# MPM PP Muhammadiyah Gelar Konsolidasi Nasional, Evaluasi Program Pemberdayaan Akar Rumput

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/mpm-pp-muhammadiyah-gelar-konsolidasi-nasional-evaluasi-program-pemberdayaan-akar-rumput/
- Published: 2026-10-31T12:45:55+07:00
- Author: Redaksi-AF

Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Pusat (MPM PP) Muhammadiyah menggelar Konsolidasi
Nasional 2026 di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jalan Cik Ditiro Nomor 23, 
Kota Yogyakarta, pada Sabtu (31/1). Forum ini menjadi ajang monitoring dan evaluasi
capaian program serta kegiatan MPM di lingkungan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (
PWM) dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Indonesia.

Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief, dalam amanahnya mengapresiasi kiprah
program pemberdayaan yang dijalankan MPM. Menurut kalkulasi PP Muhammadiyah, MPM
menjadi majelis dengan eksposur paling banyak bersama Majelis Dakwah dan Pengembangan
Masyarakat (MDMC) serta Lazismu.

“Saya memimpikan dan mengharapkan bahwa MPM itu betul-betul menjadi sarana edukasi.
Ya, edukasi bagaimana kalau kita bicara Islam Berkemajuan,” katanya.

Hilman juga mendorong MPM melangkah ke tahap berikutnya, yakni mengukur dampak program
melalui perhitungan _social return on investment_ dan kontribusi terhadap Tujuan
Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Hal itu dapat ditempuh dengan melibatkan generasi
muda atau Gen Z agar kerja lapangan didukung kerja cerdas berbasis teknologi. Menurutnya,
dengan dokumen yang jelas, MPM berpeluang mendapat pengakuan dari lembaga nasional
maupun internasional.

“Kalau disiapkan betul, sebelum atau pada Muktamar nanti, kita bisa mengajukan MPM
kepada lembaga-lembaga nasional maupun internasional, pemerintah maupun sektor swasta,
untuk mendapatkan pengakuan. Saya ingin eksposurnya kita tingkatkan, dan insya Allah
saya bantu,” katanya.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261031-
WA0017.jpg?resize=1024%2C685&ssl=1)

Ketua MPM PP Muhammadiyah, Nurul Yamin, menjelaskan bahwa forum ini tidak sekadar
menjadi ruang monitoring, refleksi, dan evaluasi capaian program. Lebih dari itu,
konsolidasi nasional ini menjadi wadah untuk memetakan kerja-kerja pemberdayaan 
masyarakat, mengidentifikasi capaian, serta merumuskan langkah strategis bagi pengembangan
program pada masa selanjutnya.

“Dari aktivitas organisasi ini sekaligus juga akan dijadikan langkah-langkah strategis
pada fase-fase berikutnya,” ungkap Yamin.

## Peta Pemberdayaan MPM: Program Nasional dan Program Unggulan

Program Nasional dirancang untuk menjawab persoalan keumatan secara serentak dari
tingkat pusat hingga cabang. Program Nasional ini mencakup empat pilar utama, yaitu
kelembagaan organisasi, pengembangan sumber daya manusia melalui Sekolah Kader Pemberdayaan
Masyarakat, petani dan pertanian yang berfokus pada penguatan Jemaah Tani Muhammadiyah(
Jatam), serta Masyarakat Nelayan dan Pesisir melalui Jamaah Nelayan Muhammadiyah(
Jalamu).

Sementara itu, program unggulan dirancang berbasis komunitas untuk mengangkat potensi
lokal, khususnya di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), masyarakat miskin
kota, buruh, serta kelompok difabel. Selain itu, MPM juga telah memperluas jangkauannya
dan masuk ke dalam sektor buruh migran. Saat ini MPM memiliki komunitas dampingan
bernama Sahabat Migran Berkemajuan (Saranmu) yang telah merangkul 5.362 orang, mayoritas
berada di Malaysia.

“Pendampingan dilakukan secara komprehensif dari hulu hingga hilir, tidak hanya 
menyentuh persoalan hukum tetapi juga spiritual keagamaan melalui forum Jendela 
Migran,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sekretaris MPM PP Muhammadiyah, Budi Nugroho, menyampaikan bahwa MPM
terus berupaya mengakselerasi pelaksanaan program prioritas yang menjadi amanat 
Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Solo. Dalam hal ini, MPM akan terus berkomitmen memperluas
basis umat di akar rumput melalui berbagai gerakan dan dakwah jamaah, baik secara
kultural maupun komunitas.

“Arah gerak inilah yang sejalan dengan visi pengembangan MPM periode 2022–2027 sebagaimana
tertuang dalam Tanfidz Keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-48, yaitu ‘Terwujudnya
Ekosistem Pemberdayaan Masyarakat yang Berkemajuan untuk Mewujudkan Kesejahteraan
Buruh, Tani, Nelayan, dan Kelompok Dhuafa-Mustadh’afin Sebagai Perwujudan Islam 
Rahmatan Lil Alamin,'” paparnya.

## Landasan Keislaman Pemberdayaan

Semangat pemberdayaan masyarakat yang diusung MPM sejalan dengan tuntunan Al-Qur’an.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Surah Al-Ma’idah ayat 2:

**وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ
وَالْعُدْوَانِۖ**

_“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan
tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.”_

Ayat ini menegaskan pentingnya kolaborasi dalam kebaikan, yang menjadi landasan 
bagi kerja-kerja pemberdayaan MPM di tengah masyarakat.

Hal senada juga ditegaskan dalam hadis Nabi Muhammad ﷺ yang diriwayatkan oleh Imam
Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:

**مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ
كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ**

_“Barang siapa melepaskan kesusahan seorang mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia,
Allah akan melepaskan darinya kesusahan-kesusahan pada hari kiamat.”_

Hadis ini menjadi pengingat bahwa setiap upaya meringankan beban sesama, sebagaimana
dijalankan MPM melalui program pemberdayaan, memiliki nilai ibadah dan balasan di
sisi Allah.

Sebagai informasi tambahan, dalam Konsolidasi Nasional 2026 ini MPM PP Muhammadiyah
sekaligus meluncurkan logo dan _theme song_ untuk Jambore Nasional Jamaah Tani Muhammadiyah(
Jambore Jatam) Ke-2 yang akan digelar pada Juli 2027 mendatang di Provinsi Lampung.(*)

**Peliput : Adam, Media Afiliasi Mu. **
