# Mengenang Keteladanan Pendekar Besar Tapak Suci, KH. Ahmad Kasuwi Thorif: Jiwa Tawadhu yang Membentuk Generasi

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/mengenang-keteladanan-pendekar-besar-tapak-suci-kh-ahmad-kasuwi-thorif-jiwa-tawadhu-yang-membentuk-generasi/
- Published: 2025-12-08T09:26:58+07:00
- Author: Arofah Firdaus

**CIREBON, 8 Desember 2025** – Dalam dunia persilatan Tapak Suci Putera Muhammadiyah,
nama KH. Ahmad Kasuwi Thorif atau yang akrab disapa **Abah Wi** dikenal sebagai 
sosok pendekar besar yang mengedepankan keluhuran akhlak di samping keilmuan beladirinya
yang mumpuni. Lahir di Desa Godog, Lamongan, pada 10 April 1953, beliau adalah perintis
Tapak Suci di wilayah Lamongan, Jawa Timur, yang dedikasinya menjadikannya salah
satu tokoh paling berpengaruh dalam [sejarah](https://muhammadiyahciko.or.id/prospek-web-muhammadiyah-kota-cirebon/)
[organisasi](https://muhammadiyahciko.or.id/pentingnya-website-di-era-ai/) tersebut.

Menurut keterangan Ketua Umum Pimpinan Pusat Tapak Suci, sosok Abah Wi adalah pribadi
yang rendah hati, tegas, disiplin, tawadhu, santun, dan berilmu. “Beliau adalah 
pendekar besar yang menguasai ilmu seni bela diri Tapak Suci, berakhlak sangat baik,
dan selalu ringan tangan menolong siapa saja,” ujarnya menggambarkan ketokohan Abah
Wi yang wafat dan meninggalkan duka yang mendalam bagi seluruh keluarga besar Tapak
Suci.

Kharisma, keberanian, ketegasan, dan keteladanan Abah Wi-lah yang dahulu menarik
minat para remaja dan pemuda Lamongan. Bagi mereka, Tapak Suci yang diajarkannya
bukan sekadar olahraga bela diri, melainkan gerakan pembentukan karakter, kedisiplinan,
dan militansi yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.

**Meneladani Jejak, Meneruskan Perjuangan**

Semangat dan nilai-nilai yang ditanamkan Abah Wi terus menginspirasi generasi penerus
di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Cirebon. Salah satunya adalah Mohamad 
Ziaurrahman, pelatih Tapak Suci SMA Muhammadiyah Kedawung.

“Beliau adalah teladan. Saya akan berusaha mengikuti jejak Pendekar Besar KH. Ahmad
Kasuwi Thorif yang tidak pernah menyerah menyebarkan keilmuan pencak silat dan [dakwah](https://muhammadiyahciko.or.id/prof-dadang-kahmad-tekankan-jurnalistik-sebagai-dakwah-berkemajuan-di-akademi-jurnalistik-muhammadiyah-4-malang/)
Muhammadiyah kepada siapa saja,” tutur Ziaurrahman yang merintis dan bergabung dengan
Tapak Suci di Kabupaten Cirebon sejak 2008 di bawah bimbingan guru-guru seperti 
Yani Badarudin dan Popon R.

Perjalanan Ziaurrahman dimulai sebagai atlet yang meraih juara 3 di GOR Sumber pada
2013, hingga mencapai sabuk biru pada 2015. Dedikasinya kemudian diamanahkan oleh
Pimpinan Daerah Tapak Suci Kabupaten Cirebon untuk melatih di SMA Muhammadiyah Kedawung
mulai 2023 hingga sekarang.

Bersama para atlet, Ziaurrahman berkomitmen untuk terus meningkatkan dan mempertahankan
prestasi. “Mempertahankan prestasi lebih sulit dibandingkan merebut prestasi,” ujarnya
menyadari tantangan yang dihadapi. Ia juga menyampaikan refleksi tentang semangat
berkarya di persyarikatan. “Sebagai kader, banyak yang enggan merintis dari nol.
Namun, ketika sebuah [Amal Usaha](https://muhammadiyahciko.or.id/prospek-web-muhammadiyah-kota-cirebon/)
Muhammadiyah (AUM) atau Ortom sudah maju dan berprestasi, justru banyak yang kemudian
memperebutkannya. Semangat perintisan Abah Wi-lah yang harus kita jaga,” pungkasnya.

Melalui keteladanan pendekar seperti KH. Ahmad Kasuwi Thorif, Tapak Suci terus membuktikan
diri tidak hanya sebagai perguruan silat, tetapi sebagai sekolah kehidupan yang 
membentuk kader-kader tangguh dan berakhlak mulia untuk Muhammadiyah dan bangsa.
