# Khutbah Jumat Masjid Santun Muhammadiyah: Peringatan Bencana sebagai Teguran Ilahi

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/khutbah-jumat-masjid-santun-muhammadiyah-peringatan-bencana-sebagai-teguran-ilahi/
- Published: 2025-12-12T12:28:54+07:00
- Author: Arofah Firdaus

**CIREBON, 12 Desember 2025** — Salat Jumat di [Masjid Santun](https://muhammadiyahciko.or.id/pengajian-reboan-masjid-santun-muhammadiyah-cirebon-ustadz-dr-maman-rusman-tekankan-larangan-membela-pengkhianat/)
Muhammadiyah, [Kota Cirebon](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/),
berlangsung khusyuk dengan jamaah yang memadati ruang utama masjid. Bertindak sebagai
imam dan khatib adalah Ustadz Indra Sudrajat, ME.Sy., yang dalam khutbahnya menyampaikan
pesan mendalam tentang [bencana](https://muhammadiyahciko.or.id/muhammadiyah-karhutla-bukan-bencana-tahunan/)
sebagai peringatan dari Allah SWT atas kemaksiatan dan kelalaian umat manusia.

Mengawali khutbahnya, beliau mengutip firman Allah dalam QS. Al-A’raf: 97–98:

أَفَأَمِنَ أَهْلُ ٱلْقُرَىٰ أَن يَأْتِيَهُم بَأْسُنَا بَيَـٰتًۭا وَهُمْ نَآئِمُونَ(
٩٧) أَوَأَمِنَ أَهْلُ ٱلْقُرَىٰ أَن يَأْتِيَهُم بَأْسُنَا ضُحًۭى وَهُمْ يَلْعَبُونَ(
٩٨)

Artinya:
“Apakah penduduk negeri itu merasa aman dari datangnya siksaan Kami pada
malam hari ketika mereka sedang tidur?Ataukah penduduk negeri itu merasa aman dari
datangnya siksaan Kami pada waktu dhuha ketika mereka sedang bermain?”(QS. Al-A’raf:
97–98)

Ustadz Indra menjelaskan bahwa bencana adalah teguran dari Allah ketika kemaksiatan
dan kemungkaran dibiarkan tanpa ada taubat. Ia mengingatkan bahwa sebuah kaum yang
merasa aman dalam maksiat, meninggalkan salat, melakukan riba, zina, judi, serta
melegalkan kemusyrikan, sedang berada di ambang murka Allah.

Lebih lanjut, khatib mengangkat pentingnya peran [pemimpin](https://muhammadiyahciko.or.id/pengajian-reboan-masjid-santun-muhammadiyah-cirebon-ustadz-dr-maman-rusman-tekankan-larangan-membela-pengkhianat/)
yang bertaqwa, adil, dan kembali kepada sunah Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam.
Bila pemimpin rusak dan menjerumuskan rakyat, maka bencana pun bisa menimpa seluruh
masyarakat — bahkan yang beriman. Namun orang beriman yang wafat dalam kondisi taat
akan dibangkitkan sesuai amalnya.

Dua waktu datangnya bencana secara tiba-tiba, disebutkan dalam ayat tersebut adalah
malam hari dan waktu dhuha, sebagai peringatan bahwa azab bisa datang kapan saja,
tanpa tanda-tanda.

Ustadz Indra menegaskan bahwa taubat dan perbaikan bersama adalah kunci untuk meraih
rahmat Allah. Diperlukan kesadaran kolektif, mulai dari masyarakat hingga pemimpin,
untuk kembali kepada syariat Allah.

Beliau juga mengutip sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam :

قال رسول الله صلى_ _الله عليه وسلم: إن الناس إذا رأوا_ _المنكر فلم يغيروه_ _أوشك
أن يعمهم الله بعقاب منه
(رواه الترمذي)

Artinya:

“Sesungguhnya jika manusia melihat kemungkaran dan tidak mencegahnya, maka hampir-
hampir Allah akan menimpakan azab secara merata kepada mereka.”
(HR. Tirmidzi)

Mengakhiri khutbahnya, Ustadz Indra mengajak jamaah untuk beristighfar, meningkatkan
ketaatan, dan membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa bencana. Ini adalah
bentuk kepedulian [sosial](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/)
dan solidaritas yang menjadi ciri umat [Islam](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/)
sejati.

“Mari kita kembali kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, memperbaiki diri dan masyarakat,
serta bahu-membahu dalam membantu saudara kita yang tertimpa musibah. Inilah amal
nyata yang dicintai Allah,” pungkasnya.

## Comments

### By: PUJI NIRMO

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/khutbah-jumat-masjid-santun-muhammadiyah-peringatan-bencana-sebagai-teguran-ilahi/comment-page-1/#comment-1100
- Published: 2025-12-12T13:14:37+07:00

Semoga menjadi peringatan bagi kita semua, agar kita bs mengambil hikmah dlm setiap
kejadian/musibah
