# Khidmat dan Penuh Makna, Salat Jumat di Masjid Santun Muhammadiyah Cirebon

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/khidmat-dan-penuh-makna-salat-jumat-di-masjid-santun-muhammadiyah-cirebon/
- Published: 2026-07-31T13:56:34+07:00
- Author: Arofah Firdaus

**CIREBON, 31 Juli 2026** — Suasana khusyuk dan khidmat menyelimuti [Masjid Santun](https://muhammadiyahciko.or.id/pengajian-reboan-masjid-santun-muhammadiyah-cirebon-ustadz-dr-maman-rusman-tekankan-larangan-membela-pengkhianat/)
Muhammadiyah [Kota Cirebon](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/) pada
pelaksanaan Salat Jumat, 31 Juli 2026. Jamaah yang hadir tampak antusias mengikuti
rangkaian ibadah dari awal hingga akhir. Bertindak sebagai imam sekaligus khatib
adalah **Ustadz Sunarya, S.Pd.I., M.M.**, yang menyampaikan khutbah dengan tema 
mengajak jamaah untuk merenungi dan **mensyukuri nikmat Allah** yang telah diberikan
serta mengupas tuntas kriteria menjadi seorang muslim yang baik.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/07/muhciko-
khidmat-dan-penuh-makna-salat-jumat-di-masjid-santun-muhammadiyah-cirebon-3.jpg?
resize=1024%2C768&ssl=1)

## Ajakan Mensyukuri Nikmat dan Merenungi Hakikat Keimanan

Dalam khutbah pertamanya, Ustadz Sunarya mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa
bersyukur atas nikmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang tak terhitung jumlahnya. Beliau
mengingatkan bahwa di antara manusia ada yang perkataannya mengagumkan, namun hatinya
penuh pertentangan. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 204:

**وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُعْجِبُكَ قَوْلُهُ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيُشْهِدُ 
اللَّهَ عَلَىٰ مَا فِي قَلْبِهِ وَهُوَ أَلَدُّ الْخِصَامِ**

_Artinya: “Dan di antara manusia ada yang pembicaraannya tentang kehidupan dunia
mengagumkan engkau (Muhammad), dan dia bersaksi kepada Allah mengenai isi hatinya,
padahal dia adalah penantang yang paling keras.”_ (QS. Al-Baqarah: 204)

Khatib menegaskan bahwa seorang muslim sejati tidak hanya baik di lisan, tetapi 
juga harus selaras hati dan perbuatannya.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/07/muhciko-
khidmat-dan-penuh-makna-salat-jumat-di-masjid-santun-muhammadiyah-cirebon-2.jpg?
resize=1024%2C768&ssl=1)

## Dua Kriteria Menjadi Muslim yang Baik

Memasuki inti khutbah, Ustadz Sunarya memaparkan dua kriteria utama menjadi muslim
yang baik berdasarkan tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

**1. Menjadi Muslim yang Bermanfaat, Bagai Lebah**

Ustadz Sunarya mengumpamakan seorang muslim yang baik seperti seekor lebah. Apa 
yang dimakan dan dikeluarkan adalah hal-hal yang baik, dan ia tidak akan merusak
tempat yang dihinggapinya. Beliau mengutip sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi
Wasallam:

**إِنَّ مَثَلَ الْمُؤْمِنِ لَكَمَثَلِ النَّحْلَةِ أَكَلَتْ طَيِّبًا وَوَضَعَتْ طَيِّبًا
وَوَقَعَتْ فَلَمْ تَكْسِرْ وَلَمْ تُفْسِدْ**

_Artinya: “Sesungguhnya perumpamaan mukmin itu bagaikan lebah, ia memakan yang baik,
mengeluarkan yang baik, dan ketika hinggap (di suatu tempat) ia tidak mematahkan
dan tidak merusak.”_ (HR. Ahmad, Al-Hakim, dan Al-Baihaqi)

Lebah hanya memakan sari-sari yang baik dan menghasilkan madu yang menyembuhkan.
Kehadirannya tidak merusak, bahkan memberi manfaat bagi [lingkungan](https://muhammadiyahciko.or.id/muhammadiyah-karhutla-bukan-bencana-tahunan/).
Begitulah seharusnya seorang muslim, di mana pun berada, ia harus menjadi sumber
kebaikan dan tidak membuat kerusakan .

**2. Menyelamatkan Orang Lain dari Gangguan Lisan dan Tangan**

Kriteria kedua adalah seorang muslim yang baik adalah mereka yang membuat muslim
lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya. Hal ini sebagaimana sabda Nabi
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:

**الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ**

_Artinya: “Seorang muslim (yang sempurna) adalah seseorang yang kaum muslimin (yang
lain) selamat dari (keburukan) lidah dan tangannya.”_ (HR. Bukhari)

Beliau menjelaskan bahwa seorang muslim yang baik harus mampu menjaga lisannya dari
perkataan buruk, ghibah, fitnah, serta menjaga tangannya dari perbuatan yang menyakiti
atau merugikan orang lain.

## Penutup Khutbah yang Menyentuh Hati

Di akhir khutbah, Ustadz Sunarya mengingatkan bahwa menjadi muslim yang baik adalah
cerminan dari rasa syukur atas nikmat Allah. Beliau berdoa semoga seluruh jamaah
diberikan kekuatan untuk menjadi hamba-hamba-Nya yang bermanfaat dan selalu menjaga
lisan serta perbuatan. Pelaksanaan salat Jumat kali ini pun berlangsung dengan tertib
dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh jamaah yang hadir .

**Peliput : Dakum, S.Pd., dan Tim Media Masjid Santun Muhammadiyah Cirebon**

**Editor : Arofah Firdaus **
