# Membawa Nuansa Ramadan ke 11 Bulan ke Depan: Ustadz Sunarya, S.PdI., M.M. Paparkan Lima Interaksi Kunci dalam Pengajian Reboan di Masjid Santun

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/membawa-nuansa-ramadan-ke-11-bulan-ke-depan-ustadz-sunarya-m-m-paparkan-lima-interaksi-kunci-dalam-pengajian-reboan-di-masjid-santun/
- Published: 2026-04-08T19:14:53+07:00
- Author: Arofah Firdaus

**CIREBON, 8 April 2026** – Suasana khidmat menyelimuti [Masjid Santun](https://muhammadiyahciko.or.id/pengajian-reboan-masjid-santun-muhammadiyah-cirebon-ustadz-dr-maman-rusman-tekankan-larangan-membela-pengkhianat/)
Muhammadiyah [Kota Cirebon](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/) pada
Rabu (8/4/2026) dalam rangkaian pengajian rutin Reboan. Jamaah yang hadir tampak
antusias menyimak tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Sunarya, S.PdI.,  M.M. Dalam
ceramahnya, Ustadz Sunarya mengangkat tema penting tentang bagaimana membawa nuansa
Ramadan yang baru saja berlalu ke dalam sebelas bulan mendatang.

“Ramadan telah mengajarkan kita disiplin, empati, dan kedekatan kepada Allah. Pertanyaannya,
mampukah kita mempertahankan kualitas itu setelah bulan suci usai?” ujar Ustadz 
Sunarya membuka majelis.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/04/muhciko-
membawa-nuansa-ramadan-ke-11-bulan-ke-depan-ustadz-sunarya-s.pdi_.-m.m.-paparkan-
lima-interaksi-kunci-dalam-pengajian-reboan-di-masjid-santun-3.jpg?resize=1024%2C768&
ssl=1)

Beliau menjelaskan bahwa kunci utama adalah menjadi **orang yang pandai bersyukur**,
sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-A’raf: 144.

> **وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ
> إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ**
> _Wa idz ta’adzdzana rabbukum la’in syakartum la’azidannakum
> wa la’in kafartum inna ‘adzabi lasyadid._Artinya: _“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu
> memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat)
> kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku 
> sangat pedih.'”_ (QS. Al-A’raf: 144)

Untuk mewujudkan rasa syukur yang berkelanjutan, Ustadz Sunarya memaparkan lima 
interaksi utama yang harus dibangun seorang Muslim pasca-Ramadan.

### 1. Interaksi Dzikir: Bukti Kecintaan kepada Allah

Ustadz Sunarya menegaskan bahwa dzikir bukan sekadar lisan, tetapi wujud nyata kecintaan
kepada Allah. Contoh tertinggi dari dzikir adalah salat.

> **اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ
> تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ**
> _Utlu ma uhiya ilayka minal-kitabi wa
> aqimis-shalah, innas-shalata tanha ‘anil-fahsya’i wal-munkar._Artinya: _“Bacalah
> apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Qur’an) dan dirikanlah 
> salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”_ (QS.
> Al-‘Ankabut: 45)

Beliau mengingatkan bahwa salat lima waktu yang terjaga adalah bukti cinta sejati,
bukan sekadar ritual.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/04/muhciko-
membawa-nuansa-ramadan-ke-11-bulan-ke-depan-ustadz-sunarya-s.pdi_.-m.m.-paparkan-
lima-interaksi-kunci-dalam-pengajian-reboan-di-masjid-santun-2.jpg?resize=1024%2C768&
ssl=1)

### 2. Interaksi Amal: Ditingkatkan, Bukan Dikurangi

“Jangan biarkan amal kebaikan kita turun drastis setelah Ramadan,” pesan Ustadz 
Sunarya.

> **الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا**
> 
> _Alladzi khalaqal-mauta wal-hayata liyabluwakum ayyukum ahsanu ‘amala._Artinya:_“
> Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu siapa di antara kamu yang 
> lebih baik amalnya.”_ (QS. Al-Mulk: 2)

Beliau menekankan bahwa Allah menilai kualitas dan konsistensi amal, bukan kuantitas
musiman.

### 3. Interaksi Tawakal: Menyerahkan Diri Sepenuhnya kepada Allah

Tawakal adalah sikap berserah diri setelah berusaha maksimal. Ustadz Sunarya mengingatkan
agar jangan pernah berharap kepada makhluk secara mutlak.

> **وَعَلَى اللَّهِ فَتَوَكَّلُوا إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ**
> _Wa ‘alallahi fatawakkalū
> in kuntum mu’minīn._Artinya: _“Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal,
> jika kamu benar-benar orang yang beriman.”_ (QS. Al-Ma’idah: 23)

### 4. Interaksi Kebutuhan (Hajat): Manusia Adalah Fakir di Hadapan Allah

Ustadz Sunarya mengutip QS. Fatir ayat 15 yang menegaskan bahwa hakikat manusia 
adalah makhluk yang selalu butuh kepada Allah.

> **يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ
> الْحَمِيدُ**
> _Yā ayyuhan-nāsu antumul-fuqarā’u ilallāh, wallāhu huwal-ghaniyyul-
> ḥamīd._Artinya: _“Wahai manusia! Kamulah yang membutuhkan Allah; dan Allah Dialah
> Yang Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu), Maha Terpuji.”_ (QS. Fathir: 15)

“Karena itu, mintalah hanya kepada Allah dalam setiap kebutuhan kita, jangan lupa
berdoa dan berusaha,” tambahnya.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/04/muhciko-
membawa-nuansa-ramadan-ke-11-bulan-ke-depan-ustadz-sunarya-s.pdi_.-m.m.-paparkan-
lima-interaksi-kunci-dalam-pengajian-reboan-di-masjid-santun-1.jpg?resize=1024%2C768&
ssl=1)

### 5. Interaksi Khauf (Takut) dan Roja’ (Harapan)

Di akhir tausiyah, Ustadz Sunarya menyampaikan keseimbangan antara takut akan siksa
Allah dan berharap akan rahmat-Nya.

> **يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ
> إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ**
> _Yā ayyuhalladzīna āmanuttaqullāha ḥaqqa tuqātihī
> wa lā tamūtunna illā wa antum muslimūn._Artinya: _“Wahai orang-orang yang beriman!
> Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah kamu mati
> kecuali dalam keadaan muslim.”_ (QS. Ali ‘Imran: 102)

Beliau menutup dengan pesan bahwa rahmat Allah-lah yang menjadikan kita pribadi 
yang lebih baik. Karena itu, jangan pernah putus asa dari rahmat-Nya, namun juga
jangan merasa aman dari siksa-Nya tanpa amal saleh.

> **إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ**
> _Innallāha
> yuḥibbut-tawwābīna wa yuḥibbul-mutaṭahhirīn._Artinya: _“Sesungguhnya Allah menyukai
> orang-orang yang tobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.”_ (QS. Al-
> Baqarah: 222)

### Penutup

Pengajian Reboan yang berlangsung dari ba’da Maghrib hingga menjelang Isya ini ditutup
dengan doa. Jamaah tampak terinspirasi untuk menjadikan lima interaksi tersebut 
sebagai [panduan](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/) hidup agar 
semangat Ramadan tetap membara sepanjang tahun.
