# Menggali Makna Infaq: Kajian Reboan di Masjid Santun Muhammadiyah Kota Cirebon

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/menggali-makna-infaq-kajian-reboan-di-masjid-santun-muhammadiyah-kota-cirebon/
- Published: 2026-09-09T19:52:32+07:00
- Author: Redaksi-AF

SUASANA khidmat menyelimuti [Masjid Santun](https://muhammadiyahciko.or.id/pengajian-reboan-masjid-santun-muhammadiyah-cirebon-ustadz-dr-maman-rusman-tekankan-larangan-membela-pengkhianat/)
Muhammadiyah, Jl. Pilang Raya No. 09, [Kota Cirebon](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/),
pada pelaksanaan Pengajian Reboan, Rabu (9/9/2026). Kegiatan rutin mingguan yang
digelar selepas salat Maghrib hingga Isya ini menghadirkan **Ustadz Dr. Maman Rusman,
M.Pd.,** sebagai penceramah utama. Turut hadir dalam kajian tersebut para jamaah
dari berbagai kalangan yang dengan antusias mengikuti tausiah hingga akhir.

Mengawali ceramahnya, Ustadz Dr. Maman Rusman mengangkat tema mendalam tentang perbedaan
kata _infaq_ dalam Al-Qur’an, dengan fokus utama pada Surat Al-Furqan ayat 67 dan
Surat Al-Baqarah ayat 261. Beliau menjelaskan bahwa pemahaman yang tepat tentang
ayat-ayat ini sangat penting agar umat [Islam](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/)
tidak keliru dalam mengelola harta dan menjalankan perintah berinfaq.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/09/img-20260909-
wa00242995504759300984754.jpg?resize=1024%2C768&ssl=1)

## Infaq dalam Keseharian: Prinsip Pertengahan dalam Al-Furqan

Ustadz Maman memulai tafsirnya dengan membacakan firman Allah dalam Surat Al-Furqan
ayat 67:

**وَالَّذِينَ إِذَا أَنفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ
قَوَامًا**

Artinya: _“Dan orang-orang yang apabila berinfak tidak berlebihan dan tidak (pula)
kikir. (Infak mereka) adalah pertengahan antara keduanya.”_

Dalam tafsirnya, Ustadz Maman menegaskan bahwa ayat ini berkaitan erat dengan Surat
Al-Furqan ayat 63 yang menggambarkan ciri hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih, 
yaitu mereka yang berjalan di muka bumi dengan rendah hati. Sikap rendah hati ini
kemudian tercermin dalam cara mereka berinfak.

“Infaq yang dimaksud dalam Surat Al-Furqan ayat 67 adalah infaq untuk kebutuhan 
sehari-hari, seperti makan, minum, dan membeli pakaian bagi diri sendiri dan keluarga,”
jelas Ustadz Maman. “Allah mengajarkan kita untuk tidak berlebihan atau _maglulatan_(
terlalu pelit), dan juga tidak boros. Prinsipnya adalah _qawaman_, yaitu pertengahan,
seimbang, dan moderat.”

Beliau mengaitkan ayat ini dengan Surat Al-Isra ayat 29 yang senada, yang memperingatkan
agar manusia tidak menjadikan tangannya terbelenggu di leher (kikir) dan tidak pula
membentangkannya secara berlebihan (boros), sehingga menjadi tercela dan menyesal.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/09/img-20260909-
wa00258628886834108938.jpg?resize=1024%2C768&ssl=1)

## Infaq di Jalan Allah: Kemuliaan Lipat Ganda dalam Al-Baqarah

Selanjutnya, Ustadz Maman menjelaskan tentang konsep infaq dalam Surat Al-Baqarah
ayat 261:

**مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ
أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ
لِمَن يَشَاءُۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ**

Artinya: _“Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah
seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai,
pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa 
yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.”_

“Berbeda dengan infaq dalam Al-Furqan yang berkaitan dengan nafkah sehari-hari dan
memiliki batasan agar tidak berlebihan,” tegas Ustadz Maman. “Infaq dalam Al-Baqarah
ayat 261 tidak memiliki batasan tersebut. Ini adalah infaq di jalan Allah, seperti
untuk [bencana](https://muhammadiyahciko.or.id/muhammadiyah-karhutla-bukan-bencana-tahunan/)
alam, pembangunan masjid, [pendidikan](https://muhammadiyahciko.or.id/menata-ulang-kompas-pendidikan-nasional-telaah-kritis-atas-rencana-penghapusan-kenaikan-kelas-otomatis-pada-2027/),
[dakwah](https://muhammadiyahciko.or.id/prof-dadang-kahmad-tekankan-jurnalistik-sebagai-dakwah-berkemajuan-di-akademi-jurnalistik-muhammadiyah-4-malang/),
dan kepentingan [sosial](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/)
lainnya.”

Beliau menjelaskan bahwa Allah menjanjikan balasan berlipat ganda, bahkan sampai
tujuh ratus kali lipat atau lebih, bagi siapa yang berinfak di jalan-Nya dengan 
ikhlas. Janji ini menunjukkan betapa besar kemurahan Allah dan betapa mulianya amalan
infak.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/09/img-20260909-
wa00264550636315442320898.jpg?resize=1024%2C768&ssl=1)

## Pesan Penutup dan Hikmah

Mengakhiri tausiahnya, Ustadz Dr. Maman Rusman menyampaikan pesan mendalam. Beliau
mengingatkan bahwa hidup ini adalah ujian, dan di antara ujian itu adalah bagaimana
seseorang mengelola hartanya. “Jangan pernah tinggalkan salat, karena salat adalah
benteng utama seorang mukmin dalam menghadapi segala tantangan,” pesannya, seraya
mengutip Surat Al-‘Ankabut ayat 2 tentang ujian keimanan.

Hal ini senada dengan sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:

**مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ**

Artinya: _“Barang siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka baginya pahala seperti
pahala orang yang mengerjakannya.”_ (HR. Muslim)

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/09/img-20260909-
wa00303035339566655891108.jpg?resize=1024%2C768&ssl=1)

Pengajian Reboan di Masjid Santun Muhammadiyah merupakan agenda rutin mingguan yang
konsisten menghadirkan penceramah-penceramah untuk mengkaji berbagai tema keislaman,
mulai dari akidah, ibadah, hingga muamalah. Kegiatan ini menjadi sarana penting 
untuk memperkuat pemahaman agama dan membangun karakter umat berdasarkan dalil yang
sahih. (*)

**Peliput : Dakum, S.Pd., dan Tim Media masjid Santun **
