# Mengimani Al-Qur’an sebagai Kalamullah: Ustadz Dr. Maman Rusman Ungkap Bahaya Mendustakan Sebelum Memahami

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/mengimani-al-quran-sebagai-kalamullah-ustadz-dr-maman-rusman-ungkap-bahaya-mendustakan-sebelum-memahami/
- Published: 2026-06-10T20:04:46+07:00
- Author: Arofah Firdaus

**CIREBON, 10 Juni 2026** – [Masjid Santun](https://muhammadiyahciko.or.id/pengajian-reboan-masjid-santun-muhammadiyah-cirebon-ustadz-dr-maman-rusman-tekankan-larangan-membela-pengkhianat/)
Muhammadiyah [Kota Cirebon](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/) kembali
menggelar Kajian Reboan pada Rabu malam, 10 Juni 2026. Kegiatan rutin yang dilaksanakan
bada Maghrib hingga waktu Isya tersebut, maaf.dipadati jamaah dari berbagai kalangan.
Kegiatan ini menghadirkan penceramah, **Ustadz Dr. Maman Rusman, M.Pd.** Beliau 
menyampaikan tausiyah yang mendalam tentang sikap manusia terhadap Al-Qur’an, dimulai
dari kritik terhadap kaum musyrik hingga kewajiban umat [Islam](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/)
dalam memuliakan Kitab Suci dan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam.

Dengan penuh hikmah, Ustadz Maman membuka kajian mengutip firman Allah dalam **QS.
Yunus ayat 39**. Beliau menjelaskan bahwa ayat ini bukan sekadar cerita masa lalu,
melainkan cermin bagi perilaku manusia modern yang kerap menolak kebenaran sebelum
benar-benar memahaminya.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/06/muhciko-
mengimani-al-quran-sebagai-kalamullah-ustadz-dr.-maman-rusman-ungkap-bahaya-mendustakan-
sebelum-memahami-3.jpg?resize=1024%2C768&ssl=1)

## Tafsir QS. Yunus (10): 39

Berikut ayat yang menjadi inti kajian malam itu:

**QS. Yunus (10): 39**

بَلْ كَذَّبُوا بِمَا لَمْ يُحِيطُوا بِعِلْمِهِ وَلَمَّا يَأْتِهِمْ تَأْوِيلُهُ ۚ
كَذَٰلِكَ كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الظَّالِمِينَ

> _“Bahkan mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna
> padahal belum datang kepada mereka penjelasannya. Demikianlah orang-orang yang
> sebelum mereka telah mendustakan. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-
> orang yang zalim.”_

Ustadz Dr. Maman Rusman, M.Pd. menjelaskan poin-poin penting dari ayat ini secara
rinci:

 1. **Al-Kadzibu dalam ayat ini adalah kebohongan orang-orang musyrik.** Mereka menolak
    Al-Qur’an tanpa bukti dan tanpa kajian ilmiah. Ini menunjukkan akhlak tercela yang
    didasari kesombongan, bukan ketidaktahuan.
 2. **“Sesuatu” yang mereka dustakan adalah Al-Qur’an itu sendiri.** Mereka tidak mau
    mengakui bahwa Al-Qur’an adalah wahyu Allah.
 3. **Penyebab utama kedustaan mereka:** Mereka mendustakan Al-Qur’an **sebelum memahami
    isinya secara utuh**. Kata _“lam yuhithu bi ‘ilmihi”_ (belum meliputi ilmunya) 
    menunjukkan bahwa penolakan mereka lahir dari kebodohan dan prasangka buruk.
 4. **Sikap mereka semakin parah** karena meskipun ancaman dari Allah (_ta’wiluhu_)
    belum datang, mereka tetap menentang. Ustadz Maman menegaskan, “Ini adalah puncak
    kedzaliman: menolak kebenaran yang belum jelas salahnya.”
 5. **Wasilah (perantara) dalam Al-Qur’an diakui,** tetapi dengan syarat tidak menyekutukan
    Allah. Beliau mengingatkan bahwa wasilah yang benar adalah yang diperintahkan Allah,
    seperti berdoa melalui perantaraan asmaul husna atau amal saleh.
 6. **Fakta psikologis manusia:** “Manusia akan selamanya bertentangan atau bermusuhan
    dengan apa yang tidak mereka ketahui secara mendalam,” tegas Ustadz Maman. Ketidaktahuan
    sering melahirkan kebencian, seperti orang yang menolak Al-Qur’an hanya karena 
    belum pernah membaca dan mempelajarinya.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/06/muhciko-
mengimani-al-quran-sebagai-kalamullah-ustadz-dr.-maman-rusman-ungkap-bahaya-mendustakan-
sebelum-memahami-2.jpg?resize=1024%2C768&ssl=1)

## Fungsi Al-Qur’an sebagai Petunjuk (Hudan)

Ustadz Maman lalu mengingatkan fungsi pokok Al-Qur’an, yaitu sebagai _hudan_ (petunjuk).
Beliau mengutip dua ayat dari Surat Al-Baqarah:

**QS. Al-Baqarah (2): 2**

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ

> _“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang 
> bertakwa.”_

**QS. Al-Baqarah (2): 186**

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا
دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

> _“Dan apabila hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat.
> Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka hendaklah
> mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh petunjuk.”_

Menurut Ustadz Maman, kedua ayat ini menegaskan bahwa petunjuk (hidayah) hanya akan
diperoleh oleh mereka yang bertakwa dan mau berdoa kepada Allah. Al-Qur’an bukan
sekadar bacaan, melainkan [panduan](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/)
hidup yang harus diimani dan diamalkan.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/06/muhciko-
mengimani-al-quran-sebagai-kalamullah-ustadz-dr.-maman-rusman-ungkap-bahaya-mendustakan-
sebelum-memahami-1.jpg?resize=1024%2C768&ssl=1)

## Menyakini Al-Qur’an sebagai Kalamullah

Dalam ceramah intinya, Ustadz Dr. Maman Rusman, M.Pd. menekankan kewajiban setiap
Muslim untuk **menyakini Al-Qur’an sebagai Kalamullah (firman Allah) yang diturunkan
kepada Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam melalui perantara Malaikat Jibril**.

“Keyakinan ini adalah fondasi iman. Barang siapa meragukan bahwa Al-Qur’an adalah
wahyu Allah, maka ia telah keluar dari lingkaran keimanan,” ujar beliau dengan tegas.

Beliau juga mengingatkan bahwa orang-orang musyrik di masa lalu tidak hanya mendustakan
isi Al-Qur’an, tetapi juga **menyebarkan kebohongan tentang Al-Qur’an** di tengah
masyarakat. Mereka menebar fitnah bahwa Al-Qur’an adalah sihir, perkataan penyair,
atau dongeng kuno. Padahal, tuduhan itu muncul sebelum mereka benar-benar mendalami
isinya.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/06/muhciko-
mengimani-al-quran-sebagai-kalamullah-ustadz-dr.-maman-rusman-ungkap-bahaya-mendustakan-
sebelum-memahami.jpg?resize=1024%2C768&ssl=1)

## Adab Memuliakan Rasulullah: Jangan Memanggil dengan Nama Biasa

Salah satu poin menarik dalam kajian tersebut adalah penjelasan Ustadz Maman tentang**
adab terhadap Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam** yang termaktub dalam surat
An-Nur.

Beliau mengutip substansi firman Allah:

**QS. An-Nur (24): 63** (parafrasa makna)

لَا تَجْعَلُوا دُعَاءَ الرَّسُولِ بَيْنَكُمْ كَدُعَاءِ بَعْضِكُمْ بَعْضًا

> _“Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul di antara kamu seperti panggilan sebagian
> kamu kepada sebagian (yang lain).”_

Ustadz Maman menjelaskan, “Dalam ayat ini, Allah mengajarkan adab yang sangat tinggi.
Janganlah kita memanggil Nabi Muhammad hanya dengan namanya saja, seperti ‘Ya Muhammad’.
Tetapi panggillah dengan penghormatan, misalnya _‘Ya Nabiyyallah’_ atau _‘Nabiyyina
Muhammad’_ (Nabi kami Muhammad).”

Hal ini menunjukkan betapa Islam mengajarkan pemuliaan terhadap Rasulullah Shalallahu
Alaihi Wasallam, berbeda dengan gaya orang-orang musyrik Quraisy yang merendahkan
dan memanggil beliau dengan sebutan tidak hormat.

## Penutup: QS. Al-Baqarah (2): 251

Sebagai penutup ceramah yang penuh makna, Ustadz Dr. Maman Rusman, M.Pd. mengajak
jamaah untuk merenungkan **QS. Al-Baqarah ayat 251**. Ayat ini mengisahkan kemenangan
Thalut dan Dawud atas Jalut, serta anugerah kerajaan dan hikmah dari Allah.

**QS. Al-Baqarah (2): 251**

فَهَزَمُوهُمْ بِإِذْنِ اللَّهِ وَقَتَلَ دَاوُودُ جَالُوتَ وَآتَاهُ اللَّهُ الْمُلْكَ
وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَهُ مِمَّا يَشَاءُ ۗ وَلَوْلَا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ
بِبَعْضٍ لَفَسَدَتِ الْأَرْضُ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ ذُو فَضْلٍ عَلَى الْعَالَمِينَ

> _“Maka mereka mengalahkannya dengan izin Allah, dan Dawud membunuh Jalut. Kemudian
> Allah memberinya kerajaan dan hikmah, serta mengajarinya apa yang Dia kehendaki.
> Sekiranya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang
> lain, niscaya rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan-
> Nya) atas seluruh alam.”_

Pesan dari ayat ini, menurut Ustadz Maman, adalah bahwa Allah mengangkat derajat
orang-orang yang beriman, berilmu, dan berhikmah. Begitu pula dengan orang yang 
mengimani dan mengamalkan Al-Qur’an, Allah akan berikan kemenangan dan ilmu yang
bermanfaat. Sebaliknya, orang-orang yang mendustakan Al-Qur’an sebelum memahami,
akan binasa seperti kaum sebelum mereka.

## Penutup Acara

Kajian Reboan yang berlangsung dari ba’da Maghrib hingga waktu Isya itu ditutup 
dengan doa yang dipimpin langsung oleh Ustadz Dr. Maman Rusman, M.Pd. Jamaah tampak
khusyuk dan mendapatkan pencerahan baru tentang pentingnya memahami Al-Qur’an secara
mendalam sebelum menilai, serta memuliakan Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam
dengan adab yang benar.

Ketua Badan Takmir Masjid Santun Muhammadiyah menyampaikan terima kasih kepada seluruh
jamaah dan berharap kajian ini menjadi rutinitas yang terus meningkatkan kualitas
iman dan ketakwaan warga Cirebon.

**Redaksi** **: Dakum, S.Pd., dan Tim Media** **Masjid Santun Muhammadiyah Kota 
Cirebon**
**10 Juni 2026**

---
