan sebuah pertanyaan sederhana namun menggelitik: “Pernahkah
kita menyampaikan kabar baik tentang Muhammadiyah, tapi justru terasa hambar dan
tidak ada yang membaca?”.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/08/muhciko-
tak-cukup-menulis-harus-bisa-bertutur-ini-pesan-ketua-mpi-jabar-di-pelatihan-reputasi-
digital-2.jpg?resize=1024%2C576&ssl=1)

Dari pertanyaan itu, Kelik mengajak peserta untuk menyelami filosofi teknik penulisan
yang lebih dari sekadar merangkai kata. Di tengah derasnya arus informasi digital,
setiap kader dan pengurus Muhammadiyah dituntut untuk menjadi komunikator ulung.
Bukan hanya sekadar menyampaikan berita, tetapi juga mampu menanamkan kepercayaan
publik melalui “cerita” yang baik. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Grand Lumina
UMC pada akhir Juli 2026 ini menjadi wadah bagi para peserta Pimpinan Daerah se-
Jawa Barat untuk mengasah kemampuan tersebut.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/08/muhciko-
tak-cukup-menulis-harus-bisa-bertutur-ini-pesan-ketua-mpi-jabar-di-pelatihan-reputasi-
digital-1.jpg?resize=1024%2C576&ssl=1)

Dalam penyampaian materinya, Kelik yang juga merupakan praktisi [media](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/)
dan akademisi ini menekankan bahwa publikasi organisasi modern tidak bisa lagi bersifat
monolog. Era digital telah mengubah publik menjadi konsumen cerdas yang mencari 
koneksi emosional. Oleh karena itu, teknik penulisan berita harus memadukan unsur
5W+1H dengan pendekatan _storytelling_. “Teknik _storytelling_ adalah seni bertutur
seperti halnya siaran radio, tapi diterjemahkan ke dalam tulisan. Ini yang membuat
artikel kita lebih hidup, lebih manusiawi, dan lebih mudah diingat,” jelasnya, mengutip
prinsip penulisan yang relevan di era disrupsi informasi.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/08/muhciko-
tak-cukup-menulis-harus-bisa-bertutur-ini-pesan-ketua-mpi-jabar-di-pelatihan-reputasi-
digital-3.jpg?resize=1024%2C576&ssl=1)

Lebih dari sekadar teknis [jurnalistik](https://muhammadiyahciko.or.id/prof-dadang-kahmad-tekankan-jurnalistik-sebagai-dakwah-berkemajuan-di-akademi-jurnalistik-muhammadiyah-4-malang/),
Kelik menyoroti pentingnya publikasi sebagai bagian dari strategi menjaga reputasi
atau _reputation management_ organisasi. Pelatihan yang difasilitasi oleh Pimpinan
Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat ini bertujuan membangun kesadaran bahwa setiap [konten](https://muhammadiyahciko.or.id/licence/)
yang diunggah – baik itu berita, foto, maupun video – adalah cerminan nilai-nilai
Muhammadiyah yang [berkemajuan](https://muhammadiyahciko.or.id/prof-dadang-kahmad-tekankan-jurnalistik-sebagai-dakwah-berkemajuan-di-akademi-jurnalistik-muhammadiyah-4-malang/).
Dengan demikian, reputasi yang baik bukan hanya soal citra di permukaan, tetapi 
tentang bagaimana organisasi benar-benar memberi manfaat dan membangun kepercayaan
publik melalui kinerja yang terpublikasi dengan baik.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/08/muhciko-
tak-cukup-menulis-harus-bisa-bertutur-ini-pesan-ketua-mpi-jabar-di-pelatihan-reputasi-
digital.jpg?resize=1024%2C576&ssl=1)

Sesi yang dipandu oleh dosen-dosen dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah ini mendapat
respons antusias dari peserta. Mereka tidak hanya dibekali teori, tetapi juga diajak
praktik langsung mulai dari analisis konten hingga evaluasi media digital. Hal ini
sejalan dengan keinginan Muhammadiyah untuk memperluas syiar [dakwah](https://muhammadiyahciko.or.id/inovasi-dakwah-komunitas-muhammadiyah/)
di ruang digital yang semakin masif, di mana pengelolaan reputasi menjadi sebuah
keharusan, bukan pilihan.

Dengan adanya pembekalan ini, MPI PWM Jawa Barat berharap para kader di tingkat 
wilayah hingga ranting mampu menjadi ujung tombak syiar digital. “Kegiatan Muhammadiyah
di semua tingkatan harus dikelola secara serius dan disyiarkan secara optimal. Jangan
sampai ada cerita baik yang terlewat dan tidak sampai kepada umat,” pungkas Kelik.
Pelatihan ini menjadi langkah konkret bagi Muhammadiyah untuk tetap relevan dan 
menjadi sumber informasi [Islam](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/)
yang terpercaya di tengah gempuran informasi digital. (*)

## Comments

### By: puji nirmo

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/judul-menjaga-narasi-baik-muhammadiyah-storytelling-jadi-kunci-reputasi-digital-ala-ketua-mpi-jabar/comment-page-1/#comment-5077
- Published: 2026-08-02T17:00:14+07:00

Dengan Pelatihan Manajemen Reputasi DOM diharapkan bs meningkatkan kualitas dan 
kuantitas dari konten tulisan yg lebih menarik sbg sarana dakwah utk kemajuan persyarikatan
Muhammadiyah di masa dpn

### By: Nurzini Fazilet

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/judul-menjaga-narasi-baik-muhammadiyah-storytelling-jadi-kunci-reputasi-digital-ala-ketua-mpi-jabar/comment-page-1/#comment-5073
- Published: 2026-08-02T16:19:39+07:00

Jadilah jurnalis yang cerdas dan melahirkan karya tulisan yang dapat dipercaya sehingga
dapat mengubah konsumen menjadi cerdas dan mencari koneksi emosional yang baik.
