# Pelaksanaan Salat Iedul Adha di Halaman Masjid Kampus UMADA Kalitanjung Berlangsung Khidmat

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/pelaksanaan-salat-iedul-adha-di-halaman-masjid-kampus-umada-kalitanjung-berlangsung-khidmat/
- Published: 2026-05-27T06:29:07+07:00
- Author: Arofah Firdaus

**CIREBON** – **27 Mei 2026**. Ratusan jamaah memadati halaman Masjid Kampus Universitas
Muhammadiyah Ahmad Dahlan (UMADA) Kalitanjung, [Kota Cirebon](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/),
pada pelaksanaan salat [Idul Adha](https://muhammadiyahciko.or.id/bacaan-takbir-hari-raya-muhammadiyah/)
1447 H, Rabu pagi. Umat [Islam](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/)
dengan penuh kekhusyukan menunaikan salat sunnah dua rakaat yang dipimpin langsung
oleh Imam sekaligus Khatib, **Ustadz Ahmad Nurjanah, S.E., S.Pd., M.Si.**

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/05/muhciko-
pelaksanaan-salat-iedul-adha-di-halaman-masjid-kampus-umada-kalitanjung-berlangsung-
khidmat-1.jpg?resize=1024%2C768&ssl=1)

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut, **Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota
Cirebon, Drs. Puji Nirmo,** beserta jajaran pimpinan lainnya. **Rektor Universitas
Muhammadiyah Ahmad Dahlan (UMADA), Sri Musfiroh**, **S.Si, T., M.Kes**. Kehadiran
para tokoh Muhammadiyah ini menambah semarak dan khidmat pelaksanaan ibadah di pagi
yang penuh berkah.

## Isi Khutbah: Hati yang Ikhlas Lebih Berharga dari Segalanya

Dalam khutbahnya, Ustadz Ahmad Nurjanah mengangkat tema yang menyentuh kalbu, yaitu_“
Hati yang Ikhlas Lebih Berharga dari Segalanya.”_ Khatib memulai khutbah dengan 
pujian kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/05/muhciko-
pelaksanaan-salat-iedul-adha-di-halaman-masjid-kampus-umada-kalitanjung-berlangsung-
khidmat-8.jpg?resize=768%2C1024&ssl=1)

> **اَلْحَمْدُ للّٰهِ الَّذِيْ أَمَاتَ وَ أَحْيَى. اَلْحَمْدُ للّٰهِ الًّذِيْ أَمَرَنَا
> بِالتَّقْوَى وَ نَهَانَا عَنِ اتِّبَاعِ الْهَوَى. اَلْحَمْدُ للّٰهِ الَّذِيْ جَعَلَ
> لَنَا عِيْدَ الْفِطْرِ وَ اْلأَضْحَى.**
> _“Segala puji bagi Allah yang mematikan
> dan menghidupkan. Segala puji bagi Allah yang memerintahkan kita bertakwa dan 
> melarang kita mengikuti hawa nafsu. Segala puji bagi Allah yang menjadikan bagi
> kita [Idul Fitri](https://muhammadiyahciko.or.id/bacaan-takbir-hari-raya-muhammadiyah/)
> dan Idul Adha.”_

Khatib berwasiat kepada diri sendiri dan seluruh jamaah untuk senantiasa meningkatkan
ketakwaan kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa. Beliau mengingatkan bahwa 
dunia yang dibanggakan perlahan akan meninggalkan, wajah yang kini tersenyum akan
menua, dan suatu hari nanti semua akan kembali menghadap Allah.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/05/muhciko-
pelaksanaan-salat-iedul-adha-di-halaman-masjid-kampus-umada-kalitanjung-berlangsung-
khidmat-7.jpg?resize=768%2C1024&ssl=1)

## Mengambil Hikmah Pengorbanan Nabi Ibrahim dan Ismail

Mengawali inti khutbah, Ustadz Ahmad Nurjanah membacakan firman Allah dalam Surat
Al-Kautsar:

> **إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ. فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ. إِنَّ شَانِئَكَ
> هُوَ الْأَبْتَرُ**
> _Innā a‘ṭainākal-kauṡar. Fa ṣalli lirabbika wanḥar. Inna syāni’aka
> huwal-abtar.__“Sungguh, Kami telah memberimu (Nabi Muhammad) nikmat yang banyak.
> Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah! Sesungguhnya orang yang
> membencimu, dialah yang terputus (dari rahmat Allah).”_ (QS. Al-Kautsar: 1-3)

Khatib menjelaskan bahwa Idul Adha bukan sekadar tentang menyembelih kambing atau
sapi, melainkan tentang menyembelih kesombongan, cinta dunia yang berlebihan, dan
ego yang menghalangi ketaatan kepada Allah.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/05/muhciko-
pelaksanaan-salat-iedul-adha-di-halaman-masjid-kampus-umada-kalitanjung-berlangsung-
khidmat-6.jpg?resize=768%2C1024&ssl=1)

Beliau mengisahkan Nabi Ibrahim yang diperintahkan Allah menyembelih putra tercintanya,
Nabi Ismail. Dengan penuh keimanan, Nabi Ismail berkata:

> **يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ**
> 
> _Yā abatif‘al mā tu’maru satajidunī insyā’allāhu minaṣ-ṣābirīn.__“Wahai ayahku,
> lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah engkau akan mendapatiku
> termasuk orang-orang yang sabar.”_ (QS. Ash-Shaffat: 102)

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/05/muhciko-
pelaksanaan-salat-iedul-adha-di-halaman-masjid-kampus-umada-kalitanjung-berlangsung-
khidmat-5.jpg?resize=768%2C1024&ssl=1)

## Hadis tentang Menghilangkan Kesusahan Saudara Muslim

Khatib juga menyampaikan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

> **مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرْبَاتِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللّٰهُ
> عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرْبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ**
> _Man nafassa ‘an mu’minin
> kurbatan min kurbātid-dunnyā, nafasallāhu ‘anhu kurbatan min kurbāti yaumil-qiyāmah.
> __“Barang siapa menghilangkan satu kesusahan seorang mukmin di dunia, maka Allah
> akan menghilangkan satu kesusahannya pada hari kiamat.”_ (HR. Muslim)

Ustadz Ahmad mengajak jamaah untuk tidak takut miskin karena bersedekah dan tidak
takut berkurang karena berkurban. Beliau juga mengingatkan kondisi saudara-saudara
muslim di Palestina yang mengalami penderitaan berat.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/05/muhciko-
pelaksanaan-salat-iedul-adha-di-halaman-masjid-kampus-umada-kalitanjung-berlangsung-
khidmat-4.jpg?resize=768%2C1024&ssl=1)

## Keikhlasan: Hakikat yang Sampai kepada Allah

Mengutip firman Allah dalam Surat Al-Hajj, khatib menegaskan:

> **لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ
> مِنْكُمْ**
> _Lan yanālallāha luḥūmuhā wa lā dimā’uhā wa lākin yanāluhut-taqwā minkum.
> __“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah,
> tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.”_ (QS. Al-Hajj: 37)

Khatib mengingatkan bahwa sebelum menyembelih hewan kurban, setiap muslim hendaknya
menyembelih sifat bakhil, kesombongan, kedengkian, dan dosa-dosa yang menjauhkan
dari Allah.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/05/muhciko-
pelaksanaan-salat-iedul-adha-di-halaman-masjid-kampus-umada-kalitanjung-berlangsung-
khidmat.jpg?resize=768%2C1024&ssl=1)

## Doa Penutup

Di akhir khutbah, Ustadz Ahmad Nurjanah memanjatkan doa agar Allah melimpahkan ampunan,
kekuatan kepada umat Islam, serta menjauhkan berbagai [bencana](https://muhammadiyahciko.or.id/muhammadiyah-karhutla-bukan-bencana-tahunan/)
dan fitnah dari bumi Indonesia khususnya dan seluruh negeri muslim pada umumnya.

> **رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ
> النَّارِ**
> _Rabbanā ātinā fid-dunnyā hasanah wa fil-ākhirati hasanah wa qinā ‘
> ażāban-nār.__“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat,
> serta lindungilah kami dari azab neraka.”_

Pelaksanaan salat Ied dan kurban di [lingkungan](https://muhammadiyahciko.or.id/muhammadiyah-karhutla-bukan-bencana-tahunan/)
UMADA Kalitanjung berjalan lancar, tertib, dan penuh kebersamaan, mencerminkan semangat
Idul Adha yang sesungguhnya: ketundukan total seorang hamba kepada Rabb-nya serta
kepedulian terhadap sesama.
