# Menagih Keadilan Dunia: Ustadz Somantri Perbangkara, M.Pd. Soroti Krisis Moral dan Hukum

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/menagih-keadilan-dunia-ustadz-somantri-perbangkara-m-pd-soroti-krisis-moral-dan-hukum/
- Published: 2026-04-04T07:35:55+07:00
- Author: Arofah Firdaus

**CIREBON** – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Umar bin Khottob yang berada di
kompleks SMK Farmasi Muhammadiyah, Jalan Cideng Indah No. 30, Kabupaten Cirebon,
pada Sabtu subuh (4/4/2026). Puluhan jamaah tampak duduk dengan khusyuk mengikuti
kajian rutin Sabtu Subuh yang kali ini mengangkat tema besar: **“Menagih Keadilan
Dunia”**.

Bertindak sebagai penceramah, Ustadz Somantri Perbangkara, M.Pd., seorang akademisi
sekaligus dai yang dikenal dengan gaya bahasanya yang lugas, santai, namun penuh
makna. Dalam paparannya, ia mengajak jamaah merenungi kondisi dunia yang semakin
memperlihatkan wajah “bebal” dalam persoalan hukum dan keadilan.

“Di belahan bumi mana pun kini kita saksikan ketidakadilan. Penindasan, korupsi,
diskriminasi merajalela. Dunia seperti kehilangan ruhnya,” ujar Ustadz Somantri 
mengawali ceramah.

Ia mengutip adagium Latin terkenal, _Summum ius, summa iniuria_, yang berarti “keadilan
tertinggi di dunia ini adalah ketidakadilan tertinggi”. Filsuf Cicero pun menyatakan
bahwa keadilan yang diterapkan secara kaku dan tanpa kebijaksanaan justru bisa melahirkan
ketidakadilan itu sendiri.

“Maka kita butuh bijaksini dan bijaksitu. Bukan sekadar hukum mati, tapi hati yang
hidup,” kelakarnya diselingi candaan khasnya yang mengundang senyum jamaah.

## Islam dan Hakikat Keadilan

Ustadz Somantri menegaskan bahwa keadilan dalam [Islam](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/)
adalah **menempatkan sesuatu pada tempatnya**, lawan dari kezaliman. Dalam Islam,
keadilan terbagi menjadi tiga: adil kepada Allah, adil kepada diri sendiri, dan 
adil kepada sesama manusia.

Ia membacakan firman Allah dalam QS. An-Nahl: 90:

**إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ**

_“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil…”_ (QS. An-Nahl: 90)

Serta QS. Al-Ma’idah: 8:

**اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى**

_“Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.”_ (QS. Al-Ma’idah: 
8)

## Hadits tentang Kemuliaan Orang yang Adil

Rasulullah ﷺ bersabda:

**إِنَّ الْمُقْسِطِينَ عِنْدَ اللهِ عَلَى مَنَابِرَ مِنْ نُورٍ، عَنْ يَمِينِ الرَّحْمَنِ
عَزَّ وَجَلَّ، وَكِلْتَا يَدَيْهِ يَمِينٌ، الَّذِينَ يَعْدِلُونَ فِي حُكْمِهِمْ 
وَأَهْلِيهِمْ وَمَا وَلُوا**

_“Sesungguhnya orang-orang yang berlaku adil di sisi Allah berada di atas mimbar-
mimbar dari cahaya, di sebelah kanan Yang Maha Pengasih (Allah) ‘azza wa jalla, 
dan kedua sisi-Nya mulia. Yaitu mereka yang berbuat adil dalam hukum mereka, terhadap
keluarga mereka, dan terhadap apa-apa yang diamanahkan kepada mereka.”_ (HR. Muslim
no. 1827)

Beliau juga mengingatkan sabda Nabi ﷺ lainnya:

**اتَّقُوا الظُّلْمَ، فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ**

_“Takutlah terhadap kezaliman, karena kezaliman adalah kegelapan di hari kiamat.”_(
HR. Bukhari & Muslim)

## Keadilan Berlapis: Diri, Keluarga, Masyarakat, dan Negara

Dalam ceramahnya, Ustadz Somantri mengupas tuntas empat tingkatan keadilan:

 1. **Keadilan kepada Allah** – dengan tidak menyekutukan-Nya dan menjadikan Allah 
    sebagai poros hidup.
 2. **Keadilan kepada diri sendiri** – menjaga [kesehatan](https://muhammadiyahciko.or.id/rs-muhammadiyah-ini-hadirkan-wisata-kesehatan-berkemajuan/)
    fisik dan mental, tidak memaksakan diri, serta tidak menzalimi jiwa dengan kemaksiatan.
    “
    Hello… yang di sana suka makan seblak pedes-pedes, awas pencernaanmu! Adil pada
    diri sendiri!” celetuknya disambut tawa jamaah.
 3. **Keadilan dalam keluarga** – tidak pilih kasih, memberi hak sesuai kebutuhan. 
    Ustadz memberi contoh nyata: uang saku anak SMA lebih besar daripada anak SD karena
    kebutuhannya berbeda.
 4. **Keadilan dalam masyarakat dan negara** – mengakar pada Pancasila sila kelima 
    dan UUD 1945.
    “Jangan sampai keadilan [sosial](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/)
    berubah menjadi ketidakadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.

Ia menyoroti berbagai bentuk ketidakadilan seperti penindasan, korupsi, diskriminasi,
pelanggaran HAM, hingga ketimpangan ekonomi.

## Pendapat Ulama dan Solusi Islam

Ustadz Somantri mengutip pendapat para ulama besar:

 * **Imam Al-Ghazali**: Keadilan adalah keseimbangan antara hak dan kewajiban.
 * **Ibnu Taimiyah**: “Allah menegakkan negara yang adil meskipun kafir, dan tidak
   menegakkan negara zalim meskipun muslim.”
 * **Al-Mawardi**: Keadilan adalah fondasi kekuasaan.

Menurutnya, “menagih keadilan dunia” dapat dilakukan dengan amar ma’ruf nahi munkar,
menyuarakan kebenaran, menolak kezaliman, menggunakan jalur hukum dan sosial, serta
[dakwah](https://muhammadiyahciko.or.id/prof-dadang-kahmad-tekankan-jurnalistik-sebagai-dakwah-berkemajuan-di-akademi-jurnalistik-muhammadiyah-4-malang/)
dan [edukasi](https://muhammadiyahciko.or.id/kolaborasi-muhammadiyah-dan-p4mi-cirebon-sosialisasi-perlindungan-pekerja-migran-dan-pencegahan-tppo-di-desa-muara/)
masyarakat.

Tantangan terbesar adalah kepentingan politik, lemahnya hukum, korupsi sistemik,
dan ketidakpedulian masyarakat. Solusinya: memperkuat iman dan takwa, menegakkan
hukum yang adil, [kepemimpinan](https://muhammadiyahciko.or.id/membangun-etika-komunikasi-pemimpin-islam-meneladani-sifat-rasulullah-dan-piagam-madinah-dalam-menghadapi-fitnah-digital/)
amanah, serta [pendidikan](https://muhammadiyahciko.or.id/menata-ulang-kompas-pendidikan-nasional-telaah-kritis-atas-rencana-penghapusan-kenaikan-kelas-otomatis-pada-2027/)
moral dan akhlak.

## Hikmah dan Penutup

Di akhir kajian, Ustadz Somantri mengingatkan bahwa keadilan sempurna hanya akan
ditegakkan di akhirat. Namun, setiap muslim wajib berjuang menegakkan keadilan di
dunia.

“Keadilan adalah pilar kehidupan. Tanpa keadilan, dunia akan hancur. Jangan diam
terhadap kezaliman,” pesannya.

Ia pun memanjatkan doa agar Allah menganugerahkan masyarakat dan bangsa yang adil
di negeri tercinta Indonesia.

Kajian ditutup dengan salat Dhuha berjamaah dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab
yang hangat. Jamaah tampak antusias dan berharap kajian Sabtu Subuh seperti ini 
terus berlanjut secara rutin.

**Redaktur:** Tim Dakwah Masjid Umar bin Khottob
**Lokasi:** Komplek SMK Farmasi
Muhammadiyah, Jl. Cideng Indah No. 30, Kab. Cirebon, Jawa Barat

---
