# Ketika Langit Menahan Hujan, Khatib Masjid Umar bin Khattab Ajak Jamaah Perbanyak Istighfar dan Taubat

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/ketika-langit-menahan-hujan-khatib-masjid-umar-bin-khattab-ajak-jamaah-perbanyak-istighfar-dan-taubat/
- Published: 2026-10-23T13:34:40+07:00
- Author: Redaksi-AF

MASJID Umar bin Khattab, Komplek SMK Farmasi Muhammadiyah Kabupaten Cirebon, menggelar
ibadah salat Jumat dengan khidmat pada hari ini (23/10). Bertindak selaku imam sekaligus
khatib, **Ustadz Achmad Nurjanah, S.E., S.Pd., M.Si.**, menyampaikan khutbah bertema**“
Ketika Langit Menahan Hujan”** yang sarat dengan pesan taubat dan introspeksi diri.

Dalam khutbahnya, Ustadz Achmad Nurjanah mengajak para jamaah untuk merenungkan 
kondisi musim kemarau yang panjang sebagai momentum refleksi. “Hari ini kita berada
di tengah musim yang panjang, tanah mulai retak, rumput mulai mengering, sumur mulai
menyusut, dan langit seakan menahan air matanya. Lalu mari kita bertanya kepada 
diri sendiri: jangan-jangan bukan langit yang terlalu jauh, tetapi kita yang terlalu
jauh dari Allah?” ujarnya di hadapan para jamaah.

Beliau menegaskan bahwa ketika langit kering, yang pertama harus dibasahi bukan 
hanya tanah, tetapi hati dengan air mata taubat. Hal ini sebagaimana firman Allah
dalam Surah Nuh ayat 10–11:

**فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ۝ يُرْسِلِ السَّمَاءَ
عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا**

_“Maka aku berkata kepada mereka: Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh Dia Maha
Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu.”_ (
QS. Nuh: 10–11)

Ustadz Achmad juga mengutip firman Allah dalam Surah Hud ayat 3 yang menegaskan 
janji Allah bagi hamba yang beristighfar dan bertaubat:

**وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا حَسَنًا
إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى**

_“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu kemudian bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia akan
memberikan kenikmatan yang baik kepadamu sampai waktu yang telah ditentukan.”_ (
QS. Hud: 3)

Lebih lanjut, beliau mengingatkan bahwa air merupakan nikmat yang sepenuhnya berada
di tangan Allah, sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-Waqi’ah ayat 68–69:

**أَفَرَأَيْتُمُ الْمَاءَ الَّذِي تَشْرَبُونَ ۝ أَأَنْتُمْ أَنْزَلْتُمُوهُ مِنَ 
الْمُزْنِ أَمْ نَحْنُ الْمُنْزِلُونَ**

_“Maka pernahkah kalian memperhatikan air yang kalian minum? Apakah kalian yang 
menurunkannya dari awan atau Kami yang menurunkannya?”_ (QS. Al-Waqi’ah: 68–69)

Beliau juga menyampaikan kabar gembira melalui firman Allah dalam Surah Asy-Syura
ayat 28:

**وَهُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنْ بَعْدِ مَا قَنَطُوا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهُ**

_“Dialah yang menurunkan hujan setelah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-
Nya.”_ (QS. Asy-Syura: 28)

Dalam khutbahnya, Ustadz Achmad juga meneladani Rasulullah ﷺ yang pernah berdoa 
memohon hujan dalam sebuah khutbah Jumat. Beliau mengutip doa yang dipanjatkan Nabi:

**اللَّهُمَّ اسْقِنَا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا**

_“Ya Allah, berilah kami hujan. Ya Allah, berilah kami hujan. Ya Allah, berilah 
kami hujan.”_

Beliau menceritakan bahwa Anas radhiyallahu ‘anhu menyaksikan awan muncul dan hujan
pun turun setelah doa tersebut. “Tiga kali Nabi meminta, maka jangan malu meminta
kepada Allah. Angkat tangan kita, tundukkan kepala kita, basahi pipi kita, akui 
kelemahan kita,” pesannya.

Ustadz Achmad juga mengisahkan sejarah para sahabat, ketika Umar bin Khattab radhiyallahu‘
anhu meminta Al-Abbas bin Abdul Muththalib untuk berdoa memohon hujan, dan mereka
pun mendapatkan hujan. “Ini mengajarkan kepada kita: ketika bumi kering, jangan 
hanya mengeluh. Ketika langit menahan hujan, jangan hanya menunggu. Kembalilah kepada
Allah,” tegasnya.

Di akhir khutbah, beliau mengajak jamaah untuk memuliakan hari Jumat dengan memperbanyak
istighfar, sedekah, doa, serta memperbaiki hubungan dengan sesama. “Mari kita pulang
dari masjid ini bukan hanya membawa doa meminta hujan, tetapi membawa taubat. Karena
hujan yang paling kita butuhkan bukan hanya hujan yang membasahi tanah, tetapi rahmat
yang membasahi hati,” pungkasnya.

Salat Jumat di Masjid Umar bin Khattab berlangsung tertib dan khusyuk. Para jamaah
tampak menyimak dengan saksama pesan-pesan spiritual yang disampaikan, diakhiri 
dengan doa memohon rahmat dan keberkahan bagi umat dan bangsa. (*)
