# Mengamalkan Semangat “Fastabiqul Khairat” dalam Pelaksanaan Salat Jumat di Masjid Santun Muhammadiyah

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/mengamalkan-semangat-fastabiqul-khairat-dalam-pelaksanaan-salat-jumat-di-masjid-santun-muhammadiyah/
- Published: 2026-09-11T12:53:41+07:00
- Author: Redaksi-AF

[MASJID Santun](https://muhammadiyahciko.or.id/pengajian-reboan-masjid-santun-muhammadiyah-cirebon-ustadz-dr-maman-rusman-tekankan-larangan-membela-pengkhianat/)
Muhammadiyah menggelar pelaksanaan salat Jumat dengan khidmat dan tertib pada Jumat,
11 September 2026. Bertindak sebagai imam sekaligus khatib, Ustadz H. Ali Mahfudz
menyampaikan materi khutbah yang menekankan pentingnya bersegera dalam kebaikan,
terutama dalam menyambut panggilan salat Jumat.

## Fastabiqul Khairat: Berlomba dalam Kebaikan

Dalam khutbahnya, Ustadz H. Ali Mahfudz mengawali pembahasan dengan mengutip firman
Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 148:

**وَلِكُلٍّ وِّجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيْهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرٰتِۗ اَيْنَ مَا تَكُوْنُوْا
يَأْتِ بِكُمُ اللّٰهُ جَمِيْعًاۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ**

“Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap ke arahnya. Maka berlomba-lombalah
kamu dalam berbagai kebajikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan
kamu semuanya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah: 148)

Khatib menjelaskan bahwa ayat ini mengandung perintah agung, yakni _fastabiqul khairat_
atau berlomba-lomba dalam mengerjakan kebaikan. Menurut beliau, perintah ini bukan
sekadar anjuran untuk berbuat baik, melainkan dorongan untuk menjadi yang terdepan,
tercepat, dan terbaik dalam melaksanakan segala bentuk kebajikan.

## Balasan bagi Orang yang Berlomba dalam Kebaikan

Selanjutnya, Ustadz H. Ali Mahfudz membacakan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam
surah Al-Muthaffifin ayat 25–26:

**يُسْقَوْنَ مِنْ رَّحِيْقٍ مَّخْتُوْمٍ ۙ خِتٰمُهٗ مِسْكٌ ۗ وَفِيْ ذٰلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ
الْمُتَنٰفِسُوْنَۗ**

“Mereka diberi minum dari khamar murni (tidak memabukkan) yang (tempatnya) masih
diberi lak (sebagai jaminan keasliannya), laknya terbuat dari kasturi. Untuk (mendapatkan)
yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.” (QS. Al-Muthaffifin: 25–26)

Khatib menerangkan bahwa ayat ini menggambarkan kenikmatan surgawi yang disediakan
bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Penutup ayat, _falyatanāfasil-mutanāfisūn_,
menjadi seruan agar manusia saling berlomba meraih ridha Allah dan surga-Nya. Dengan
demikian, semangat _fastabiqul khairat_ tidak hanya berlaku di dunia, tetapi juga
menjadi jalan menuju kebahagiaan abadi di akhirat.

## Menyegerakan Diri Saat Adzan Dikumandangkan

Pada bagian akhir khutbahnya, Ustadz H. Ali Mahfudz menekankan kewajiban menyegerakan
diri ketika adzan salat Jumat dikumandangkan. Beliau mengutip firman Allah Subhanahu
Wa Ta’ala dalam surah Al-Jumu’ah ayat 9:

**يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ
فَاسْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الْبَيْعَۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ
كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ**

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila (seruan) untuk melaksanakan salat pada 
hari Jumat telah dikumandangkan, segeralah mengingat Allah dan tinggalkanlah jual
beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al-Jumu’ah:
9)

Khatib menjelaskan bahwa ayat ini memerintahkan kaum mukmin untuk segera menuju 
masjid dan meninggalkan segala aktivitas duniawi, termasuk jual beli, ketika adzan
Jumat berkumandang. Beliau menegaskan bahwa menyegerakan diri ke masjid merupakan
wujud nyata dari semangat _fastabiqul khairat_ yang telah diuraikan sebelumnya.

## Dalil Hadis tentang Keutamaan Datang Lebih Awal

Sebagai penutup, Ustadz H. Ali Mahfudz menyampaikan hadis Nabi Muhammad saw. yang
diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah r.a.:

**مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فَكَأَنَّمَا
قَرَّبَ بَدَنَةً، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ 
بَقَرَةً، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا 
أَقْرَنَ، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ دَجَاجَةً،
وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَيْضَةً، فَإِذَا 
خَرَجَ الْإِمَامُ طُوِيَتِ الصُّحُفُ وَاسْتَمَعُوا الذِّكْرَ**

“Barang siapa mandi pada hari Jumat seperti mandi janabah, kemudian berangkat (ke
masjid) pada jam pertama, maka seolah-olah ia berkurban dengan seekor unta. Barang
siapa berangkat pada jam kedua, seolah-olah ia berkurban dengan seekor sapi. Barang
siapa berangkat pada jam ketiga, seolah-olah ia berkurban dengan seekor domba bertanduk.
Barang siapa berangkat pada jam keempat, seolah-olah ia berkurban dengan seekor 
ayam. Barang siapa berangkat pada jam kelima, seolah-olah ia berkurban dengan sebutir
telur. Apabila imam telah keluar (menuju mimbar), maka catatan-catatan itu dilipat
dan mereka mendengarkan zikir (khutbah).” (HR. Bukhari dan Muslim)

## Penutup

Pelaksanaan salat Jumat di Masjid Santun Muhammadiyah pada 11 September 2026 berlangsung
dengan lancar dan penuh kekhusyukan. Melalui khutbah yang disampaikan Ustadz H. 
Ali Mahfudz, jamaah diingatkan untuk senantiasa mengamalkan semangat _fastabiqul
khairat_ dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam menyegerakan diri menunaikan
salat Jumat. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menerima segala amal ibadah kita dan
menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang berlomba-lomba dalam kebaikan. Aamiin.

**Peliput : Dakum, S.Pd., dan Tim Media masjid Santun **
