# Menggali Makna Rezeki: Khutbah Jumat Empat Tingkatan Rezeki di Masjid At-Taqwa Cirebon

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/menggali-makna-rezeki-khutbah-jumat-empat-tingkatan-rezeki-di-masjid-at-taqwa-cirebon/
- Published: 2026-07-13T21:41:39+07:00
- Author: Arofah Firdaus

**CIREBON, 10 Juli 2026** – Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Raya At-Taqwa, [Kota Cirebon](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/),
pada pelaksanaan salat Jumat, 10 Juli 2026. Bertindak sebagai khatib, **Ustadz Dr.
Alvien S. Hariesma,** **SEI, MSI,**.  seorang dosen di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon,
menyampaikan khutbah yang menggugah tentang hakikat rezeki dalam kehidupan seorang
muslim.

Dalam khutbahnya, Ustadz Dr. Alvien mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa meningkatkan
takwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Beliau menekankan bahwa takwa adalah fondasi
utama untuk meraih kebahagiaan hakiki di dunia dan akhirat.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/07/muhciko-
menggali-makna-rezeki-khutbah-jumat-empat-tingkatan-rezeki-di-masjid-at-taqwa-cirebon.
jpg?resize=461%2C1024&ssl=1)

## Empat Tingkatan Rezeki

Mengutip pemikiran ulama kenamaan, Syekh Muhammad Mutawalli asy-Sya’rawi, dalam 
kitabnya _Tilka Hiya al-Arzaq_, khatib memaparkan empat tingkatan rezeki yang perlu
dipahami umat [Islam](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/).
Syekh Sya’rawi menyatakan:

المَالُ هُوَ أَدْنَى دَرَجَاتِ الرِّزْقِ وَالعَافِيَةُ أَعْلَى دَرَجَاتِ الرِّزْقِ
وَصَلَاحُ الأَبْنَاءِ أَفْضَلُ أَنْوَاعِ الرِّزْقِ وَرِضَا رَبِّ العَالَمِينَ فَهُوَ
تَمَامُ الرِّزْقِ

Artinya: “_Harta adalah rezeki yang paling rendah. [Kesehatan](https://muhammadiyahciko.or.id/rs-muhammadiyah-ini-hadirkan-wisata-kesehatan-berkemajuan/)
adalah rezeki yang paling tinggi. Kebaikan anak-anak adalah rezeki yang paling utama.
Dan keridhaan Allah adalah rezeki yang paling sempurna._“

**1. Rezeki Berupa Harta**

Rezeki berupa harta benda merupakan tingkatan dasar yang dapat diraih oleh semua
orang, baik yang taat maupun yang ingkar kepada Allah . Dalam hal ini, khatib mengingatkan
bahwa harta hanyalah titipan dan sarana untuk meraih keberkahan, bukan tujuan akhir
kehidupan.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Mulk ayat 15:

**هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا
مِنْ رِزْقِهِ ۖ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ**

Artinya: “_Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah
di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya
lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan._” (QS Al-Mulk: 15)

**2. Rezeki Berupa Kesehatan**

Tingkat kedua adalah rezeki berupa kesehatan. Khatib menjelaskan bahwa kesehatan
adalah karunia yang sangat mahal dan luhur. Dengan tubuh yang sehat, manusia mampu
beribadah, berkarya, dan menikmati nikmat Allah lainnya. Sering kali, nilai kesehatan
baru terasa ketika mulai berkurang, sehingga mensyukurinya adalah wujud kebijaksanaan.

Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam yang diriwayatkan
oleh Ibnu Majah dan Ahmad:

**لَا بَأْسَ بِالْغِنَى لِمَنِ اتَّقَى وَالصِّحَّةُ لِمَنِ اتَّقَى خَيْرٌ مِنَ الْغِنَى
وَطِيبُ النَّفْسِ مِنَ النِّعَمِ**

Artinya: “_Tidak mengapa seseorang itu kaya asalkan bertakwa. Sehat bagi orang yang
bertakwa itu lebih baik dari kaya. Dan hati yang bahagia adalah bagian dari nikmat._”(
HR. Ibnu Majah No. 2141 dan Ahmad 4/69)

**3. Rezeki Berupa Keturunan yang Saleh**

Memiliki anak yang saleh adalah bentuk rezeki terbaik. Kehadiran mereka bukan hanya
menjadi penyejuk mata di dunia, tetapi juga menjadi investasi akhirat melalui doa-
doa yang dipanjatkan. Hal ini sesuai dengan doa Nabi Ibrahim AS yang diabadikan 
dalam Al-Qur’an Surat Ash-Shaffaat ayat 100:

**رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ**

Artinya: “_Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang
yang saleh._“

**4. Rezeki Berupa Ridha Allah Subhanahu Wa Ta’ala **

Puncak dari segala rezeki adalah ridha Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Ini merupakan 
kesempurnaan rezeki yang hanya diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dan
bertakwa. Ketika seorang hamba mendapatkan ridha-Nya, hidupnya akan dipenuhi ketenangan
dan keberkahan.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Surat At-Taubah ayat 72:

**وَعَدَ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا 
الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ۚ وَرِضْوَانٌ
مِّنَ اللَّهِ أَكْبَرُ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ**

Artinya: “_Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan [perempuan](https://muhammadiyahciko.or.id/pengajian-aisyiyah-kota-cirebon-bahas-kepemimpinan-perempuan/),(
akan mendapat) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya,
dan (mendapat) tempat yang baik di Surga ‘Adn. Dan keridaan Allah lebih besar. Itulah
kemenangan yang agung._” (QS At-Taubah: 72)

## Kunci Menjemput Rezeki: Ikhlas, Sabar, dan Ridha

Di akhir khutbahnya, Ustadz Dr. Alvien menyampaikan bahwa untuk menjemput rezeki
dalam segala tingkatan, seorang muslim perlu membekali diri dengan keikhlasan, kesabaran,
dan sikap ridha. Ikhlas adalah landasan setiap amal, sabar adalah kunci menghadapi
ujian, dan ridha adalah penerimaan penuh atas segala ketetapan Allah Subhanahu Wa
Ta’ala.

Beliau memanjatkan doa yang diajarkan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam:

**رَضِيتُ بِاللهِ رَبًّا وَبِالإِسْلَامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا وَرَسُولًا،
رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا وَارْزُقْنِي فَهْمًا**

Artinya: “_Aku ridha Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagai Tuhanku, dan Islam sebagai
agamaku, dan Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam sebagai Nabi dan Rasulku. Ya Allah,
tambahkanlah kepadaku ilmu dan berikanlah aku pemahaman yang baik._“

Khutbah yang disampaikan dengan lugas dan penuh hikmah ini disambut dengan khusyuk
oleh jamaah. Diharapkan, pesan-pesan dalam khutbah ini dapat menjadi bekal bagi 
setiap muslim untuk lebih memahami dan mensyukuri setiap bentuk rezeki yang telah
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan.

**Editor : Arofah Firdaus **
