# Khutbah Jumat di Masjid Santun Cirebon: Ustadz Prihatna Sudarma Paparkan Amalan Utama untuk Raih Surga Firdaus

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/menebar-sabda-di-masjid-santun-ustadz-prihatna-sudarma-urai-enam-amalan-pemintas-jalan-ke-surga-firdaus/
- Published: 2026-07-10T15:52:33+07:00
- Author: Arofah Firdaus

**CIREBON, 10 Juli 2026** – Suasana khusyuk menyelimuti [Masjid Santun](https://muhammadiyahciko.or.id/pengajian-reboan-masjid-santun-muhammadiyah-cirebon-ustadz-dr-maman-rusman-tekankan-larangan-membela-pengkhianat/)
Muhammadiyah [Kota Cirebon](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/) pada
pelaksanaan Salat Jumat, 10 Juli 2026. Bertindak sebagai imam sekaligus khatib, **
Ustadz Drs. H. Prihatna Sudarma, MM., M.Si.,** menyampaikan khutbah dengan tema 
mengupas tuntas amalan-amalan utama bagi umat [Islam](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/)
yang bercita-cita meraih kedudukan tertinggi di surga Firdaus, seraya mengingatkan
bahwa kenikmatan surgawi jauh melampaui gemerlapnya perhiasan dunia.

Ratusan jamaah memadati masjid yang terletak di jantung Kota Cirebon tersebut. Mereka
mengikuti rangkaian ibadah dari awal hingga akhir dengan penuh ketenangan, menyimak
setiap pesan [dakwah](https://muhammadiyahciko.or.id/prof-dadang-kahmad-tekankan-jurnalistik-sebagai-dakwah-berkemajuan-di-akademi-jurnalistik-muhammadiyah-4-malang/)
yang disampaikan khatib yang juga dikenal sebagai akademisi dan praktisi manajemen
ini.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/07/muhciko-
menebar-sabda-di-masjid-santun-ustadz-prihatna-sudarma-urai-enam-amalan-pemintas-
jalan-ke-surga-firdaus-1.jpg?resize=1024%2C768&ssl=1)

Dalam khutbah Ustadz Prihatna Sudarma mengawali dengan ajakan untuk meningkatkan
ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Beliau menekankan bahwa kecintaan manusia
terhadap hal-hal duniawi adalah fitrah, namun harus diimbangi dengan kesadaran akan
kehidupan akhirat. Hal ini sebagaimana diabadikan dalam firman Allah QS. Ali Imran
ayat 14:

**زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ
الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ
وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ 
الْمَآبِ**

_“Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia: cinta terhadap apa yang diinginkan,
berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk-tumpuk dari emas
dan perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah-ladang. Itulah kesenangan hidup
di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.”_ (QS. Ali Imran [3]:14)

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/07/muhciko-
menebar-sabda-di-masjid-santun-ustadz-prihatna-sudarma-urai-enam-amalan-pemintas-
jalan-ke-surga-firdaus.jpg?resize=1024%2C768&ssl=1)

Khatib menegaskan bahwa meskipun tujuh komoditas dunia itu—wanita, anak, emas, perak,
kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang—begitu memikat, seluruhnya hanyalah
kesenangan sementara. “Surga yang dijanjikan Allah jauh lebih baik daripada itu 
semuanya,” tegasnya, seraya menambahkan filosofi bahwa hidup di dunia harus dimaknai
sebagai ladang investasi untuk meraih “dunia kaya raya, akhirat masuk surga.”

Merujuk pada QS. Al-Mu’minun ayat 1-11, Ustadz Prihatna kemudian memaparkan enam
karakteristik utama orang-orang mukmin yang beruntung dan layak mewarisi surga Firdaus.
Beliau menguraikannya satu per satu dengan pendekatan kontekstual.

**Pertama**, menjaga kekhusyukan dalam salat. Ia mengutip QS. Al-Baqarah ayat 46
yang mengingatkan bahwa setiap manusia akan kembali kepada Allah, sehingga diperlukan
bekal terbaik. “Sholat yang khusyuk adalah bekal utama kita saat ‘bepergian’ menghadap
Ilahi,” ujarnya.

**Kedua**, menjauhi perkataan dan perbuatan yang tidak berguna. Dalam poin ini, 
khatib menyampaikan nasihat Imam Ali bin Abi Thalib, bahwa berbicara sedikit namun
mampu menggugah semangat lawan bicara jauh lebih bermakna daripada banyak bicara
tanpa isi.

**Ketiga**, menunaikan zakat. Ustadz Prihatna memotivasi jamaah untuk meningkatkan
pendapatan agar dapat berzakat lebih besar. “Dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk
surga, sembilan di antaranya adalah orang-orang kaya raya yang dermawan,” jelasnya,
menunjukkan bahwa kekayaan bukanlah penghalang, melainkan sarana mendekatkan diri
kepada Allah jika dikelola dengan benar.

**Keempat**, menjaga kemaluan dari perbuatan keji. Bagi yang pernah terjerumus, 
khatib memberikan rujukan QS. Ali Imran ayat 135 sebagai pintu taubat yang selalu
terbuka lebar.

**Kelima**, memelihara amanat dan janji-janji yang telah diikrarkan.

**Keenam**, memelihara salat dengan menjaganya di awal waktu, secara berjamaah, 
dan diiringi dengan tadarus Al-Qur’an.

Selanjutnya, Ustadz Prihatna memaparkan secara rinci tentang cara menunaikan amanah.
Mengutip konsep dari buku Prof. Dr. Syaafii Antonio, ia menyebutkan tujuh kunci 
utama: (1) adil dengan menempatkan sesuatu pada tempatnya sebagaimana QS. An-Nisa
ayat 135, (2) bertanggung jawab, (3) dapat diandalkan, (4) memiliki [kesehatan](https://muhammadiyahciko.or.id/rs-muhammadiyah-ini-hadirkan-wisata-kesehatan-berkemajuan/)
jiwa dan fisik, (5) kemandirian, (6) keterbukaan, serta (7) menepati janji dan komitmen.

Penekanan pada aspek amanah ini menjadi penutup yang kuat, mengingatkan bahwa kesuksesan
hakiki tidak hanya diukur dari ibadah ritual semata, tetapi juga dari integritas
[sosial](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/)
dan profesional seorang muslim.

Salat Jumat ditutup dengan doa, dipanjatkan harapan agar seluruh jamaah mampu mengamalkan
ilmu yang telah disampaikan. Ustadz Prihatna Sudarma berpesan agar umat Islam di
Kota Cirebon senantiasa berlomba dalam kebaikan dan menjadikan enam amalan utama
serta sikap amanah sebagai pegangan hidup untuk meraih ridha Allah dan kemuliaan
di surga-Nya.

---

**Liputan : Dakum, S.Pd.** dan Tim [Media](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/)
Masjid Santun Muhammadiyah Kota Cirebon

**Editor:** **Arofah Firdaus**
