# Kajian Kitab Riyadhus Shalihin Bab 28: Perintah Merahasiakan Aib Muslim dalam Sorotan Ustadz H. Yandi Heryandi

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/kajian-kitab-riyadhus-shalihin-bab-28-perintah-merahasiakan-aib-muslim-dalam-sorotan-ustadz-h-yandi-heryandi/
- Published: 2026-10-26T13:09:32+07:00
- Author: Redaksi-AF

DALAM upaya memperkuat pemahaman keagamaan dan membentuk karakter jamaah yang berakhlak
mulia, Masjid Umar bin Khattab Komplek SMK Farmasi Muhammadiyah Kabupaten Cirebon
kembali menggelar Pengajian Rutin Malam Senin. Acara yang dilaksanakan pada Ahad
malam, 25 Oktober 2026 ini menghadirkan **Ustadz H. Yandi Heryandi, M.Pd.,** sebagai
penceramah utama. Kajian kali ini membahas Kitab _Riyadhus Shalihin_ karya Imam 
An-Nawawi, khususnya Bab 28 mengenai perintah untuk merahasiakan atau menutup aib
seorang Muslim.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Yandi menekankan pentingnya menjaga lisan dan sikap tabayyun(
klarifikasi) sebelum menyebarkan informasi. Beliau mengaitkan materi dengan fenomena
maraknya berita bohong (hoaks) di era digital yang sering kali menimpa kehormatan
seseorang. “Islam sangat melarang keras penyebaran berita buruk, terlebih lagi jika
itu adalah tuduhan palsu. Kita diingatkan oleh peristiwa _Ashabul Ifki_ atau berita
bohong yang menimpa keluarga Nabi, yaitu tuduhan terhadap Sayyidah Aisyah r.a., 
yang pelakunya digolongkan sebagai orang-orang munafik,” ujar beliau di hadapan 
jamaah.

### Dalil Al-Qur’an dan Hadits

Dalam paparannya, Ustadz Yandi membacakan firman Allah dalam **QS. An-Nur ayat 19**
sebagai landasan utama kajian:

> اِنَّ الَّذِيْنَ يُحِبُّوْنَ اَنْ تَشِيْعَ الْفَاحِشَةُ فِى الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا
> لَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌۙ فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ
> لَا تَعْلَمُوْنَ
> _“Sesungguhnya orang-orang yang senang atas tersebarnya (berita bohong) yang sangat
> keji itu di kalangan orang-orang yang beriman, mereka mendapat azab yang sangat
> pedih di dunia dan di akhirat. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”_

Ayat ini menjadi peringatan tegas bahwa menyebarkan keburukan, terlebih yang belum
terbukti kebenarannya, adalah dosa besar yang akan mendapatkan balasan di dunia 
dan akhirat.

Selain itu, beliau juga mengutip **QS. Al-Ahzab ayat 72** untuk menjelaskan tentang
hakikat amanah dan kezaliman manusia:

> اِنَّا عَرَضْنَا الْاَمَانَةَ عَلَى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَالْجِبَالِ فَاَبَيْنَ
> اَنْ يَّحْمِلْنَهَا وَاَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْاِنْسَانُۗ اِنَّهٗ كَانَ
> ظَلُوْمًا جَهُوْلًا
> _“Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung;
> tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan
> melaksanakannya. Lalu, dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya ia (manusia)
> sangat zalim lagi sangat bodoh.”_

Ustadz Yandi menjelaskan bahwa kezaliman terbagi menjadi dua: kezaliman yang disengaja
dan kesalahan yang tidak disengaja. Oleh karena itu, sebagai manusia yang telah 
menerima amanah, kita wajib berhati-hati, terutama dalam menjaga rahasia dan aib
orang lain.

### Empat Hadits Penting dari Abu Hurairah

Mengacu pada kitab _Riyadhus Shalihin_, Ustadz Yandi memaparkan empat hadits yang
diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a. sebagai pedoman praktis bagi para jamaah :

 1. **Balasan bagi yang Menutup Aib:** Rasulullah ﷺ bersabda, _“Tidaklah seorang hamba
    menutupi (aib) seorang hamba yang lain di dunia, kecuali Allah akan menutupi aibnya
    pada hari kiamat.”_ (HR. Muslim). Beliau menambahkan, jika aib sudah telanjur bocor,
    maka hendaknya berita tersebut disamarkan (_as-satru_) dan tidak diungkit-ungkit
    kembali.
 2. **Larangan Berbuat Dosa Terang-terangan:** _“Setiap umatku akan dimaafkan oleh 
    Allah dari segala dosa, kecuali orang yang berbuat dosa secara terang-terangan…”_(
    Muttafaqun ‘alaih). Orang yang melakukan dosa di malam hari lalu menceritakannya
    di siang hari padahal Allah telah menutupinya, termasuk golongan yang membuka tabir
    Allah.
 3. **Hukuman bagi Budak yang Berzina:** Hadits riwayat Muttafaqun ‘alaih menjelaskan
    tentang hukuman cambuk bagi hamba sahaya perempuan yang berzina hingga tiga kali,
    dan pada kali ketiga diperintahkan untuk dijual meskipun dengan harga seutas tali.
 4. **Larangan Mencaci Maki Pelaku Maksiat:** Diceritakan seorang pria pemabuk yang
    dihukum oleh Nabi ﷺ. Setelah hukuman selesai, sebagian orang mencaci maki orang
    tersebut. Nabi ﷺ melarangnya dengan sabda, _“Jangan kalian mengatakan demikian,
    jangan kalian membantu setan atas dirinya.”_ (HR. Bukhari).

### Pesan untuk Para Jama’ah

Menutup rangkaian kajian, Ustadz H. Yandi Heryandi, M.Pd., berpesan agar senantiasa
menjaga aurat, baik secara hakiki (anggota tubuh yang wajib ditutup) maupun secara
maknawiyah (aib dan kejelekan diri maupun orang lain). Beliau juga menekankan bahwa
orang yang memiliki utang atau sedang dalam kesulitan tidak boleh aibnya disebarkan
kepada orang lain.

“Jadilah orang yang cerdas dalam bermedia sosial. Jika menemukan informasi yang 
sifatnya aib orang lain, tahan dulu, jangan langsung di-_share_. Lakukan _tabayyun_
terlebih dahulu. Menutup aib saudara muslim adalah jalan untuk mendapatkan perlindungan
Allah di hari kiamat,” pungkas beliau.

Acara yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan doa, dengan harapan agar para 
jamaah dapat mengamalkan ilmu yang didapat dan menjadi pribadi yang lebih menjaga
lisan serta kehormatan diri dan orang lain. (*)

**Peliput : Berry**
