# Kabar Muhammadiyah: 26/10/2026

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/kabar-muhammadiyah-26-10-2026/
- Published: 2026-10-26T05:30:00+07:00
- Author: Redaksi-BU

_Ringkasan ini disusun dari laporan yang terbit hingga 25 Oktober 2026. Berikut 
sejumlah kabar nasional Muhammadiyah yang menonjol, mulai dari penguatan pelayanan
haji, respons kemarau dan karhutla, hingga aksi kemanusiaan di daerah._

## 1. Muhammadiyah matangkan ekosistem pelayanan haji

Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah (LPHU) PP Muhammadiyah menggelar Rakernas III dan
Mudzakarah Nasional Perhajian III di Jakarta pada 23–25 Oktober. Forum ini membahas
penguatan kelembagaan, pendampingan jemaah termasuk kelompok lanjut usia, serta 
sinergi menjelang penyelenggaraan haji 2027. Muhadjir Effendy juga mendorong agar
pelayanan haji dikembangkan sebagai ekosistem yang memberi manfaat ekonomi bagi 
umat, dengan perencanaan dan tata kelola yang profesional.

[Baca laporan Muhammadiyah.or.id tentang Rakernas LPHU](https://muhammadiyah.or.id/2026/10/perkuat-pelayanan-haji-lphu-pp-muhammadiyah-gelar-rakernas-iii-dan-mudzakarah-nasional-iii/)·
[Baca ulasan Suara Muhammadiyah tentang ekosistem ekonomi haji](https://www.suaramuhammadiyah.id/read/muhadjir-effendy-muhammadiyah-harus-bangun-ekosistem-ekonomi-haji-yang-berkemajuan)

## 2. PP Muhammadiyah serukan ikhtiar menghadapi kemarau dan karhutla

Majelis [Tarjih](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-penulisan-menurut-jenis-tulisan/)
dan Tajdid PP Muhammadiyah menerbitkan maklumat berisi tuntunan salat Istisqa, muhasabah,
dan ikhtiar bersama menghadapi kemarau panjang serta kebakaran hutan dan lahan. 
Seruan itu mencakup doa memohon hujan, kepedulian kepada wilayah terdampak, penghematan
dan tanggung jawab ekologis, serta dorongan agar pemerintah memperkuat penanganan
karhutla dan menjamin [layanan](https://muhammadiyahciko.or.id/tentang/) bagi masyarakat.

Dalam pernyataan terpisah, PP Muhammadiyah menegaskan bahwa karhutla tidak boleh
dianggap sebagai [bencana](https://muhammadiyahciko.or.id/muhammadiyah-karhutla-bukan-bencana-tahunan/)
rutin. Persyarikatan mendorong penegakan hukum, pemulihan kehidupan warga, dan kerja
sama lintas pihak untuk mencegah kebakaran serta mengurangi dampaknya.

[Maklumat Majelis Tarjih dan Tajdid](https://www.suaramuhammadiyah.id/read/majelis-tarjih-dan-tajdid-pp-muhammadiyah-serukan-shalat-istisqa-muhasabah-dan-ikhtiar-bersama)·
[Pernyataan PP Muhammadiyah tentang karhutla](https://suaramuhammadiyah.id/read/pernyataan-pp-muhammadiyah-karhutla-tak-boleh-dinormalisasi-desak-penegakan-hukum)

## 3. Relawan Muhammadiyah bantu warga terdampak di Kalimantan Tengah

Rumah Singgah Oksigen Muhammadiyah di Palangka Raya menjadi salah satu upaya MDMC
dan relawan dalam merespons dampak kabut asap serta kemarau, termasuk ancaman gangguan
pernapasan dan krisis air bersih. Pada 23 Oktober, Menteri [Kesehatan](https://muhammadiyahciko.or.id/rs-muhammadiyah-ini-hadirkan-wisata-kesehatan-berkemajuan/)
mengunjungi fasilitas tersebut untuk melihat kesiapan layanan dan memperkuat koordinasi
dengan relawan di daerah.

[Laporan PWMU.CO dari Rumah Singgah Oksigen](https://pwmu.co/perkuat-penanganan-dampak-karhutla-menkes-ri-sambangi-rumah-singgah-oksigen-muhammadiyah/)·
[Laporan Suara Muhammadiyah](https://www.suaramuhammadiyah.id/read/apresiasi-kiprah-hadapi-karhutla-menkes-ri-sambangi-rumah-singgah-oksigen-muhammadiyah)

## 4. Lazismu Jawa Barat salurkan 23.000 liter air bersih

Di Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat, Lazismu Jawa Barat bersama PGN menyalurkan
23.000 liter air kepada warga yang menghadapi kekeringan. Bantuan dibagi ke dua 
lokasi dan menjangkau sekitar 300 kepala keluarga. Laporan tersebut menggambarkan
bagaimana respons kemanusiaan di tingkat wilayah melengkapi ikhtiar yang lebih luas
menghadapi musim kemarau.

[Baca laporan Muhammadiyah Jawa Barat](https://jabar.muhammadiyah.or.id/lazismu-jawa-barat-dan-pgn-salurkan-23-000-liter-air-bersih-untuk-warga-terdampak-kekeringan-di-cimahi-dan-bandung-barat/)

## 5. Haedar Nashir dorong aksi nyata di bidang ekonomi kreatif

Dalam Silaturahmi Nasional Pelaku [Pariwisata](https://muhammadiyahciko.or.id/rs-muhammadiyah-ini-hadirkan-wisata-kesehatan-berkemajuan/)
dan Ekonomi Kreatif Muhammadiyah pada 24 Oktober, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar
Nashir mendorong pelaku usaha untuk memperbanyak langkah nyata dan mengembangkan
kreativitas. Ia juga mengingatkan agar LPEK memperkuat kolaborasi tanpa tumpang 
tindih dengan kegiatan ekonomi lainnya.

[Baca laporan Muhammadiyah.or.id](https://muhammadiyah.or.id/2026/10/kurangi-teori-perbanyak-aksi-pesan-haedar-nashir-untuk-pelaku-ekonomi-kreatif-muhammadiyah/)

## Catatan redaksi

Berita dapat berkembang setelah ringkasan ini disusun. Silakan buka tautan sumber
untuk membaca laporan lengkap dan mengikuti pembaruan terbaru.
