# Merumuskan Kembali Sekolah Unggul Muhammadiyah (SUM): Sebuah Refleksi dan Agenda Ke depan untuk Eksistensi dan Relevansi

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/merumuskan-kembali-sekolah-unggul-muhammadiyah-sum-sebuah-refleksi-dan-agenda-ke-depan-untuk-eksistensi-dan-relevansi/
- Published: 2025-12-22T12:36:39+07:00
- Author: Arofah Firdaus

**Pendahuluan**

Sudah menjadi kesepakatan bersama bahwa inti [dakwah](https://muhammadiyahciko.or.id/prof-dadang-kahmad-tekankan-jurnalistik-sebagai-dakwah-berkemajuan-di-akademi-jurnalistik-muhammadiyah-4-malang/)
Persyarikatan Muhammadiyah terletak pada dua pilar utama: **pendidikan** dan **kesehatan**.
Keduanya bukan sekadar [amal usaha](https://muhammadiyahciko.or.id/prospek-web-muhammadiyah-kota-cirebon/),
melainkan manifestasi konkret dari semangat _al-Ma’un_ dan [Islam](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/)
[Berkemajuan](https://muhammadiyahciko.or.id/prof-dadang-kahmad-tekankan-jurnalistik-sebagai-dakwah-berkemajuan-di-akademi-jurnalistik-muhammadiyah-4-malang/)
yang menjadi roh gerakan sejak didirikan oleh KH Ahmad Dahlan. Namun, dalam perjalanan
waktu, dinamika [sosial](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/)
dan [kebijakan](https://muhammadiyahciko.or.id/menata-ulang-kompas-pendidikan-nasional-telaah-kritis-atas-rencana-penghapusan-kenaikan-kelas-otomatis-pada-2027/)
pemerintah menciptakan lanskap persaingan yang berubah drastis, khususnya di bidang
[pendidikan](https://muhammadiyahciko.or.id/menata-ulang-kompas-pendidikan-nasional-telaah-kritis-atas-rencana-penghapusan-kenaikan-kelas-otomatis-pada-2027/).
Tulisan ini berangkat dari refleksi pengalaman pribadi dan pengamatan di lapangan
untuk mendorong suatu agenda mendesak: **perumusan ulang dan implementasi sistem
Sekolah Unggul Muhammadiyah (SUM) di semua tingkatan, termasuk perguruan tinggi.**

**Refleksi Historis: Dari Primadona ke Pilihan Alternatif**

Mari kita kilas balik ke era 1980-an, seperti pengalaman penulis di [Kota Cirebon](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/)
tahun 1983. Saat itu, pilihan pendidikan menengah atas sangat terbatas. Jumlah SMA
Negeri bisa dihitung dengan jari, sementara sekolah swasta bermutu juga belum banyak.
Dalam konteks itu, Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah (SMAM) di Jalan Tuparev menempati
posisi strategis. Ia menjadi **pilihan utama kedua** setelah SMAN 1 dan SMAN 2, 
bahkan bagi sebagian keluarga, ia menjadi **pilihan pertama**. Fenomena ini terjadi
di hampir semua tingkatan, dari SD hingga STM Muhammadiyah. Kepercayaan masyarakat
sangat tinggi karena sekolah Muhammadiyah dipandang sebagai institusi yang disiplin,
mengajarkan agama, dan memberikan pendidikan bermutu.

Namun, zaman telah berubah. Pemerintah secara masif memperbanyak dan meningkatkan
kualitas sekolah negeri dari tingkat SD hingga SMA/SMK. Gedung-gedung dibangun dengan
fasilitas relatif lengkap dan menarik, ditambah dengan kebijakan pendidikan gratis
atau terjangkau. Realitas ini, tak dapat dipungkiri, telah menggeser preferensi 
masyarakat. Sekolah negeri yang “gratis, fasilitas bagus, dan dianggap bergengsi”
secara alami menjadi magnet utama. Akibatnya, banyak sekolah Muhammadiyah, yang 
masih bergulat dengan keterbatasan biaya operasional dan fasilitas, mengalami penurunan
minat pendaftar. Situasi ini bukan hanya terjadi di Cirebon, melainkan merupakan
tantangan umum di berbagai kota dan kabupaten di Indonesia.

**Analisis Situasi: Tantangan Eksistensi di Tengah Persaingan**

Fakta di lapangan menunjukkan suatu paradoks. Di satu sisi, Muhammadiyah memiliki
jaringan amal usaha pendidikan terbesar di Indonesia dengan ribuan unit. Di sisi
lain, daya tarik banyak unit tersebut dalam persaingan pasar pendidikan mulai memudar.
Jika dibiarkan, eksistensi lembaga pendidikan Muhammadiyah berisiko hanya menjadi
pelengkap, sekadar “jalan” atau pilihan sisa, bukan lagi sebagai institusi unggulan
yang dicari. Ini adalah tantangan eksistensial. Dakwah melalui pendidikan akan kehilangan
daya dobrak dan daya ubahnya jika lembaga pendidikannya tidak lagi menjadi rujukan
utama masyarakat.

**Solusi Strategis: Merancang Sekolah Unggul Muhammadiyah (SUM)**

Oleh karena itu, sudah saatnya dan sangat mendesak bagi Persyarikatan Muhammadiyah
untuk secara sistematis dan serius **merumuskan dan melaksanakan konsep Sekolah 
Unggul Muhammadiyah (SUM)**. Konsep “unggul” di sini harus didefinisikan secara 
komprehensif, melampaui sekadar nilai akademik tinggi. SUM harus menjadi _brand_
yang memiliki diferensiasi jelas dan keunggulan komparatif. Beberapa pilar yang 
harus dibangun dalam kerangka SUM antara lain:

 1. **Keunggulan Akademik-Intelektual:** Kurikulum yang tangguh, metode pembelajaran
    [inovatif](https://muhammadiyahciko.or.id/rs-muhammadiyah-ini-hadirkan-wisata-kesehatan-berkemajuan/),
    dan budaya literasi serta [riset](https://muhammadiyahciko.or.id/prospek-web-muhammadiyah-kota-cirebon/)
    yang kuat. Prestasi siswa dalam olimpiade sains, teknologi, seni, dan bahasa harus
    menjadi target terukur.
 2. **Keunggulan Karakter dan Akhlak:** Ini adalah _core value_ yang tak tergantikan.
    Pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam Berkemajuan—seperti integritas, 
    disiplin, tanggung jawab, kemandirian, dan kepedulian sosial—harus menjadi penanda
    utama. Lulusan SUM harus dikenal sebagai pribadi yang _smart and good_.
 3. **Keunggulan Teknologi dan Fasilitas:** SUM harus menjadi sekolah yang cerdas (
    _smart school_). Pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran, administrasi,
    dan pengembangan diri bukan lagi opsional, melainkan keharusan. Fasilitas pendukung
    seperti laboratorium, perpustakaan digital, dan ruang kreativitas harus memadai
    dan mutakhir.
 4. **Keunggulan Ekstrakurikuler dan Life Skills:** Mengembangkan bakat dan minat siswa
    di bidang olahraga, seni, [kepemimpinan](https://muhammadiyahciko.or.id/membangun-etika-komunikasi-pemimpin-islam-meneladani-sifat-rasulullah-dan-piagam-madinah-dalam-menghadapi-fitnah-digital/)(
    seperti [Hizbul Wathan](https://muhammadiyahciko.or.id/kepanduan-hizbul-wathan-tetapkan-paradigma-modern-scout-dan-enam-program-strategis-dalam-tanwir-ke-1-2026/)
    dan Tapak Suci), kewirausahaan, dan keterampilan hidup lainnya.
 5. **Keunggulan Guru dan Tenaga Kependidikan:** Investasi terbesar harus pada peningkatan
    kualitas dan kesejahteraan guru. Guru SUM harus menjadi pendidik profesional, inspiratif,
    dan menjadi teladan akhlak.
 6. **Keunggulan Jejaring dan Kolaborasi:** Membangun kemitraan strategis dengan perguruan
    tinggi unggul, dunia industri, dan lembaga internasional untuk pengembangan kurikulum,
    pertukaran pelajar, dan peningkatan kapasitas.

Konsep SUM ini harus diterapkan secara bertahap dan berjenjang, mulai dari tingkat
dasar, menengah, hingga yang paling krusial: **Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM)**.
PTM harus menjadi magnet dan puncak dari piramida SUM, menghasilkan lulusan yang
bukan hanya siap kerja, tetapi juga menjadi ilmuwan, profesional, dan [pemimpin](https://muhammadiyahciko.or.id/pengajian-reboan-masjid-santun-muhammadiyah-cirebon-ustadz-dr-maman-rusman-tekankan-larangan-membela-pengkhianat/)
yang berakhlak mulia dan berkontribusi bagi peradaban.

**Penutup**

Merumuskan SUM bukanlah pekerjaan mudah. Ia membutuhkan komitmen kolektif, sumber
daya yang memadai, dan keberanian untuk melakukan transformasi mendasar. Namun, 
ini adalah langkah yang tidak terelakkan jika Muhammadiyah ingin tetap eksis, relevan,
dan menjadi pelopor dalam dakwah pendidikan di abad ke-21. Jangan sampai kita hanya“
asal jalan”. Saatnya kita **melompat ke depan** dengan merancang sekolah yang tidak
hanya mengejar, tetapi mampu memimpin tren pendidikan Indonesia. Dengan SUM, kita
bukan sekadar mempertahankan amal usaha, melainkan mengaktifkan kembali misi awal
pendirian Muhammadiyah: mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengangkat martabat umat
melalui pendidikan unggulan yang memadukan iman, ilmu, dan amal shaleh. (Ayi Azhari)

## Comments

### By: Arofah Firdaus

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/merumuskan-kembali-sekolah-unggul-muhammadiyah-sum-sebuah-refleksi-dan-agenda-ke-depan-untuk-eksistensi-dan-relevansi/comment-page-1/#comment-1215
- Published: 2025-12-23T10:27:39+07:00

Artikel ini sangat relevan dan mengena, memberikan analisis tajam tentang tantangan
eksistensial pendidikan Muhammadiyah di tengah persaingan ketat dengan sekolah negeri.
Gagasan Sekolah Unggul Muhammadiyah (SUM) yang diusulkan bukan sekadar wacana, melainkan
sebuah \*\*agenda strategis yang mendesak\*\*.

Artikel ini layak menjadi bahan diskusi serius.

### By: Imron Rosyadi

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/merumuskan-kembali-sekolah-unggul-muhammadiyah-sum-sebuah-refleksi-dan-agenda-ke-depan-untuk-eksistensi-dan-relevansi/comment-page-1/#comment-1200
- Published: 2025-12-22T14:49:59+07:00

Jangan abaikan tenaga pendidik harus betul² faham visi misi Muhammadiyah dan hidupkan
kembali mottonya \*”Hidup hiduplah Muhammadiyah jangan mencari penghidupan di Muhamadiyah”\*
dan wastbiqul khoirot.
