# Menyingkap Kekuasaan Allah: Pengajian Ahad Subuh di Masjid Umar bin Khattab UMMADA Kedawung

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/menyingkap-kekuasaan-allah-pengajian-ahad-subuh-di-masjid-umar-bin-khattab-ummada-kedawung/
- Published: 2026-07-19T07:58:28+07:00
- Author: Arofah Firdaus

**KEDAWUNG, muhammadiyahciko** — Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Umar bin Khattab
yang terletak di kompleks Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan (UMMADA)
dan SMK Farmasi Muhammadiyah, Kedawung, pada Ahad pagi (19/7/2026). Puluhan jamaah
dari berbagai kalangan tampak hadir memenuhi masjid untuk mengikuti pengajian Ahad
Subuh yang rutin diselenggarakan.

Bertindak sebagai penceramah pada kesempatan kali ini, **Ustadz Drs. Somantri Perbangkara,
M.Pd**., menyampaikan tausiyah dengan tema yang menggugah, _“Menyingkap Kekuasaan
Allah.”_ Dengan gaya penyampaian yang lugas dan penuh hikmah, beliau mengajak para
jamaah untuk merenungkan betapa besarnya kekuasaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang
terhampar di alam semesta dan bahkan terasa dalam diri manusia itu sendiri.

## Merenungi Tanda-Tanda Kekuasaan Allah

Mengawali ceramahnya, Ustadz Somantri mengajak jamaah untuk melihat realitas di 
sekitar sebagai bukti nyata kekuasaan Ilahi. Beliau mencontohkan bagaimana perhelatan
akbar Piala Dunia FIFA yang disiarkan televisi dapat menjadi cermin kebesaran Allah.
Di dalam satu stadion, manusia dari berbagai ras, bangsa, dan benua berkumpul dan
membaur, menunjukkan betapa dahsyatnya penciptaan Allah atas 8,3 miliar lebih manusia
di muka bumi yang berbeda-beda namun tetap memiliki kesatuan sebagai makhluk-Nya.

“Belum lagi ketika kita melihat ragam ikan di lautan, jenis-jenis burung, tumbuhan,
dan bunga yang menghiasi bumi, semuanya membuat kita takjub dan bergumam, _masya
Allah tabarakallah!_” ujar beliau dengan penuh penghayatan.

Lebih lanjut, Ustadz Somantri memaparkan bahwa bukti kekuasaan Allah tampak dalam
seluruh aspek kehidupan, antara lain: penciptaan alam semesta yang teratur, penciptaan
manusia yang sangat kompleks, pergantian siang dan malam, kehidupan dan kematian,
pengaturan rezeki, serta [sejarah](https://muhammadiyahciko.or.id/prospek-web-muhammadiyah-kota-cirebon/)
umat terdahulu yang menjadi pelajaran berharga. Al-Qur’an menyebut semua itu sebagai
_ayat_ atau tanda-tanda yang mengarahkan manusia kepada keimanan.

## Hati sebagai Pusat Kesadaran Spiritual

Dalam perspektif [Islam](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/),
hati (_qalb_) bukan sekadar organ biologis, melainkan pusat kesadaran [spiritual](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/),
tempat lahirnya keimanan, keyakinan, dan hikmah. Ustadz Somantri menegaskan bahwa
hati yang bersih mampu menangkap tanda-tanda kekuasaan Allah yang tersebar di alam
semesta, dalam perjalanan hidup, bahkan dalam diri manusia sendiri. Sebaliknya, 
hati yang tertutup oleh dosa, kesombongan, dan hawa nafsu akan sulit menyaksikan
kebesaran-Nya, meskipun bukti-buktinya begitu nyata.

Beliau mengutip firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:

### QS. Fussilat [41]: 53

سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ 
أَنَّهُ الْحَقُّ

**Artinya:** “Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami
di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri sehingga jelaslah bagi mereka bahwa
Al-Qur’an itu adalah benar.”

Ayat ini menegaskan bahwa tanda-tanda kekuasaan Allah sangat dekat; terhampar di
alam raya (_al-āfāq_) dan terukir dalam diri manusia sendiri (_al-anfus_). Semakin
seseorang merenungkan tanda-tanda tersebut dengan ilmu, akal, dan hati yang jernih,
semakin kuat pula keyakinannya terhadap kebesaran dan kekuasaan Allah .

## Hati sebagai Alat Pemahaman

Ustadz Somantri juga mengutip firman Allah dalam QS. Qaf [50]: 37 yang menjelaskan
peran sentral hati dalam memahami kekuasaan-Nya:

إِنَّ فِي ذَلِكَ لَذِكْرَى لِمَنْ كَانَ لَهُ قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ
شَهِيدٌ

**Artinya:** “Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan
bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang
dia menyaksikan.”

Ayat ini menunjukkan bahwa hati merupakan alat utama untuk memahami dan menyingkap
hakikat kekuasaan Allah. Hati yang hidup akan melihat bahwa seluruh alam bekerja
di bawah aturan Allah. Ia memahami bahwa tidak ada sesuatu yang terjadi tanpa ilmu,
kehendak, dan kekuasaan-Nya.

## Kekuasaan Allah dalam Penciptaan dan Kehidupan

Dalam ceramahnya, Ustadz Somantri memaparkan beberapa bentuk kekuasaan Allah yang
dapat disingkap oleh hati yang bersih. Pertama, kekuasaan dalam penciptaan alam,
sebagaimana firman Allah dalam QS. Ali ‘Imran [3]: 190:

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَاخْتِلافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآيَاتٍ
لأولِي الألْبَابِ

**Artinya:** “Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam
dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal.”

Hati yang bersih akan melihat keteraturan matahari, pergantian musim, turunnya hujan,
tumbuhnya tanaman, dan kelahiran manusia sebagai bukti nyata kekuasaan Allah.

Kedua, kekuasaan Allah dalam kehidupan manusia. Allah berfirman dalam QS. Adz-Dzariyat[
51]: 21:

وَفِي أَنْفُسِكُمْ أَفَلا تُبْصِرُونَ

**Artinya:** “Dan pada dirimu sendiri, apakah kamu tidak memperhatikan?”

Denyut jantung, pernapasan, kemampuan berpikir, kasih sayang, dan rezeki—semuanya
merupakan karunia dan tanda kekuasaan Allah yang patut direnungkan.

Ketiga, kekuasaan Allah dalam mengatur rezeki. Sebagaimana firman-Nya dalam QS. 
Hud [11]: 6:

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الأرْضِ إِلا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا

**Artinya:** “Tidak ada suatu makhluk melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang
memberi rezekinya.”

Hati yang yakin akan kekuasaan Allah akan menjadi tenang karena percaya bahwa rezeki
berada sepenuhnya dalam pengaturan-Nya.

## Kekuasaan Allah Membolak-Balikkan Hati

Salah satu bentuk kekuasaan Allah yang paling dekat dengan kehidupan manusia adalah
kemampuannya membolak-balikkan hati manusia. Ustadz Somantri mengutip sabda Rasulullah
ﷺ:

إِنَّ قُلُوبَ بَنِي آدَمَ بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ الرَّحْمَنِ كَقَلْبٍ
وَاحِدٍ يُقَلِّبُهُ كَيْفَ يَشَاءُ

**Artinya:** “Sesungguhnya hati anak Adam berada di antara dua jari dari jari-jari
Allah Yang Maha Pengasih. Dia membolak-balikkannya sesuai kehendak-Nya.” (HR. Muslim)

Hadis ini mengajarkan bahwa hidayah, istiqamah, dan keteguhan hati merupakan anugerah
Allah semata. Karena itu, seorang mukmin senantiasa berdoa memohon keteguhan iman
dan tidak pernah merasa aman dari kesesatan.

## Penghalang Hati dalam Menyingkap Kekuasaan Allah

Ustadz Somantri juga mengingatkan tentang penghalang-penghalang yang dapat menutupi
hati sehingga sulit menangkap tanda-tanda kekuasaan Allah. Allah berfirman dalam
QS. Al-Muthaffifin [83]: 14:

كَلا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

**Artinya:** “Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan itu telah menutupi
hati mereka.”

Beberapa penghalang yang disebutkan beliau antara lain dosa yang terus dilakukan,
kesombongan, cinta dunia yang berlebihan, kelalaian dalam berzikir, mengikuti hawa
nafsu, dan menolak kebenaran. Kesombongan, sebagaimana sabda Rasulullah, adalah 
menolak kebenaran dan meremehkan manusia .

## Buah Menyingkap Kekuasaan Allah

Di akhir ceramahnya, Ustadz Somantri menyampaikan bahwa apabila hati berhasil menyingkap
kekuasaan Allah, akan lahir sikap-sikap mulia, seperti: tauhid yang semakin kokoh,
tawakal dalam menghadapi ujian, syukur atas setiap nikmat, sabar dalam menghadapi
musibah, rendah hati karena menyadari keterbatasan manusia, optimisme karena yakin
Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, serta semangat beribadah dan berbuat baik.

“Hati adalah jendela ruhani untuk menyaksikan kebesaran Allah. Semakin bersih hati
dari dosa dan semakin dekat kepada Allah melalui iman, zikir, tadabbur, dan amal
saleh, semakin jelas pula tanda-tanda kekuasaan-Nya dalam alam, kehidupan, dan diri
manusia,” pungkas beliau.

## Penutup

Pengajian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Somantri, memohon kepada 
Allah agar seluruh jamaah senantiasa diberikan hati yang bersih, akal yang jernih,
dan kemampuan untuk terus menyingkap tanda-tanda kekuasaan-Nya di setiap aspek kehidupan.
Semoga kita semakin tawadhu dan dijauhkan dari kedunguan, kebodohan, dan kegegabahan
dalam menjalani sisa hidup ini. _Aamiin ya Rabbal ‘alamin._

Pengajian Ahad Subuh di Masjid Umar bin Khattab ini menjadi salah satu [program](https://muhammadiyahciko.or.id/pentingnya-website-di-era-ai/)
rutin yang dinantikan oleh masyarakat sekitar kompleks Kampus 2 UMMADA dan SMK Farmasi
Muhammadiyah Kedawung sebagai sarana peningkatan keimanan dan ketakwaan di awal 
pekan.

**Peliput : Tim Media Masjid Umar bin Khattab **
