# Masjid Santun Muhammadiyah Kota Cirebon Gelar Pengajian Reboan Bahas Makna Ibadah Hakiki

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/masjid-santun-muhammadiyah-kota-cirebon-gelar-pengajian-reboan-bahas-makna-ibadah-hakiki/
- Published: 2026-07-08T20:19:41+07:00
- Author: Arofah Firdaus

**CIREBON** – Suasana khusyuk menyelimuti [Masjid Santun](https://muhammadiyahciko.or.id/pengajian-reboan-masjid-santun-muhammadiyah-cirebon-ustadz-dr-maman-rusman-tekankan-larangan-membela-pengkhianat/)
Muhammadiyah [Kota Cirebon](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/) pada
pelaksanaan Pengajian Reboan, Rabu (8/7/2026). Kegiatan rutin mingguan ini menghadirkan**
Ustadz Dr. Maman Rusman, M.Pd.,** sebagai penceramah yang membahas [tafsir](https://muhammadiyahciko.or.id/pengajian-ahad-pagi-pcm-kesambi-ustadz-agus-wahid-ulas-tafsir-al-asr-ingatkan-pentingnya-manajemen-waktu/)
mendalam QS. Adz-Dzariyat ayat 56 tentang hakikat penciptaan jin dan manusia.

Ustadz Maman mengawali kajian dengan membacakan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:

**وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ**

Artinya: _“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi
kepada-Ku.”_ (QS. Adz-Dzariyat [51]: 56)

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/07/muhciko-
masjid-santun-muhammadiyah-kota-cirebon-gelar-pengajian-reboan-bahas-makna-ibadah-
hakiki-4.jpg?resize=1024%2C768&ssl=1)

Dalam penjelasannya, Ustadz Maman menyoroti penggunaan kata **إِلَّا** (_illa_) 
yang berarti “kecuali”, menegaskan bahwa tujuan penciptaan hanya satu, tiada lain
kecuali untuk beribadah. Kata **الإِنْسَ** (_al-ins_) merujuk pada manusia yang 
dianugerahi akal (_insan isim mustaq_), sebagai pembeda dengan makhluk lain. Keistimewaan
akal inilah yang menjadikan manusia bertanggung jawab penuh atas ibadahnya.

## Jin Diciptakan Sebelum Manusia

Mengapa dalam ayat tersebut jin disebut lebih dahulu daripada manusia? Ustadz Maman
menjelaskan berdasarkan QS. Al-Hijr ayat 27:

**وَالْجَآانَّ خَلَقْنَاهُ مِن قَبْلُ مِن نَّارِ السَّمُومِ**

Artinya: _“Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.”_(
QS. Al-Hijr [15]: 27)

Menurut tafsir Ibnu Katsir dan riwayat dari Ibnu Abbas, jin telah mendiami bumi 
sebelum penciptaan Adam dan menyebabkan kerusakan. Hal ini pula yang menjadi latar
dialog malaikat dengan Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 30, ketika malaikat bertanya
tentang penciptaan khalifah yang akan menumpahkan darah.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/07/muhciko-
masjid-santun-muhammadiyah-kota-cirebon-gelar-pengajian-reboan-bahas-makna-ibadah-
hakiki-3.jpg?resize=1024%2C768&ssl=1)

## Makna Ibadah: Mengabdi, Bukan Sekadar Ritual

Ustadz Maman menekankan bahwa kata **لِيَعْبُدُونِ** (_liya’budun_) berasal dari
akar kata **عَبَدَ** (_‘abada_) – **يَعْبُدُ** (_ya’budu_) yang tidak hanya berarti“
menyembah”, tetapi juga “mengabdi, mentaati, dan merendahkan diri”. Dalam konteks
yang lebih luas, makna yang tepat adalah **mengabdi**.

Seorang muslim dapat berjuang dan mengabdi di berbagai sektor kehidupan: [pendidikan](https://muhammadiyahciko.or.id/menata-ulang-kompas-pendidikan-nasional-telaah-kritis-atas-rencana-penghapusan-kenaikan-kelas-otomatis-pada-2027/),
ekonomi, [sosial](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/),
[kesehatan](https://muhammadiyahciko.or.id/rs-muhammadiyah-ini-hadirkan-wisata-kesehatan-berkemajuan/),
atau pemerintahan. Seluruh aktivitas yang diniatkan karena Allah dan sesuai syariat
bernilai ibadah. Ini sejalan dengan tafsir Quraish Shihab bahwa ibadah mencakup 
gerak hati, anggota badan, dan seluruh aktivitas kehidupan yang dijalankan sebagai
bentuk pengabdian.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/07/muhciko-
masjid-santun-muhammadiyah-kota-cirebon-gelar-pengajian-reboan-bahas-makna-ibadah-
hakiki-2.jpg?resize=1024%2C768&ssl=1)

## Keseimbangan Dunia dan Akhirat

Mengutip pesan penting dari ayat tersebut, Ustadz Maman mengingatkan jamaah agar
tidak meninggalkan dunia. “Boleh mencari akhirat, tapi jangan lupakan dunia, dan
berbuat baiklah,” pesannya. Ibadah yang hakiki adalah pengabdian total yang dijalani
dalam seluruh sendi kehidupan, bukan hanya ritual di masjid, tetapi juga kontribusi
nyata dalam memakmurkan bumi.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/07/muhciko-
masjid-santun-muhammadiyah-kota-cirebon-gelar-pengajian-reboan-bahas-makna-ibadah-
hakiki-1.jpg?resize=1024%2C768&ssl=1)

## Iblis dan Sifat Syaitan

Lebih lanjut, Ustadz Maman menjelaskan tentang asal-usul Iblis. Iblis berasal dari
golongan jin yang membangkang. Dalam QS. Al-Kahfi ayat 50 disebutkan:

**وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ
مِنَ الْجِنِّ**

Artinya: _“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada malaikat: ‘Sujudlah kepada
Adam’, maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin.”_ (QS.
Al-Kahfi [18]: 50)

Iblis merupakan jin yang paling membangkang. Sebagaimana jin ada yang beriman dan
ada yang kafir, manusia pun demikian. Bahkan, manusia yang membangkang seperti Firaun
diibaratkan memiliki sifat-sifat Iblis. **Syaitan** adalah sifat pembangkang yang
bisa melekat pada jin maupun manusia. Oleh karena itu, dalam QS. An-Nas, Allah mengajarkan
kita berlindung dari godaan syaitan dari kalangan jin dan manusia.

---

Tampak hadir Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Cirebon **Drs. Puji Nirmo**
beserta pimpinan lainnya. Pengajian Reboan di Masjid Santun Muhammadiyah ini berlangsung
khidmat dan dihadiri oleh puluhan jamaah dari berbagai kalangan. Kegiatan ditutup
dengan doa dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif seputar implementasi
nilai-nilai ibadah dalam kehidupan modern.

**Peliput : Dakum, S.Pd.** dan Tim [Media](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/)
Masjid Santun Muhammadiyah Kota Cirebon.
