# Khutbah Jumat di Masjid Santun: Ustadz Ahmad Nurjanah Ajak Optimalisasi Sya’ban sebagai Bekal Menyambut Ramadhan

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/khutbah-jumat-di-masjid-santun-ustadz-ahmad-nurjanah-ajak-optimalisasi-syaban-sebagai-bekal-menyambut-ramadhan/
- Published: 2026-02-13T13:05:02+07:00
- Author: Arofah Firdaus

**CIREBON, 13 Februari 2026** – [Masjid Santun](https://muhammadiyahciko.or.id/pengajian-reboan-masjid-santun-muhammadiyah-cirebon-ustadz-dr-maman-rusman-tekankan-larangan-membela-pengkhianat/)
Muhammadiyah [Kota Cirebon](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/) kembali
menjadi pusat pencerahan [spiritual](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/)
pada pelaksanaan Salat Jumat, 13 Februari 2026. Bertindak sebagai Imam sekaligus
Khatib, **Ustadz Ahmad Nurjanah, SE., S.Pd., M.Si.** , menyampaikan khutbah bertema
persiapan menyambut bulan suci Ramadhan.

---

## Mukadimah: Seruan Takwa dan Kesiapan Menyongsong Ramadhan

Khatib mengawali khutbah dengan seruan takwa yang menjadi fondasi setiap ibadah.

**يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ
إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ**

_“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar 
takwa kepada-Nya, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.”_ (QS. Ali‘
Imran: 102)

Ustadz Ahmad Nurjanah mengingatkan bahwa kita saat ini berada di **ujung bulan Sya’ban**,
gerbang terakhir sebelum memasuki bulan Ramadhan yang penuh berkah. “Bulan Sya’ban
adalah momentum strategis untuk mempersiapkan diri, membina jiwa, dan memperbaiki
kualitas ibadah. Jangan biarkan Sya’ban berlalu tanpa makna,” ujar beliau.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/02/img202602131203143904965612973144052.
jpg?resize=768%2C1024&ssl=1)

---

## Sya’ban: Bulan Latihan dan Pembiasaan Diri

Khatib menjelaskan bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam  memperbanyak puasa
sunnah di bulan Sya’ban sebagai bentuk persiapan menyambut Ramadhan. Hal ini diriwayatkan
dalam hadis shahih:

**عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لَا يُفْطِرُ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ
لَا يَصُومُ، وَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ
صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ مِنْهُ
صِيَامًا فِي شَعْبَانَ**

Dari Aisyah RA, ia berkata: _“Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam biasa berpuasa
hingga kami mengira beliau tidak berbuka, dan beliau berbuka hingga kami mengira
beliau tidak berpuasa. Aku tidak pernah melihat Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam
menyempurnakan puasa sebulan penuh selain di bulan Ramadhan, dan aku tidak pernah
melihat beliau lebih banyak berpuasa daripada di bulan Sya’ban.”_ (HR. Bukhari, 
no. 1969; Muslim, no. 1156)

“Hadis ini menunjukkan bahwa Sya’ban adalah **bulan latihan**. Beliau membiasakan
diri dengan puasa sunnah agar ketika Ramadhan tiba, fisik dan jiwa sudah siap menjalankan
ibadah puasa wajib dengan optimal,” jelas Ustadz Ahmad Nurjanah.

Beliau menambahkan, “Jika kita sudah terbiasa berpuasa di bulan Sya’ban, maka menjalani
puasa Ramadhan selama sebulan penuh akan terasa lebih ringan. Inilah hikmah di balik
kesunnahan memperbanyak puasa di bulan ini.”

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/02/img202602131203536959585199285483257.
jpg?resize=768%2C1024&ssl=1)

---

## Al-Qur’an: Penguat Iman dan Penenteram Jiwa

Memasuki pesan kedua, khatib mengajak jamaah untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an,
baik di bulan Sya’ban maupun kelak di bulan Ramadhan. Beliau mengutip sabda Rasulullah
Shalallahu Alaihi Wasallam :

**خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ**

_“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.”_(
HR. Bukhari, no. 5027)

Khatib juga menegaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk dan rahmat bagi
orang-orang yang beriman. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

**وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلَا 
يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا**

_“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar (syifa’) dan rahmat
bagi orang-orang yang beriman, sedangkan bagi orang-orang yang zalim (Al-Qur’an 
itu) hanya akan menambah kerugian.”_ (QS. Al-Isra’: 82)

“Bacaan Al-Qur’an akan **memperkuat keimanan dan membersihkan hati**. Ayat-ayat 
suci ini adalah nutrisi ruhani yang sangat kita butuhkan, terutama dalam mempersiapkan
diri menyambut bulan diturunkannya Al-Qur’an, yaitu Ramadhan,” papar Ustadz Ahmad
Nurjanah.

---

## Melatih Jiwa agar Lebih Disiplin dan Siap Beribadah

Khatib kemudian menyoroti aspek **kedisiplinan** sebagai buah dari [pembiasaan](https://muhammadiyahciko.or.id/sdit-muhammadiyah-kota-cirebon-gelar-ngaji-morning-dan-salat-istisqa-tanamkan-ketakwaan-sejak-dini/)
ibadah di bulan Sya’ban. Beliau mengutip firman Allah:

**إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا**

_“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang
yang beriman.”_ (QS. An-Nisa’: 103)

“Kedisiplinan dalam ibadah, baik puasa, shalat, maupun tilawah, adalah kunci keberhasilan
meraih predikat takwa di bulan Ramadhan. Sya’ban adalah waktu yang tepat untuk **
membangun habit (kebiasaan) ibadah**,” tegasnya.

Beliau mengajak jamaah untuk memanfaatkan sisa hari di bulan Sya’ban dengan:

 1. **Memperbanyak puasa sunnah** sebagai latihan fisik dan spiritual.
 2. **Meningkatkan tadarus Al-Qur’an** untuk membangun kedekatan dengan kitab suci.
 3. **Membiasakan shalat tepat waktu** dengan kesadaran penuh akan pengawasan Allah.
 4. **Memperbaiki kualitas ibadah** dari sekadar rutinitas menjadi penghambaan yang
    penuh makna.

---

## Penutup: Doa dan Harapan Bertemu Ramadhan

Mengakhiri khutbah, Ustadz Ahmad Nurjanah memanjatkan doa yang diajarkan Rasulullah
Shalallahu Alaihi Wasallam ketika memasuki bulan Sya’ban:

**اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ**

_“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami (
dengan umur yang sehat) hingga bulan Ramadhan.”_ (HR. Ahmad, al-Baihaqi, dan ath-
Thabrani. Dinilai hasan oleh al-Albani)

Khatib berpesan, “Marilah kita sambut Ramadhan dengan persiapan terbaik. Jadikan
Sya’ban sebagai bekal ruhani yang kokoh. Semoga Allah mempertemukan kita dengan 
Ramadhan dalam keadaan sehat, lapang, dan penuh semangat beribadah. Aamiin ya Rabbal‘
alamin.”

---

Khutbah yang singkat namun sarat makna ini ditutup dengan doa dan pelaksanaan Salat
Jumat berjamaah dengan khusyuk. Jamaah tampak antusias meresapi pesan-pesan persiapan
spiritual, menandakan kesiapan mereka untuk memasuki bulan suci Ramadhan 1447 H 
dengan bekal iman yang lebih matang.
