# Khutbah Jumat di Masjid Santun: Menjadi Muslim Produktif dengan Cerdas Beribadah dan Fastabiqul Khairat

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/khutbah-jumat-di-masjid-santun-menjadi-muslim-produktif-dengan-cerdas-beribadah-dan-fastabiqul-khairat/
- Published: 2026-02-06T12:50:41+07:00
- Author: Arofah Firdaus

**CIREBON, 6 Februari 2026** – [Masjid Santun](https://muhammadiyahciko.or.id/pengajian-reboan-masjid-santun-muhammadiyah-cirebon-ustadz-dr-maman-rusman-tekankan-larangan-membela-pengkhianat/)
Muhammadiyah [Kota Cirebon](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/) kembali
menjadi tempat pencerahan dan pembinaan iman dalam pelaksanaan Salat Jumat. Pada
Jumat (6/2/2026) ini, Ustadz Sunarya, S.Pd.I., MM., bertindak sebagai Imam dan Khatib,
menyampaikan khutbah yang mengajak jamaah untuk meningkatkan kualitas ketakwaan 
melalui ibadah yang cerdas dan semangat berlomba dalam kebaikan. Nampak hadir Ketua
Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Cirebon, Drs. Puji Nirmo, beserta sejumlah pimpinan
lainnya.

**Dasar Takwa: Ibadah yang Cerdas dan Berjamaah**
Khatib membuka khutbah dengan 
mengajak jamaah untuk senantiasa bertakwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Landasan
takwa yang utama adalah beribadah kepada-Nya dengan ikhlas dan sungguh-sungguh. 
Beliau menekankan pentingnya **ibadah yang cerdas**, yaitu ibadah yang tidak hanya
rutin, tetapi juga dipahami, dihadiri dengan sungguh-sungguh, dan dilaksanakan dalam
kebersamaan (berjamaah).

Ustadz Sunarya mengilustrasikan kecerdasan beribadah ini dengan kisah teladan seorang
sahabat Nabi. “Bayangkan keutamaan seorang sahabat yang selalu mendapat tempat di
sebelah kanan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam dalam shalat jamaah. Ketika 
ia sakit, Rasulullah menjenguknya dari pagi hingga sore, menunjukkan betapa mulianya
orang yang komitmen pada jamaah,” ujarnya. Kisah ini menggambarkan bahwa panggilan
iman untuk berjamaah bisa mengalahkan segala hambatan, termasuk jarak dan kondisi
fisik.

![](https://muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/02/img202602061203158874591477095218272-
768x1024.jpg)

**Semangat Fastabiqul Khairat: Berlomba dalam Kebaikan**
Dari kisah tersebut, khatib
mengajak jamaah untuk meneladani semangat **fastabiqul khairat** (berlomba-lomba
dalam kebaikan). Beliau mengutip firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang menantang
setiap muslim untuk menjadi yang terdepan dalam amal kebajikan:

> **الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا**
> **_“Dialah (Allah) yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kamu,
> siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.”_** (QS. Al-Mulk: 2)

Ayat ini, jelas Ustadz Sunarya, adalah motivasi untuk tidak menjadi muslim yang 
biasa-biasa saja. “Allah tidak bertanya siapa yang _banyak_ amalnya, tetapi siapa
yang _paling baik_ (_ahsan_) amalnya. Ini mengajak kita untuk berlomba dalam kualitas,
keikhlasan, dan dampak dari setiap perbuatan baik kita,” tegasnya.

**Memberikan yang Terbaik: Modal Menyambut Ramadhan**
Pesan inti lainnya adalah 
memberikan kontribusi terbaik sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. “Seperti sahabat
tadi yang memberikan yang terbaik dari apa yang ia miliki—waktunya, tenaganya untuk
hadir berjamaah—kita pun harus demikian,” ajak khatib.

Menyambut bulan Sya’ban yang segera bergulir, Ustadz Sunarya menegaskan bahwa momentum
ini adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan ketaatan dan memperbanyak amal ibadah.“
Marilah kita isi Sya’ban ini dengan meningkatkan kuantitas dan kualitas amal baik
kita. Tingkatkan tilawah, perbanyak sedekah, jaga shalat berjamaah, dan sambutlah
Ramadhan nanti dengan bekal iman yang lebih berat,” pesannya.

Khutbah ditutup dengan doa agar Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjadikan jamaah sebagai
hamba-hamba-Nya yang senantiasa **fastabiqul khairat**, mampu beribadah dengan cerdas
dan ikhlas, serta diberi kekuatan untuk konsisten memberikan yang terbaik dari diri
mereka untuk agama, masyarakat, dan persyarikatan. Dengan semangat ini, diharapkan
setiap muslim dapat menjadi pribadi yang produktif dalam kebaikan dan berkontribusi
nyata bagi kemajuan bersama.
