# Literasi dalam Wahyu: Menempa Peradaban Bermartabat

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/literasi-dalam-cahaya-wahyu-menempa-peradaban-bermartabat-di-hari-literasi-internasional-2026/
- Published: 2026-09-09T06:48:22+07:00
- Author: Redaksi-AF

DUNIA kembali memperingati Hari Literasi Internasional yang jatuh setiap tanggal
8 September. Tahun 2026 menandai peringatan ke-60 yang ditetapkan oleh UNESCO, dengan
tema besar _“Literacy for People, the Planet and Prosperity”_ (Literasi untuk Manusia,
Planet, dan Kemakmuran). Momen ini menjadi pengingat mendalam bahwa kemampuan membaca
dan menulis adalah fondasi bagi peradaban yang adil, damai, dan berkelanjutan.

Dalam [sejarah](https://muhammadiyahciko.or.id/prospek-web-muhammadiyah-kota-cirebon/)
peradaban [Islam](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/),
perintah untuk membaca—_iqra’_—merupakan wahyu pertama yang diterima oleh Rasulullah
Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam. Surat Al-Alaq ayat 1-5 tidak hanya menjadi 
pintu kenabian, tetapi juga menjadi landasan utama bagi umat manusia untuk mengembangkan
ilmu pengetahuan dan kesadaran [spiritual](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/).
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

**Surat Al-Alaq Ayat 1-5** :

> 
> ٱقْرَأْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ ﴿١﴾ خَلَقَ ٱلْإِنسَٰنَ مِنْ عَلَقٍ ﴿٢﴾
> ٱقْرَأْ وَرَبُّكَ ٱلْأَكْرَمُ ﴿٣﴾ ٱلَّذِى عَلَّمَ بِٱلْقَلَمِ ﴿٤﴾ عَلَّمَ ٱلْإِنسَٰنَ
> مَا لَمْ يَعْلَمْ ﴿٥﴾
> **Artinya:**
>  1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,
>  2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah,
>  3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
>  4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,
>  5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Ayat ini menegaskan bahwa literasi tidak hanya bersifat intelektual, tetapi juga
terintegrasi dengan nilai-nilai ketuhanan. “Penguatan literasi begitu besar dampaknya,
khususnya pada kesadaran diri seorang hamba-Nya,” demikian disampaikan dalam refleksi
peringatan tahun ini. Kesadaran spiritual yang terkoneksi dengan wahyu akan melahirkan
tanggung jawab moral untuk menjaga bumi, bukan melakukan pengrusakan atau permusuhan.

## Literasi untuk Manusia dan Planet

Tema UNESCO tahun ini sejalan dengan urgensi menjaga [lingkungan](https://muhammadiyahciko.or.id/muhammadiyah-karhutla-bukan-bencana-tahunan/).
Di tengah krisis iklim global, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia
menjadi cermin gagalnya literasi lingkungan yang berorientasi pada keberlanjutan.
Data terkini mencatat bahwa kebakaran hutan sepanjang 2026 telah melepaskan jutaan
ton emisi karbon dioksida, mengancam target iklim nasional. Hal ini menunjukkan 
bahwa literasi yang hanya dikuasai tanpa moral dan kesadaran spiritual dapat berubah
menjadi alat pembenar untuk keserakahan dan pengrusakan.

M. Amin Abdullah dalam bukunya _Dinamika Islam [Kultural](https://muhammadiyahciko.or.id/inovasi-dakwah-komunitas-muhammadiyah/)_
menyatakan, “Dimensi spiritualitas [keagamaan](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/)
Islam akan tercermin dalam kepedulian dalam alam lingkungan dan persentuhan dengan
lingkungan sosial dan budaya sekitarnya.” Literasi semestinya mendorong manusia 
untuk menjadi khalifah di muka bumi, menjaga ekosistem, dan membawa kemakmuran bagi
semua makhluk.

## Literasi untuk Kemakmuran dan Keadilan

Di tingkat nasional, peringatan ini mengusung semangat “Literasi untuk Sesama, Semesta
dan Sejahtera”. Narasi ini mengajak seluruh elemen bangsa untuk membangun kebersamaan
dan melepaskan diri dari buaian literasi yang mengandung kebohongan. Buya Ahmad 
Syafi’i Ma’arif dalam bukunya _Mencari Autentisitas dalam Dinamika Zaman_ mengingatkan,“
Di sini Al-Qur’an berulang-ulang menegaskan bahwa manusia juga belum mengembangkan
rasa tanggung jawab itu secara memadai. … kemampuannya dalam melaksanakan tanggung
jawab moral sering benar gagal.”

Momentum Hari Literasi ini menjadi ajakan untuk kembali kepada esensi menuntut ilmu.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Rasulullah Shalallahu Alaihi
Wasallam bersabda:

 طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
**Artinya:** “Mencari ilmu adalah
kewajiban bagi setiap muslim.”

Hadits ini menegaskan bahwa literasi adalah kewajiban universal, baik bagi laki-
laki maupun [perempuan](https://muhammadiyahciko.or.id/pengajian-aisyiyah-kota-cirebon-bahas-kepemimpinan-perempuan/).
Dengan literasi yang bermutu, umat Islam diharapkan mampu berkontribusi positif 
bagi bangsa, menjauhi permusuhan, dan menguatkan persatuan untuk mewujudkan keadilan
sosial.

Selamat Hari Literasi Internasional 2026. Marilah kita jadikan momen ini untuk terus
mengkaji, menelaah, dan mengamalkan ilmu demi kemajuan peradaban yang mencerahkan.(*)
