# Khutbah Jumat Masjid Al-Ikhlas Kesambi: Memaknai 5 Fase Kehidupan

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/khutbah-jumat-di-masjid-al-ikhlas-drajat-kesambi-memaknai-5-fase-kehidupan-manusia-menuju-ridha-allah/
- Published: 2026-09-18T13:00:49+07:00
- Author: Redaksi-AF

---

MASJID Al-Ikhlas Drajat [PCM Kesambi](https://muhammadiyahciko.or.id/pengajian-ahad-pagi-pcm-kesambi-ustadz-agus-wahid-ulas-tafsir-al-asr-ingatkan-pentingnya-manajemen-waktu/)
menggelar salat Jumat (18/9/26) dengan khusyuk dan tertib. Bertindak selaku imam
sekaligus khatib, Ustadz H. Yandi Heryandi, M.Pd., menyampaikan khutbah bertema “
5 Fase Kehidupan Manusia di Dunia”. Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh jamaah
untuk merenungkan perjalanan usia dan mempersiapkan bekal akhirat sejak dini.

Dalam khutbahnya, Ustadz H. Yandi Heryandi mengupas tuntas klasifikasi usia manusia
menurut para fuqaha (ahli [fikih](https://muhammadiyahciko.or.id/pengajian-ahad-pagi-pcm-harjamukti-ustadz-yandi-heryandi-paparkan-fikih-shalat-jenazah/))
yang terbagi ke dalam lima fase. Fase-fase tersebut meliputi _shabiy_ (bayi), _athfal_(
anak-anak), _syabab_ (pemuda), _kahulah_ (dewasa/40 tahun), hingga _syuyukh_ (tua/
60 tahun ke atas). Menurutnya, pemahaman atas fase ini sangat penting agar manusia
semakin matang dalam menghadapi perjalanan hidup dan tidak terlena oleh kenikmatan
dunia yang sementara.

“Betapa seringnya kita terlena dalam menghadapi perjalanan dunia. Kita selalu percaya
diri, menganggap hidup di dunia masih lama dan jauh. Padahal, setiap manusia memiliki
jatuh kontrak hidup di dunia yang pasti. Kedatangannya sangat mendadak dan tidak
ada yang mengetahuinya,” pesan Ustadz Yandi di hadapan para jamaah.

Khatib menekankan bahwa momentum usia 40 tahun (_kahulah_) merupakan titik balik(
_start_) bagi manusia untuk kembali ke jalan Allah. Pada fase ini, Allah memberikan
kematangan dan puncak kedewasaan dalam hal berpikir maupun tanggung jawab. Hal ini
sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Ahqaf ayat 15:

**وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا
وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا ۚ حَتَّىٰ إِذَا
بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ
نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا
تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ 
الْمُسْلِمِينَ**

_“Sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun, dia (
anak itu) berkata, ‘Wahai Tuhanku, berilah petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-
Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dapat beramal
saleh yang Engkau ridhai, dan berikanlah kesalehan kepadaku hingga kepada anak cucuku.
Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim.'”_(
QS. Al-Ahqaf: 15).

Lebih lanjut, Ustadz Yandi mengingatkan bahwa setiap ibadah yang diamalkan haruslah
didasari oleh nilai keikhlasan yang semata-mata ditujukan kepada Allah Subhanahu
Wa Ta’ala. Ibadah tanpa keikhlasan, lanjutnya, hanya akan mendatangkan sifat _riya’_(
pamer), _ujub_ (bangga diri), _takabbur_ (sombong), dan berbagai keburukan lain 
yang dimurkai Allah.

Ia juga mengutip kisah dalam kitab _Tanbihul Ghafilin_. Dikisahkan bahwa suatu hari
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam dijumpai oleh salah seorang sahabat dalam 
keadaan menangis. Sahabat tersebut lalu bertanya tentang penyebabnya. Rasulullah
Shalallahu Alaihi Wasallam menjawab bahwa sesaat yang lalu Malaikat Jibril menginformasikan
bahwa Allah sengaja menunda datangnya musibah terhadap suatu kaum selama di dalamnya
masih ada kelompok orang yang sudah beruban (tua), tetapi hatinya tetap terpancang
untuk selalu dekat dengan Allah. Inilah yang membuat Rasulullah Shalallahu Alaihi
Wasallam menangis terharu.

Di akhir khutbahnya, khatib mengajak seluruh jamaah untuk melakukan muhasabah (introspeksi
diri). Ia menegaskan bahwa tidak ada cara lain untuk membangun jaringan akhirat 
kecuali dengan peningkatan keimanan dan ketakwaan, sebagaimana pesan Allah dalam
surat Al-Baqarah ayat 197:

**وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ**

_“Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.”_ (QS. Al-Baqarah:
197).

Salat Jumat di Masjid Al-Ikhlas PCM Kesambi pun ditutup dengan doa bersama, memohon
agar seluruh jamaah senantiasa mendapatkan hidayah dan taufik dari Allah Subhanahu
Wa Ta’ala, serta segala amal ibadah mereka diridhai oleh-Nya. (**)

---

### Peliput: Tim Media masjid Al-Ikhlas Drajat

## Comments

### By: Yandi Heryandi

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/khutbah-jumat-di-masjid-al-ikhlas-drajat-kesambi-memaknai-5-fase-kehidupan-manusia-menuju-ridha-allah/comment-page-1/#comment-5363
- Published: 2026-09-18T14:09:13+07:00

Orang yang tidak akan merugi adalah yang dapat menggunakan dan memanfaatkan waktu
hidupnya dengan baik

### By: Moch Sidik Sadali

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/khutbah-jumat-di-masjid-al-ikhlas-drajat-kesambi-memaknai-5-fase-kehidupan-manusia-menuju-ridha-allah/comment-page-1/#comment-5362
- Published: 2026-09-18T14:04:32+07:00

Semoga isi ceramah khotbah Jum’at yang dilaksanakan di Masjid Al-Ikhlas Drajat Kesambi
Kota Cirebon yang bertemakan
 MEMAKNAI LIMA FASE KEHIDUPAN MANUSIA MENUJU RIDHO 
ALLAAH bisa diterima oleh para hadirin, bisa dipetik hikmahnya dan bermanfaat serta
bisa dijadikan sebagai pegangan hidup sehari-hari. Aamiin Allaahumma Yaa Allaah 
Mujiibassaa’iliin.

### By: Fahyudin

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/khutbah-jumat-di-masjid-al-ikhlas-drajat-kesambi-memaknai-5-fase-kehidupan-manusia-menuju-ridha-allah/comment-page-1/#comment-5361
- Published: 2026-09-18T14:03:50+07:00

Pengingat penting agar kita tidak menunda bertaubat dan senantiasa meluruskan niat
dalam beribadah hanya karena Allah.
