# Menghidupkan Sunnah: Materi Perkaderan Fungsional Dosen AIK UMC tentang Amalan-Amalan Sunah Sebelum Subuh

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/menghidupkan-sunnah-materi-perkaderan-fungsional-dosen-aik-umc-tentang-amalan-amalan-sunah-sebelum-subuh/
- Published: 2026-08-30T05:57:22+07:00
- Author: Arofah Firdaus

SUASANA khidmat menyelimuti kegiatan kuliah setelah salat malam menjelang salat 
Subuh pada acara Perkaderan Fungsional Dosen Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK)
Universitas Muhammadiyah Cirebon (30/8/26). Bertindak sebagai narasumber, **Assoc.
Prof. Dr. Arief Hidayat Afendi, S.H.I., M.Ag.,** menyampaikan materi mendalam seputar
sunnah-sunnah dalam shalat, khususnya amalan menjelang waktu subuh. Kajian ini menjadi
bekal penting bagi para dosen AIK dalam mengamalkan dan mengajarkan sunnah Nabi 
Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam secara komprehensif.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/08/muhciko-
menghidupkan-sunnah-materi-perkaderan-fungsional-dosen-aik-umc-tentang-amalan-amalan-
sunah-sebelum-subuh-1.jpg?resize=1024%2C768&ssl=1)

## A. Kaifiyah Shalat Lail dan Witir: Penutup Ibadah Malam yang Mulia

Mengawali tausiyahnya, Assoc. Prof. Dr. Arief Hidayat Afendi menjelaskan tentang
shalat lail dan witir. Shalat witir merupakan shalat sunnah muakkad yang sangat 
dianjurkan sebagai penutup rangkaian ibadah malam. Terdapat tuntunan khusus dari
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam mengenai bacaan surat pada shalat witir tiga
rakaat.

Dalam sebuah riwayat dari Ibnu Abbas RA, beliau mencontohkan:

> أَنَّهُ كَانَ يُوتِرُ بِثَلاَثٍ بِـ {سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى} وَ {قُلْ
> يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ} وَ {قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
> Artinya: _“Bahwa Ibnu Abbas biasa shalat witir tiga rakaat dengan membaca: ‘Sabbihisma
> rabbikal a’la’ (Al-A’la), ‘Qul yaa ayyuhal kaafiruun’ (Al-Kafirun), dan ‘Qul huwallahu
> ahad’ (Al-Ikhlas).”_ (HR. An-Nasa’i)

Tuntunan ini diamalkan pada masing-masing rakaat. Rakaat pertama membaca Surat Al-
A’la, rakaat kedua membaca Surat Al-Kafirun, dan rakaat ketiga membaca Surat Al-
Ikhlas. Hal ini berdasarkan riwayat dari Sayyidah Aisyah RA tentang bacaan Rasulullah
Shalallahu Alaihi Wasallam dalam shalat witir.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/08/muhciko-
menghidupkan-sunnah-materi-perkaderan-fungsional-dosen-aik-umc-tentang-amalan-amalan-
sunah-sebelum-subuh.jpg?resize=1024%2C576&ssl=1)

## B. Keutamaan dan Tuntunan Bacaan Shalat Jumat

Pada kesempatan yang sama, narasumber juga menyampaikan tuntunan bacaan surat dalam
shalat Jumat. Terdapat beberapa pilihan bacaan yang disunahkan, di antaranya adalah
membaca Surat Al-A’la pada rakaat pertama dan Surat Al-Ghasyiyah pada rakaat kedua.

Hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan dari Nu’man bin Basyir RA:

> كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَقْرَأُ فِي الْعِيدَيْنِ وَفِي الْجُمُعَةِ بِـ {سَبِّحِ
> اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى} وَ: {هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ
> Artinya: _“Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam pada shalat ‘iedain (dua hari
> raya) dan pada shalat Jumat, membaca surah: Al-A’la dan surah: Al-Ghasyiyah.”_

Imam Zainuddin al-Malibari dalam kitab _Fath al-Mu’in_ juga menjelaskan disunahkannya
membaca kedua surat ini pada shalat Jumat. Beliau juga menyebutkan alternatif membaca
Surat Al-Jumu’ah dan Al-Munafiqun.

## C. Bacaan Qabliyah Subuh: Dua Rakaat Penuh Keberkahan

Materi selanjutnya yang disampaikan adalah tentang bacaan pada shalat sunnah qabliyah
Subuh (dua rakaat sebelum Subuh). Assoc. Prof. Dr. Arief Hidayat Afendi menjelaskan
bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam memiliki kebiasaan membaca Surat Al-
Kafirun pada rakaat pertama dan Surat Al-Ikhlas pada rakaat kedua.

Hal ini berdasarkan riwayat dari Abu Hurairah RA:

> عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ -رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ- أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صَلَّى اللَّهُ
> عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ-: قَرَأَ فِي رَكْعَتَيِ الْفَجْرِ: قُلْ يَا أَيُّهَا
> الْكَافِرُونَ وَ: قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
> Artinya: _“Dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam membaca
> dalam dua rakaat fajar (qabliyah Subuh): ‘Qul yaa ayyuhal kaafiruun’ dan ‘Qul 
> huwallahu ahad’.”_ (HR. Muslim)

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam juga menjelaskan keutamaan kedua surat ini.
Dari Abdullah bin Umar RA, beliau bersabda:

> قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ تَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ، وَقُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ
> تَعْدِلُ رُبُعَ الْقُرْآنِ
> Artinya: _“Surat Al-Ikhlas setara dengan sepertiga Alquran, sedangkan Surat Al-
> Kafirun setara dengan seperempat Alquran.”_

## D. Aplikasi untuk Mengetahui Waktu Salat

Di era digital ini, umat [Islam](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/)
dimudahkan dengan adanya aplikasi penunjuk waktu salat yang akurat. Aplikasi seperti“
Jadwal Sholat” menyediakan berbagai fitur untuk membantu ibadah, di antaranya:

 * Jadwal waktu salat 5 waktu (Subuh, Zuhur, Asar, Maghrib, Isya) yang akurat
 * Notifikasi otomatis di waktu azan dengan suara azan yang berbeda untuk Subuh
 * Kompas kiblat digital yang akurat
 * Pengaturan manual penyesuaian waktu salat
 * Kalender Islam Hijriyah

Beberapa pengguna muslim menambahkan waktu +8 menit untuk waktu Subuh sebagai bentuk
kehati-hatian (_ihtiyat_) dalam memastikan masuknya waktu fajar. Fitur penyesuaian
waktu manual pada aplikasi ini memungkinkan pengaturan tersebut.

---

Demikian rangkuman materi perkaderan fungsional dosen AIK UMC yang disampaikan oleh
Assoc. Prof. Dr. Arief Hidayat Afendi, S.H.I., M.Ag. Semoga ilmu yang disampaikan
menjadi amal jariyah dan bermanfaat bagi para peserta serta umat Islam pada umumnya.
Wallahu a’lam bish-shawab. (*)
