# 10 Jalan Menuju Kebahagiaan Hakiki dalam Khutbah Jumat UMMADA

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/kebahagiaan-hakiki-khutbah-jumat-ummada/
- Published: 2026-09-04T14:11:45+07:00
- Author: Arofah Firdaus

SUASANA khusyuk menyelimuti Masjid Kampus 3 Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan(
UMMADA) pada pelaksanaan salat Jumat, 4 September 2026. Bertindak sebagai imam sekaligus
khatib, **Ustadz Drs. H. Prihatna Sudarma, MM, MSi, ARP,** menyampaikan khutbah 
dengan tema yang menggugah, **“Hidup Bahagia adalah Hak Semua Orang.”**

Kegiatan ibadah yang berlangsung pada Jumat, 4 September 2026, atau bertepatan dengan
22 Rabiul Awal 1448 H ini diikuti oleh civitas academica UMMADA serta masyarakat
sekitar dengan penuh antusias. Kehadiran jamaah yang cukup padat mencerminkan semangat
kebersamaan dan kecintaan terhadap masjid sebagai pusat peradaban dan pembinaan 
umat.

Dalam khutbahnya, Ustadz Prihatna mengajak seluruh jemaah untuk merenungi hakikat
kebahagiaan sejati. Beliau menekankan bahwa kebahagiaan bukanlah sekadar kesenangan
duniawi yang bersifat sementara, melainkan sebuah pencapaian [spiritual](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/)
yang menyeluruh, sebagaimana digambarkan dalam Al-Qur’an dengan kata _aflaha_.

“Kata `Aflaha` dalam Al-Qur’an adalah kata yang paling tepat menggambarkan kebahagiaan
dan keberuntungan,” ujar beliau, mengutip Surah Al-Mu’minun ayat 1. Kata ini, lanjutnya,
selalu didahului oleh kata _Qad_ yang berarti “sungguh,” menandakan kepastian akan
keberuntungan bagi mereka yang beriman dan beramal saleh. Hal ini merujuk pada firman
Allah dalam QS. Al-Mu’minun (23:1):
قَدْ أَفْلَحَ ٱلْمُؤْمِنُونَArtinya: _”Sungguh
beruntunglah orang-orang yang beriman.”_

## 10 Jalan Menuju Kebahagiaan Hakiki

Ustadz Prihatna memaparkan sepuluh [panduan](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/)
utama dari Al-Qur’an untuk meraih kebahagiaan yang diridai Allah Subhanahu Wa Ta’ala:

1. **Iman dan Amal Saleh.** Kebahagiaan sejati diperuntukkan bagi mereka yang beriman
dan mengerjakan amal saleh. Allah berfirman dalam QS. Ar-Ra’d (13): 29, yang artinya:_“
Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali
yang baik.”_

2. **Bertakwa kepada Allah.** Takwa menjadi fondasi utama meraih keberuntungan. 
Sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-Baqarah (2): 189, yang artinya: _“Bertakwalah
kamu kepada Allah, supaya kamu mendapat keberuntungan.”_

3. **Menjauhi Riba.** Umat [Islam](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/)
dilarang memakan riba yang berlipat ganda. QS. Ali ‘Imran (3): 130 menyatakan, _“
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda 
dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.”_

4. **Bersabar.** Kesabaran adalah kunci kemenangan dan kebahagiaan. Allah memerintahkan
dalam QS. Ali ‘Imran (3): 200, yang artinya: _“Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah
kamu dan kuatkanlah kesabaranmu… dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.”_

5. **Berjuang di Jalan Allah.** Kesungguhan dalam berjihad merupakan bentuk pengabdian.
Dalam QS. Al-Maidah (5): 35, Allah berfirman yang artinya: _“Hai orang-orang yang
beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-
Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.”_

6. **Menjauhi Minuman Keras dan Judi.** Ayat dalam QS. Al-Maidah (5): 90 dengan 
tegas melarang perbuatan keji yang dapat menghalangi dari kebahagiaan.

7. **Mengenang Anugerah Allah.** Mensyukuri nikmat adalah wujud keimanan, sebagaimana
diingatkan dalam QS. Al-A’raf (7): 69.

8. **Memperbanyak Zikir.** Mengingat Allah akan menentramkan hati. QS. Al-Anfal (
8): 45 mengingatkan, _“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan(
musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya 
agar kamu beruntung.”_

9. **Bertobat kepada Allah.** Kembali ke jalan yang benar setelah berbuat dosa adalah
kewajiban, seperti dalam QS. An-Nur (24): 31.

10. **Menyebar ke Penjuru Dunia.** Dalam QS. Al-Jumu’ah (62): 10, Allah memerintahkan
hamba-Nya untuk bertebaran di muka bumi mencari karunia-Nya dan banyak berzikir 
agar beruntung.

## Penutup

Ustadz Prihatna menutup khutbahnya dengan mengingatkan bahwa semakin banyak manfaat
yang diberikan kepada orang lain, semakin tinggi pula nilai amal saleh seseorang.
Kebahagiaan hakiki tidak hanya dirasakan sendiri, tetapi juga dirasakan oleh orang-
orang di sekitar kita.

Pelaksanaan salat Jumat kali ini berjalan dengan lancar dan penuh kekhidmatan. Para
jemaah yang hadir diajak untuk menginternalisasikan nilai-nilai kebahagiaan dalam
kehidupan sehari-hari, baik sebagai individu maupun sebagai bagian dari masyarakat
luas, dengan terus berpegang pada tuntunan Al-Qur’an dan sunnah. **Barakallah.**

**Peliput : Fahyudin dan Tim Media masjid Ad-Dien UMMADA **
