# Khutbah Jumat di Masjid Al Ikhlas: Ustadz Didin Ahidin Paparkan Empat Langkah Menjadikan Al-Qur’an sebagai Petunjuk Hidup

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/khutbah-jumat-di-masjid-al-ikhlas-ustadz-didin-ahidin-paparkan-empat-langkah-menjadikan-al-quran-sebagai-petunjuk-hidup/
- Published: 2026-03-08T10:42:32+07:00
- Author: Arofah Firdaus

**CIREBON, 6 Maret 2026** – Masjid Al Ikhlas Drajat, Kecamatan Kesambi, [Kota Cirebon](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/),
dipenuhi jamaah pada pelaksanaan Salat Jumat, 6 Maret 2026. Bertindak sebagai imam
sekaligus khatib, **Ustadz Apt. Didin Ahidin, S.Si., M.Farm.**, menyampaikan khutbah
yang mendalam dengan tema **“Ramadhan Syahrul Quran: Menjadikan Al-Qur’an sebagai
Petunjuk Hidup”** .

Turut hadir dalam kesempatan tersebut **Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM)
Kesambi, H. Digyono** , beserta jajaran pengurus dan warga Muhammadiyah se-Kecamatan
Kesambi. Jamaah tampak khusyuk menyimak tausiyah yang mengupas tentang keistimewaan
Ramadhan sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an dan bagaimana menjadikan kitab suci
ini sebagai petunjuk dalam kehidupan.

---

## Ramadhan: Bulan Diturunkannya Al-Qur’an

Ustadz Didin Ahidin mengawali khutbah dengan mengingatkan salah satu keistimewaan
terbesar bulan Ramadhan, yaitu diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat
manusia. Beliau mengutip firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 185:

**شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ
مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ**

_“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk
bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara
yang hak dan yang batil).”_ (QS. Al-Baqarah: 185)

“Al-Qur’an diturunkan di bulan yang mulia ini untuk menjadi **hudan** (petunjuk)
bagi manusia, **bayyinat** (penjelas) dari petunjuk tersebut, dan **furqan** (pembeda)
antara yang hak dan yang batil. Inilah fungsi utama Al-Qur’an dalam kehidupan kita,”
papar Ustadz Didin.

---

## Empat Langkah Menjadikan Al-Qur’an sebagai Petunjuk Hidup

Memasuki inti khutbah, Ustadz Didin memaparkan empat langkah konkret agar Al-Qur’an
benar-benar menjadi petunjuk (hudan) dalam kehidupan sehari-hari.

### 1. Mengimani Al-Qur’an sebagai Wahyu Allah yang Terjamin Kebenarannya

Langkah pertama dan paling fundamental adalah meyakini dengan sepenuh hati bahwa
Al-Qur’an adalah wahyu Allah yang mutlak benar, bukan buatan manusia apalagi sekadar
syair-syair Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam sebagaimana dituduhkan oleh
orang-orang yang tidak suka kepada [Islam](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/).

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 2:

**ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ**

_“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.”_(
QS. Al-Baqarah: 2)

“Keyakinan ini perlu kita tegakkan kembali, karena di luar sana ada kelompok-kelompok
yang tidak suka terhadap Islam yang mencoba menggoyahkan keyakinan umat Islam. Mereka
membuat narasi bahwa Al-Qur’an hanyalah syair-syair yang dibuat oleh Nabi Muhammad
Shalallahu Alaihi Wasallam. Sungguh, ini merupakan kekeliruan yang sangat nyata,”
tegas Ustadz Didin.

### 2. Mampu Membaca Al-Qur’an dengan Tartil

Langkah kedua adalah membekali diri dengan kemampuan membaca Al-Qur’an secara tartil,
yaitu membaca dengan benar sesuai hukum tajwid, perlahan, dan tidak tergesa-gesa.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam QS. Al-Muzzammil ayat 4:

**وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا**

_“Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan tartil.”_ (QS. Al-Muzzammil: 4)

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda tentang keutamaan mempelajari dan
mengajarkan Al-Qur’an:

**خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ**

_“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.”_(
HR. Bukhari)

“Kita harus berusaha untuk bisa membaca Al-Qur’an dengan tartil. Jika belum bisa,
belajarlah. Jika sudah bisa, tingkatkan kualitas bacaannya. Jangan sampai kita termasuk
orang yang jauh dari Al-Qur’an,” ajak Ustadz Didin.

### 3. Mampu Memahami Kandungan Al-Qur’an

Langkah ketiga adalah berusaha memahami makna dan kandungan Al-Qur’an. Allah menegur
keras orang-orang yang tidak mau mentadaburi (merenungkan) Al-Qur’an.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam QS. Muhammad ayat 24:

**أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا**

_“Maka tidakkah mereka menghayati Al-Qur’an, ataukah hati mereka sudah terkunci?”_(
QS. Muhammad: 24)

“Di bulan Ramadhan ini, mari kita mencoba belajar memahami isi Al-Qur’an. Ikuti 
kajian-kajian yang membahas kandungan Al-Qur’an. Jangan hanya membaca tanpa tahu
arti dan pesan yang terkandung di dalamnya,” pesan Ustadz Didin.

### 4. Mengamalkan Al-Qur’an dalam Kehidupan

Langkah keempat dan yang paling penting adalah mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam
kehidupan sehari-hari. Percuma bisa membaca dan memahami, tetapi tidak diamalkan.

Ustadz Didin mengutip sebuah atsar (perkataan ulama) yang sangat terkenal:

**مَنْ جَعَلَ الْقُرْآنَ أَمَامَهُ قَادَهُ إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَنْ جَعَلَ الْقُرْآنَ
خَلْفَهُ سَاقَهُ إِلَى النَّارِ**

_“Barangsiapa yang menjadikan Al-Qur’an di hadapannya (sebagai imam/pemimpin dalam
hidupnya), maka ia akan digiring ke surga. Dan barangsiapa yang menjadikan Al-Qur’an
di belakangnya (diabaikan), maka ia akan didorong ke neraka.”_

“Al-Qur’an harus menjadi imam, [pemimpin](https://muhammadiyahciko.or.id/pengajian-reboan-masjid-santun-muhammadiyah-cirebon-ustadz-dr-maman-rusman-tekankan-larangan-membela-pengkhianat/),
dan pedoman dalam hidup kita. Semua langkah dan keputusan harus mengacu pada petunjuk
Al-Qur’an. Jangan sampai kita menjadikan Al-Qur’an hanya sebagai bacaan di atas 
lemari, atau hanya dibaca saat ada acara tertentu, tetapi tidak dijadikan pedoman
hidup,” tegas Ustadz Didin.

---

## Penutup: Al-Qur’an sebagai Hudan Sepanjang Masa

Menutup khutbah, Ustadz Didin Ahidin mengajak jamaah untuk mengamalkan keempat langkah
tersebut, sehingga Al-Qur’an benar-benar menjadi petunjuk (hudan) dalam kehidupan,
baik di dunia maupun di akhirat.

“Semoga kita bisa mengamalkan keempat hal tersebut, sehingga insya Allah Al-Qur’an
bisa menjadi hudan dalam kehidupan kita. Dengan berpegang teguh pada Al-Qur’an, 
kita tidak akan tersesat selama-lamanya, baik di dunia maupun di akhirat. Aamiin,”
pungkasnya.

**بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ
بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ
اللهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ**

_“Semoga Allah memberkati aku dan kalian semua dalam Al-Qur’an yang agung, dan semoga
Dia memberikan manfaat kepadaku dan kepada kalian dengan ayat-ayat dan dzikir yang
bijaksana yang terkandung di dalamnya. Aku katakan perkataanku ini dan aku memohon
ampun kepada Allah untukku dan untuk kalian, maka mohonlah ampun kepada-Nya, sesungguhnya
Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”_

Salat Jumat berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Jamaah yang hadir mendapatkan 
pencerahan tentang pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup, terutama
di bulan Ramadhan yang merupakan Syahrul Quran.

## Comments

### By: SfitriaF

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/khutbah-jumat-di-masjid-al-ikhlas-ustadz-didin-ahidin-paparkan-empat-langkah-menjadikan-al-quran-sebagai-petunjuk-hidup/comment-page-1/#comment-2329
- Published: 2026-03-08T11:15:43+07:00

Masyaallah tabarakallah
