# Khutbah Jumat di Masjid Ad-Din Ummada: Mengungkap Makna Tersembunyi dan Menyongsong Ramadhan di Bulan Sya’ban

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/khutbah-jumat-di-masjid-ad-din-ummada-mengungkap-makna-tersembunyi-dan-menyongsong-ramadhan-di-bulan-syaban/
- Published: 2026-01-23T16:25:48+07:00
- Author: Arofah Firdaus

**CIREBON, 23 Januari 2026** – Masjid Ad-Din Ummada Kampus Kalitanjung [Kota Cirebon](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/)
menjadi pusat kekhidmatan dan pencerahan pada pelaksanaan Salat Jumat kali ini. 
Ustadz Achmad Nurjanah, SE., S.Pd., M.Si., yang bertindak sebagai Imam dan Khatib,
menyampaikan khutbah yang mendalam dengan tema **“Makna Tersembunyi di Balik Huruf
Sya’ban”**, mengajak jamaah untuk memaknai bulan ini sebagai momentum persiapan 
lahir dan batin menyongsong Ramadhan.

**Sya’ban: Bulan Mulia yang Sering Terlupakan**
Dalam mukadimahnya, Ustadz Achmad
Nurjanah menegaskan pentingnya menata niat untuk meraih keutamaan ibadah Jumat. 
Beliau kemudian mengajak jamaah menyadari kedudukan istimewa bulan Sya’ban, yang
kerap dilalaikan karena posisinya yang diapit oleh dua bulan agung: Rajab dan Ramadhan.

> **ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ**
> **_“Itu adalah
> bulan yang sering dilalaikan manusia, antara Rajab dan Ramadhan.”_** (HR. An-Nasa’i)

Meski sering terlupakan, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam justru memperbanyak
puasa sunnah di bulan ini, salah satunya karena pada Sya’ban amal perbuatan manusia
diangkat kepada Allah. Beliau bersabda:

> **تُرْفَعُ فِيهِ الأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ
> عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ**
> **_“Pada bulan (Sya’ban) itu amal-amal diangkat kepada
> Rabb semesta alam, maka aku ingin amalku diangkat sedang aku dalam keadaan berpuasa.”_**(
> HR. An-Nasa’i)

**Dekonstruksi Makna: Tafsir Huruf Hijaiyah Sya’ban**
Khatib kemudian menguraikan
makna filosofis bulan Sya’ban melalui [tafsir](https://muhammadiyahciko.or.id/pengajian-ahad-pagi-pcm-kesambi-ustadz-agus-wahid-ulas-tafsir-al-asr-ingatkan-pentingnya-manajemen-waktu/)
setiap huruf dalam kata **شَعْبَانَ** (Sya’ban), merujuk pada kitab _Nuzhatul Majalis_
karya Imam Abdurrahman As-Shafury.

 1. **Syin (ش) untuk _Asy-Syaraf_ (Kemuliaan)**. Sya’ban adalah bulan untuk menggapai
    kemuliaan dengan menjaga kehormatan diri, akhlak, lisan, dan perbuatan. Kemuliaan
    sejati, sebagaimana firman Allah, terletak pada ketakwaan. **إِنَّ أَكْرَمَكُمْ
    عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ**
    **_“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di
    sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa.”_** (QS. Al-Hujurat: 13)
 2. **‘Ain (ع) untuk _Al-‘Uluw_ (Ketinggian Derajat)**. Sya’ban adalah momentum untuk
    mengangkat derajat [spiritual](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/)
    melalui ibadah sunnah, shalawat, dan mendekatkan diri pada Al-Qur’an.
 3. **Ba’ (ب) untuk _Al-Birr_ (Kebajikan)**. Sya’ban mengajak untuk memperbanyak kebaikan
    holistik, tidak hanya ritual tetapi juga kepedulian [sosial](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/).
    Allah menjanjikan balasan berlipat ganda. **مَن جَآءَ بِٱلْحَسَنَةِ فَلَهُۥ عَشْرُ
    أَمْثَالِهَا**
    **_“Barangsiapa membawa kebaikan, maka dia akan mendapat (balasan)
    sepuluh kali lipat amalnya.”_** (QS. Al-An’am: 160)
 4. **Alif (ا) untuk _Al-Ulfah_ (Keakraban dan Kasih Sayang)**. Sya’ban adalah bulan
    untuk merajut kembali ukhuwah, memaafkan, dan menebar cinta kasih dalam keluarga
    dan masyarakat. **وَٱلْكَٰظِمِينَ ٱلْغَيْظَ وَٱلْعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ
    يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ**
    **_“Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan(
    kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.”_** (
    QS. Ali ‘Imran: 134)
 5. **Nun (ن) untuk _An-Nur_ (Cahaya)**. Amalan di bulan Sya’ban diharapkan menjadi
    cahaya (_nur_) yang menerangi hati, membersihkan jiwa, dan menjadi bekal cahaya
    iman untuk menyambut Ramadhan.

**Penutup dan Doa: Menyambut Ramadhan dengan Persiapan Optimal**
Ustadz Achmad Nurjanah
menutup khutbah dengan seruan agar jamaah tidak menyia-nyiakan bulan Sya’ban. Beliau
mengajak untuk menghidupkannya dengan memperbanyak amal saleh, memperbaiki hubungan
dengan sesama, dan meningkatkan ketakwaan. “Jadikan Sya’ban sebagai _bulan persiapan
ruhani_ agar kita memasuki Ramadhan dengan hati yang bersih, iman yang kuat, dan
semangat ibadah yang lebih baik,” pesannya.

Khutbah ditutup dengan doa agar Allah Subhanahu Wa Ta’ala mempertemukan jamaah dengan
bulan Ramadhan dalam keadaan sehat wal afiat, dan memberikan kekuatan untuk menjalankan
ibadah di dalamnya dengan optimal. Salat Jumat berlangsung tertib dan khidmat, mengisi
jiwa jamaah dengan pesan-pesan persiapan spiritual menuju bulan suci.

## Comments

### By: puji nirmo

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/khutbah-jumat-di-masjid-ad-din-ummada-mengungkap-makna-tersembunyi-dan-menyongsong-ramadhan-di-bulan-syaban/comment-page-1/#comment-1879
- Published: 2026-01-23T17:14:05+07:00

Semoga kita semua bs mempersiapkan diri mrnghadapi bln Ramadhan 1447 H dg membuat
rencana yg baik dlm bln Sya’ban
