# Khutbah Jumat di Masjid Santun Muhammadiyah: Ustadz H. Ali Mahfudz Ajak Tingkatkan Imtak di Tengah Resesi Ekonomi

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/khutbah-jumat-di-masjid-santun-muhammadiyah-ustadz-h-ali-mahfudz-ajak-tingkatkan-imtak-di-tengah-resesi-ekonomi/
- Published: 2026-06-05T12:22:00+07:00
- Author: Arofah Firdaus

**CIREBON, 5 Juni 2026** – Suasana khusyuk menyelimuti [Masjid Santun](https://muhammadiyahciko.or.id/pengajian-reboan-masjid-santun-muhammadiyah-cirebon-ustadz-dr-maman-rusman-tekankan-larangan-membela-pengkhianat/)
Muhammadiyah [Kota Cirebon](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/) pada
pelaksanaan salat Jumat, 5 Juni 2026. Bertindak sebagai imam sekaligus khatib, Ustadz
H. Ali Mahfudz menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya meningkatkan keimanan
dan ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang sebenar-benarnya di tengah kondisi
ekonomi bangsa yang sedang terpuruk.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) 
Kota Cirebon, Drs. Puji Nirmo, beserta jajaran pimpinan lainnya. Jamaah tampak antusias
dan menyimak dengan saksama setiap pesan yang disampaikan.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/06/muhciko-
khutbah-jumat-di-masjid-santun-muhammadiyah-ustadz-h.-ali-mahfudz-ajak-tingkatkan-
imtak-di-tengah-resesi-ekonomi-2.jpg?resize=768%2C1024&ssl=1)

## Pesan Takwa di Tengah Kegelisahan Rakyat

Dalam khutbahnya, Ustadz H. Ali Mahfudz mengawali dengan seruan untuk bertakwa kepada
Allah Subhanahu Wa Ta’ala:

> **يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ
> إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ**
> _Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-
> benar takwa kepada-Nya; dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.”_(
> QS. Ali Imran: 102)

Beliau menyoroti keresahan yang melanda rakyat Indonesia akibat melambungnya kebutuhan
hidup sehari-hari dan kondisi ekonomi yang sulit. “Ada yang berdemo, ada yang bunuh
diri, bahkan ada yang tega membunuh anaknya sendiri karena tekanan ekonomi,” ujar
beliau dengan nada prihatin.

Ustadz H. Ali Mahfudz dengan tegas mengingatkan larangan membunuh anak karena takut
miskin, sebagaimana firman Allah:

> **وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ ۖ نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ
>  ۚ إِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْئًا كَبِيرًا**
> _Artinya: “Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah
> yang memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka
> adalah dosa yang besar.”_ (QS. Al-Isra’: 31)

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/06/muhciko-
khutbah-jumat-di-masjid-santun-muhammadiyah-ustadz-h.-ali-mahfudz-ajak-tingkatkan-
imtak-di-tengah-resesi-ekonomi-1.jpg?resize=768%2C1024&ssl=1)

## Kisah Yusuf: Solusi Menghadapi Resesi

Mengambil inspirasi dari surat Yusuf, khatib menjelaskan bahwa Al-Qur’an telah memberikan
[panduan](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/) jitu dalam menghadapi
resesi ekonomi. Beliau mengawali dengan firman Allah:

> **نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ أَحْسَنَ الْقَصَصِ بِمَا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ هَٰذَا
> الْقُرْآنَ**
> _Artinya: “Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan
> Al-Qur’an ini kepadamu.”_ (QS. Yusuf: 3)

Beliau kemudian menguraikan tamsil mimpi raja Mesir tentang tujuh ekor sapi betina
yang gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus, dan tujuh bulir gandum
hijau serta tujuh bulir kering (QS. Yusuf: 43-49). Mimpi itu ditafsirkan oleh Nabi
Yusuf sebagai masa tujuh tahun panen raya diikuti tujuh tahun paceklik.

Ustadz H. Ali Mahfudz memaparkan tiga solusi mengatasi resesi berdasarkan kisah 
tersebut:

**Pertama, bekerja keras menanam selama tujuh tahun.** “Kelemahan umat sekarang 
adalah ingin cepat kaya, instan, tanpa proses. Akhirnya ketika sulit, mereka putus
asa, stres, merampok, mencuri, dan melakukan tindak kriminal lainnya. Padahal nasib
negara ada di tangan kita sendiri,” tegasnya.

**Kedua, hidup hemat.** Beliau mengingatkan untuk tidak menghambur-hamburkan harta
dan menjauhi gaya hidup mewah yang tidak perlu.

**Ketiga, hidup dengan menahan diri dari hawa nafsu.** Khatib menyitir pengakuan
Nabi Yusuf:

> **وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي ۚ إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا
> رَحِمَ رَبِّي ۚ إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَحِيمٌ**
> _Artinya: “Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya
> nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali yang diberi rahmat oleh Tuhanku.
> Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”_ (QS. Yusuf: 53)

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/06/muhciko-
khutbah-jumat-di-masjid-santun-muhammadiyah-ustadz-h.-ali-mahfudz-ajak-tingkatkan-
imtak-di-tengah-resesi-ekonomi-768x1024.jpg?resize=768%2C1024&ssl=1)

## Penutup: Pelajaran bagi Ulul Albab

Mengakhiri khutbahnya, Ustadz H. Ali Mahfudz menutup dengan pesan bahwa kisah dalam
Al-Qur’an adalah pelajaran bagi orang-orang yang berakal.

> **لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ ۗ مَا كَانَ حَدِيثًا
> يُفْتَرَىٰ وَلَٰكِنْ تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ
> وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ**
> _Artinya: “Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-
> orang yang mempunyai akal. Al-Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan
> tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu,
> serta sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.”_ (QS. Yusuf: 111)

Usai salat, Ketua PDM Kota Cirebon, Drs. Puji Nirmo, menyampaikan apresiasinya terhadap
materi khutbah yang sangat relevan dengan kondisi umat saat ini. Beliau berharap
jamaah dapat mengamalkan pesan-pesan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Pelaksanaan salat Jumat berlangsung tertib, aman, dan penuh berkah. Jamaah pulang
dengan membawa pencerahan dan semangat baru untuk menghadapi tantangan ekonomi dengan
cara yang diridai Allah. (Dakum)
