# Pengajian Ahad Pagi PCM Harjamukti Kota Cirebon

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/pengajian-ahad-pagi-pcm-harjamukti-kota-cirebon/
- Published: 2026-09-06T08:38:40+07:00
- Author: Redaksi-AF

### Menggali Makna Niat dalam Setiap Amalan melalui Hadis Nabi

PIMPINAN Cabang Muhammadiyah (PCM) Harjamukti [Kota Cirebon](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/)
menyelenggarakan pengajian Ahad pagi yang berlangsung khidmat di Masjid Annur Sangkana,
Kalijaga, Harjamukti, pada Ahad, 6 September 2026. Pengajian kali ini mengangkat
tema _“Belajar Hadis Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tentang Niat”_ yang
disampaikan oleh **Ustadz Dr. H. Muchlis, M.Pd.I.** Hadir pula dalam kegiatan tersebut
Ketua [PCM Harjamukti](https://muhammadiyahciko.or.id/pengajian-ahad-pagi-pcm-harjamukti-ustadz-yandi-heryandi-paparkan-fikih-shalat-jenazah/)
Kota Cirebon, **H. Yandi Heryandi, M.Pd.,** beserta jajaran pimpinan lainnya.

![](https://muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/09/muhciko-pengajian-
ahad-pagi-pcm-harjamukti-kota-cirebon-8-1024x461.jpg)

Dalam ceramahnya, Ustadz Dr. H. Muchlis, M.Pd.I., mengawali kajian dengan membahas
hadis pertama dari kitab _Sarah Al-Wafi_ yang sangat monumental, yaitu hadis tentang
niat. Beliau membacakan hadis tersebut:

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ
كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ،
وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ
إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ.

  عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ
عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ﷺ يَقُوْلُ

**Artinya:** _“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang 
akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-
Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari
dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.”_(
HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907]

![](https://muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/09/muhciko-pengajian-
ahad-pagi-pcm-harjamukti-kota-cirebon-7-1024x461.jpg)

---

### Kedudukan Hadis Niat dalam Islam

Ustadz Muchlis menjelaskan bahwa hadis ini memiliki kedudukan yang sangat istimewa
dalam ajaran [Islam](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/).
Beliau mengutip pernyataan Imam Abu Dawud yang mengatakan bahwa hadis ini merupakan
setengah dari agama Islam, karena agama terbagi menjadi dua bagian: yang tampak (
_amal zhahir_) dan yang batin (_niat_).

Lebih lanjut, Imam Ahmad dan Imam Asy-Syafi’i berpendapat bahwa hadis ini merupakan
sepertiga ilmu. Sebab, amal perbuatan manusia melibatkan tiga unsur: ilmu (hati),
lisan, dan anggota badan. Niat yang dilakukan dengan hati merupakan salah satu dari
ketiganya. Karena itulah, para ulama senantiasa memulai penulisan kitab-kitab mereka
dengan hadis ini sebagai bentuk penekanan akan pentingnya niat dalam setiap amalan.

![](https://muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/09/muhciko-pengajian-
ahad-pagi-pcm-harjamukti-kota-cirebon-6-1024x461.jpg)

---

### Makna dan Hakikat Niat

Secara bahasa, niat berarti _al-qashd_ (keinginan). Adapun secara istilah syar’i,
niat dimaknai sebagai azam (tekad) untuk mengerjakan suatu ibadah dengan ikhlas 
karena Allah Subhanahu wa Ta’ala. Letak niat berada di dalam hati (batin).

Ibnu Taimiyah rahimahullah menegaskan:

النِّيَّةُ مَحَلُّهَا الْقَلْبُ بِاتِّفَاقِ الْعُلَمَاءِ؛ فَإِنْ نَوَى بِقَلْبِهِ
وَلَمْ يَتَكَلَّمْ بِلِسَانِهِ أَجْزَأَتْهُ النِّيَّةُ بِاتِّفَاقِهِمْ

**Artinya:** _“Niat itu letaknya di hati berdasarkan kesepakatan ulama. Jika seseorang
berniat di hatinya tanpa ia lafazhkan dengan lisannya, maka niatnya sudah dianggap
sah berdasarkan kesepakatan para ulama.”_ _(Majmu’ah Al-Fatawa, 18:262)_

![](https://muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/09/muhciko-pengajian-
ahad-pagi-pcm-harjamukti-kota-cirebon-5-1024x461.jpg)

---

### Dua Macam Niat

Dalam pemaparannya, Ustadz Muchlis menjelaskan bahwa niat terbagi menjadi dua macam:

 1. **Niat pada siapakah amalan itu ditujukan** (_al-ma’mul lahu_), yaitu niat yang
    ditujukan untuk mengharap wajah Allah dan kehidupan akhirat. Inilah yang dimaksud
    dengan niat yang ikhlas.
 2. **Niat amalan**, yang memiliki dua fungsi:

 * **Fungsi pertama**: untuk membedakan antara adat (kebiasaan) dan ibadah.
 * **Fungsi kedua**: untuk membedakan satu ibadah dengan ibadah lainnya, seperti
   membedakan shalat fardhu, shalat sunnah rawatib, shalat witir, atau shalat sunnah
   mutlak.

---

![](https://muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/09/muhciko-pengajian-
ahad-pagi-pcm-harjamukti-kota-cirebon-4-1024x461.jpg)

### Fadilat dan Keutamaan Hadis

Ustadz Muchlis memaparkan beberapa faedah penting dari hadis ini, di antaranya:

 1.  **Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan**—yakni setiap orang akan 
     memperoleh pahala sesuai dengan apa yang ia niatkan dalam hatinya.
 2.  **Niat sebagai syarat sah ibadah**—Para ulama bersepakat bahwa amal yang lahir
     dari seorang mukallaf tidak dipandang memiliki nilai ibadah dan tidak akan memperoleh
     pahala, kecuali dengan niat.
 3.  **Ibadah pokok memerlukan niat**—Pada ibadah yang bersifat pokok seperti salat,
     puasa, dan haji, para ulama sepakat bahwa niat merupakan rukun yang tidak sah 
     tanpanya.
 4.  **Ibadah sarana**—Untuk ibadah yang merupakan sarana seperti wudu dan mandi, terdapat
     perbedaan pendapat. Menurut Imam Abu Hanifah, niat merupakan sarana untuk mendapatkan
     pahala. Sementara menurut Imam Syafi’i, niat merupakan syarat sahnya ibadah, sehingga
     tidak sah tanpa niat.
 5.  **Waktu niat**—Waktu niat adalah pada awal ibadah, seperti takbiratul ihram dalam
     salat. Adapun untuk ibadah puasa, cukup berniat sebelum melaksanakan puasa.
 6.  **Niat membedakan ibadah**—Disyaratkan menetapkan niat untuk membedakan suatu 
     ibadah dari ibadah lainnya.
 7.  **Pahala bagi yang terhalang**—Barang siapa berniat melakukan amal saleh, lalu
     ada halangan yang tidak bisa dielakkan, maka ia tetap mendapat pahala dari Allah.
 8.  **Seruan untuk ikhlas**—Hadis ini mengajak umat Islam untuk berbuat ikhlas dalam
     beramal dan beribadah supaya mendapat pahala di akhirat, serta taufik dan keberuntungan
     di dunia.
 9.  **Amal baik bernilai ibadah**—Setiap amal baik dan bermanfaat, jika disertai dengan
     keikhlasan dan mengharap ridha Allah, maka ia akan bernilai ibadah.

---

![](https://muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/09/muhciko-pengajian-
ahad-pagi-pcm-harjamukti-kota-cirebon-3-1024x461.jpg)

### Penutup

Pengajian yang berlangsung sekitar dua jam ini ditutup dengan doa yang dipimpin 
oleh Ustadz Dr. H. Muchlis, M.Pd.I., dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang interaktif
antara jamaah dan penceramah. Para peserta terlihat antusias mengikuti kajian hingga
akhir.

Ketua PCM Harjamukti, H. Yandi Heryandi, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi
kepada seluruh jamaah yang telah hadir dan berharap kegiatan pengajian rutin ini
dapat terus berlanjut sebagai sarana peningkatan pemahaman [keagamaan](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/)
masyarakat, khususnya warga Muhammadiyah di wilayah Harjamukti.

“Semoga kajian hadis tentang niat ini dapat menjadi pengingat bagi kita semua agar
senantiasa meluruskan niat dalam setiap amalan, baik ibadah mahdhah maupun muamalah
sehari-hari,” pungkasnya. (*)

**Peliput : Jamhari, dan Tim Media masjid Annur Sangkana Kalijaga **

---

**Redaksi:** Pengajian Ahad Pagi PCM Harjamukti Kota Cirebon rutin diselenggarakan
setiap pekan di Masjid Annur Sangkana Kalijaga Harjamukti dan terbuka untuk umum.
