# Khutbah Jum’at di Masjid Santun Muhammadiyah Kota Cirebon

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/khutbah-jumat-masjid-santun-muhammadiyah/
- Published: 2025-09-25T10:01:19+07:00
- Author: Arofah Firdaus

**USTADZ UPANG IBRAHIM AJAK JAMAAH MENJADI INSAN YANG BERSYUKUR DAN BERAKHLAK**

**CIREBON**, 12 September 2025 — [Masjid Santun](https://muhammadiyahciko.or.id/pengajian-reboan-masjid-santun-muhammadiyah-cirebon-ustadz-dr-maman-rusman-tekankan-larangan-membela-pengkhianat/)
Muhammadiyah [Kota Cirebon](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/) kembali
menyelenggarakan Salat Jumat yang diikuti antusias oleh jamaah setempat. Bertindak
sebagai imam dan khatib adalah Ustadz Upang Ibrahim, yang dalam khutbahnya mengangkat
tema penting tentang syukur, iman, dan perbaikan akhlak dalam kehidupan berbangsa
dan bernegara.

Ustadz Upang menyampaikan bahwa menjadi insan yang bersyukur kepada Allah merupakan
salah satu ciri utama orang beriman. Ia juga menyinggung tentang umat Nabi Muhammad
Shallallahu Alaihi Wasallam yang dikenal oleh Rasulullah dari cahaya wudhu di wajah
mereka, dan berhak mendapatkan syafaat di hari kiamat. Hal itu hanya bisa diraih
oleh orang-orang yang menjaga iman dan takwa sebagai modal utama dalam hidup.

Dalam khutbahnya, beliau menyoroti peristiwa besar yang terjadi beberapa hari sebelumnya
di Nepal, yang mirip dengan kondisi [sosial](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/)
di Indonesia—kerusuhan yang dipicu oleh hal-hal sepele yang sebenarnya tidak perlu
terjadi. Ustadz Upang mengingatkan bahwa kondisi bangsa Indonesia saat ini sedang
tidak baik-baik saja.

Mengutip Al-Qur’an Surat Al-A’raf ayat 96, beliau menyampaikan:

“Jika sekiranya penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan
kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat
Kami), maka Kami siksa mereka disebabkan apa yang telah mereka kerjakan.”

Ia menegaskan bahwa [pemimpin](https://muhammadiyahciko.or.id/pengajian-reboan-masjid-santun-muhammadiyah-cirebon-ustadz-dr-maman-rusman-tekankan-larangan-membela-pengkhianat/)
yang beriman dan bertakwa akan menjadi sebab turunnya rahmat Allah, namun jika hal
ini diabaikan, yang muncul justru amarah, kerusakan, dan kekacauan.

Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa tugas utama Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi
Wasallam adalah memperbaiki akhlak manusia, sebagaimana dalam sabdanya : “Sesungguhnya
aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” Maka, pengrusakan, penjarahan,
dan kekerasan tidak bisa dibenarkan dalam ajaran [Islam](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/).

Ustadz Upang juga mengingatkan tentang kesombongan sebagai dosa pertama yang dilakukan
oleh iblis. Dalam Al-Qur’an Surat Al-A’raf ayat 12, disebutkan bahwa ketika Allah
memerintahkan iblis untuk bersujud kepada Adam, iblis menjawab : “Aku lebih baik
darinya. Engkau ciptakan aku dari api, sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.”

Hal ini mencerminkan kesombongan sebagai akar dari berbagai bentuk kerusakan moral,
bahkan disebut dalam hadis bahwa “Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam
hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.”

Mengakhiri khutbahnya, beliau menyoroti pentingnya menjaga lisan, sebagaimana dalam
hadis Rasulullah: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah
berkata yang baik atau diam.” Ustadz Upang mengajak jamaah untuk menyampaikan kebenaran
dengan cara yang baik, karena cara menyampaikan sangat menentukan bagaimana kebenaran
itu diterima.

Khutbah Jumat tersebut ditutup dengan doa agar umat Islam senantiasa diberi kekuatan
untuk menjaga iman, memperbaiki akhlak, dan berkontribusi bagi kemaslahatan bangsa.(
01-AF)
