# PCM Kesambi Gelar Pengajian Rutin dalam Rangka Milad ke-113 Muhammadiyah

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/pcm-kesambi-gelar-pengajian-rutin-dalam-rangka-milad-ke-113-muhammadiyah/
- Published: 2025-11-23T10:35:43+07:00
- Author: Kontributor Web

**CIREBON, **23 November 2025 – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kesambi telah
menyelenggarakan pengajian rutin Ahad pagi yang bertepatan dengan peringatan Milad
Muhammadiyah ke-113. Acara yang mengusung tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa” 
ini menghadirkan penceramah, Prof. Dr. Achmad Khalik, M.A., dan berlangsung dengan
khidmat di Aula [PCM Kesambi](https://muhammadiyahciko.or.id/pengajian-ahad-pagi-pcm-kesambi-ustadz-agus-wahid-ulas-tafsir-al-asr-ingatkan-pentingnya-manajemen-waktu/),
Ahad (23/11/2025).

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2025/11/muhciko-
pcm-kesambi-gelar-pengajian-rutin-dalam-rangka-milad-ke-113-muhammadiyah-1.jpg?resize
=576%2C1024&ssl=1)

Prof. Dr. Achmad Khalik, MA

Pengajian ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Ketua Pimpinan
Daerah Muhammadiyah (PDM) [Kota Cirebon](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/),
Dr. Muhlis; Ketua PCM Kesambi, H. Digyono; serta Lurah Drajat Kesambi. Turut hadir
dalam acara tersebut para tamu undangan, perwakilan pengurus PCM se-Kota Cirebon,
dan masyarakat sekitar, yang memadati tempat acara.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2025/11/muhciko-
pcm-kesambi-gelar-pengajian-rutin-dalam-rangka-milad-ke-113-muhammadiyah-3.jpg?resize
=1024%2C768&ssl=1)

Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Sang Surya

Dalam ceramahnya, Prof. Dr. Achmad Khalik, M.A., menekankan bahwa pikiran besar 
dalam pengembangan _tajdid_ (pembaruan) adalah _ruju’ ilal Qur’an wa Sunnah_ (kembali
kepada Al-Qur’an dan Sunnah). Beliau menjelaskan bahwa pemikiran seorang tokoh sangat
dipengaruhi oleh [lingkungan](https://muhammadiyahciko.or.id/muhammadiyah-karhutla-bukan-bencana-tahunan/)
dan kondisi zamannya, suatu hal yang telah dipahami dengan mendalam oleh pendiri
Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2025/11/muhciko-
pcm-kesambi-gelar-pengajian-rutin-dalam-rangka-milad-ke-113-muhammadiyah.jpg?resize
=576%2C1024&ssl=1)

Acara Pembukaan

Pemateri menyitir wasiat terakhir Nabi Muhammad SAW yang menitipkan dua pusaka kepada
umatnya, yaitu Al-Qur’an dan Al-Hadits. “Barang siapa yang berpegang teguh pada 
keduanya, maka ia tidak akan tersesat selama-lamanya,” ujar Prof. Khalik mengingatkan.
Beliau juga mengungkapkan keteladanan [sosial](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/)
Nabi Muhammad SAW dengan mencontohkan doa Nabi menjelang wafat, yang memohon kepada
Allah SWT agar umatnya tidak ditimpa kesakitan saat sakaratul maut. “Ini merupakan
cerminan nyata dari kesalehan sosial yang beliau miliki,” tegasnya.

Oleh karena itu, Prof. Khalik menyerukan pentingnya memelihara keseimbangan antara
kesalehan pribadi dan kesalehan sosial sebagai bagian dari meneladani Rasulullah
SAW.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2025/11/muhciko-
pcm-kesambi-gelar-pengajian-rutin-dalam-rangka-milad-ke-113-muhammadiyah-2.jpg?resize
=1024%2C768&ssl=1)

Jama’ah Pengajian

**Gagasan-Gagasan Pembaruan KH Ahmad Dahlan**

Lebih lanjut, penceramah memaparkan sejumlah gagasan besar KH Ahmad Dahlan yang 
relevan dengan tema memajukan kesejahteraan bangsa, di antaranya:

 1. Menggabungkan [pendidikan](https://muhammadiyahciko.or.id/menata-ulang-kompas-pendidikan-nasional-telaah-kritis-atas-rencana-penghapusan-kenaikan-kelas-otomatis-pada-2027/)
    agama dan umum untuk mentransformasi peradaban. Ilmu tanpa iman dinilai merusak,
    sementara ilmu yang disertai iman akan membawa manfaat dan keberkahan. “IPTEK tanpa
    dilandasi agama akan buta, sebaliknya IPTEK yang dilandasi agama akan membawa kebermanfaatan,”
    jelasnya.
 2. Pendidikan yang mengedepankan ilmu amaliah nyata, menekankan pada penerapan praktis
    dari ilmu yang dipelajari.
 3. Membangun kemandirian ekonomi umat.
 4. Bersikap anti-fanatisme dan aktif membangun toleransi.
 5. Memiliki komitmen kuat dalam pemberdayaan [perempuan](https://muhammadiyahciko.or.id/pengajian-aisyiyah-kota-cirebon-bahas-kepemimpinan-perempuan/).

Acara yang berlangsung lancar dan penuh hikmah ini diharapkan dapat menginspirasi
seluruh jajaran pimpinan dan warga Muhammadiyah di Kesambi untuk terus berkontribusi
nyata dalam memajukan kesejahteraan bangsa, mengikuti jejak tajdid yang telah dirintis
oleh KH Ahmad Dahlan.

#### Kontributor

**Ade Irawan**
(PCM Kesambi)Tim [Media](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/)
Muhammadiyah Kota Cirebon
