# Memahami Faham Agama sebagai Identitas Muslim dan Warga Muhammadiyah

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/memahami-faham-agama-sebagai-identitas-muslim-dan-warga-muhammadiyah/
- Published: 2026-06-03T20:53:14+07:00
- Author: Arofah Firdaus

**Kota Cirebon, 3 Juni 2026** — Suasana khusyuk menyelimuti [Masjid Santun](https://muhammadiyahciko.or.id/pengajian-reboan-masjid-santun-muhammadiyah-cirebon-ustadz-dr-maman-rusman-tekankan-larangan-membela-pengkhianat/)
Muhammadiyah [Kota Cirebon](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/) pada
Rabu malam (3/6/2026). Puluhan jamaah dari berbagai kalangan tampak hadir dalam 
pengajian rutin Reboan yang dilaksanakan mulai ba’da Maghrib hingga menjelang Isya.

Acara yang berlangsung secara tertib dan khidmat tersebut menghadirkan penceramah
utama, **Assoc. Prof. Dr. Arief Hidayat Afendi, S.H.I., M.Ag.** Dalam kesempatan
itu, beliau mengawali pembahasan tentang **Masalah 5 dalam Himpunan Putusan Tarjih(
HPT)** yang menjadi identitas penting bagi seorang Muslim dan khususnya warga Persyarikatan
Muhammadiyah.

Pada pertemuan ini, fokus bahasan diarahkan pada **poin pertama: Faham Agama**, 
yaitu bagaimana memahami agama [Islam](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/)
secara mendalam.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/06/muhciko-
memahami-faham-agama-sebagai-identitas-muslim-dan-warga-muhammadiyah.jpg?resize=
1024%2C768&ssl=1)

## Definisi Agama dan Hakikat Islam

Mengawali ceramahnya, Dr. Arief menjelaskan bahwa agama adalah sesuatu yang disyariatkan
oleh Allah melalui perantara para nabi-Nya, baik berupa perintah maupun larangan,
demi kemaslahatan hidup di dunia dan keselamatan di akhirat.

Beliau mengutip firman Allah dalam Surah Ali ‘Imran ayat 19:

**إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ**

_Artinya: “Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam.”_ (QS. Ali ‘Imran: 19)

Lebih lanjut, beliau memaparkan bahwa Islam secara umum adalah agama yang diturunkan
Allah kepada Nabi Muhammad ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam dan juga kepada nabi-nabi
sebelumnya. Adapun Islam secara khusus adalah agama yang diturunkan Allah kepada
Nabi Muhammad dalam bentuk Al-Qur’an dan hadis sebagai petunjuk hidup di dunia dan
akhirat.

Rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda:

**تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا: كِتَابَ 
اللَّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ**

_Artinya: “Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara, kalian tidak akan tersesat selama
berpegang teguh kepada keduanya: Kitabullah dan sunnah Nabi-Nya.”_ (HR. Malik)

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/06/muhciko-
memahami-faham-agama-sebagai-identitas-muslim-dan-warga-muhammadiyah-3.jpg?resize
=1024%2C768&ssl=1)

## Makna Al-Islam dan Karakteristiknya

Menurut penceramah, _Al-Islam secara ma‘rifah_ bersifat khusus, mengandung makna
menyerahkan diri, selamat, sesuai fitrah, dan tunduk kepada Allah. Islam disebut
sebagai _Dinnul Haq_ (agama yang benar) dan _Dinnul Kholis_ (agama yang lurus).

Dasar beragama dalam Islam ada dua, yaitu Al-Qur’an dan hadis sahihah. Sementara
itu, ijmak dan kias berfungsi sebagai metode istinbath hukum, bukan sumber utama.

**Inti ajaran Islam** meliputi:

 1. Akidah
 2. Ibadah
 3. Akhlak
 4. Muamalah

Dalam perspektif Muhammadiyah, kerangka faham agama mencakup akidah, ibadah, dan
syariah.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/06/muhciko-
memahami-faham-agama-sebagai-identitas-muslim-dan-warga-muhammadiyah-2.jpg?resize
=1024%2C768&ssl=1)

## Karakteristik Islam yang Menyeluruh

Dr. Arief menjelaskan enam karakteristik Islam yang menjadikannya rahmat bagi semesta
alam:

 1. **Rubaniyah** (bersumber dari Tuhan)
 2. **Syumul** (menyeluruh)
 3. **Wasaṭiyyah** (moderat/tengah-tengah)
 4. **Al-‘Ālamiyyah** (mendunia, untuk seluruh umat manusia)
 5. **Wāqi‘iyyah** (sesuai dengan kodrat manusia)
 6. **Kombinasi antara urusan tetap dan fleksibel**

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/06/muhciko-
memahami-faham-agama-sebagai-identitas-muslim-dan-warga-muhammadiyah-1.jpg?resize
=1024%2C768&ssl=1)

## Status Orang yang Berdosa Besar

Salah satu poin krusial yang dibahas adalah tentang pelaku dosa besar. Menurut faham
agama yang benar, orang yang berdosa besar tetap di dalam agama Islam dan dianggap
sebagai mukmin yang bermaksiat.

Rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda:

**لَا يَزْنِي الزَّانِي حِينَ يَزْنِي وَهُوَ مُؤْمِنٌ**

_Artinya: “Tidaklah seorang pezina itu berzina dalam keadaan ia beriman.”_ (HR. 
Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan hilangnya kesempurnaan iman saat maksiat dilakukan, namun 
tidak mengeluarkan pelakunya dari lingkaran Islam. Selama di dunia, mereka dianggap
_fasiq_. Adapun setelah meninggal dunia, semua kembali kepada kehendak Allah; Allah
akan mengazab sesuai kadar dosa-Nya atau mengampuni dengan rahmat-Nya.

## Penutup dan Agenda Mendatang

Pengajian ditutup dengan doa bersama memohon keteguhan iman dan pemahaman agama 
yang benar. Ustadz Dr. Arief mengingatkan bahwa pembahasan poin 2 hingga 5 akan 
dilanjutkan pada pengajian Reboan berikutnya, meliputi:

 2. Pandangan tentang Dunia
 3. Pandangan tentang Ibadah
 4. Pandangan tentang Sabilillah
 5. Pandangan tentang Ijtihad/Kias

Ketua Badan Takmir Masjid Santun, Bapak Dakum, menyampaikan apresiasi atas kehadiran
jamaah dan berharap kegiatan ini dapat terus meningkatkan kualitas keislaman warga
Muhammadiyah Kota Cirebon. “Semoga melalui kajian rutin ini, kita semua semakin 
paham dan istiqamah dalam menjalankan ajaran Islam yang benar,” tuturnya.

Pengajian ditutup dengan shalat Isya berjamaah. Suasana kebersamaan dan semangat
keilmuan begitu terasa di Masjid Santun Muhammadiyah, menjadikan malam Reboan sebagai
momen berharga untuk terus memperkuat identitas keislaman dan ke-Muhammadiyahan.
