# Pengajian Ahad Pagi PCM Harjamukti: Ustadz Ahmad Tekankan Pentingnya Menanamkan Aqidah Sejak Dini

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/pengajian-ahad-pagi-pcm-harjamukti-ustadz-ahmad-tekankan-pentingnya-menanamkan-aqidah-sejak-dini/
- Published: 2026-11-01T10:45:31+07:00
- Author: Redaksi-AF

PIMPINAN Cabang Muhammadiyah (PCM) Harjamukti Kota Cirebon menyelenggarakan Pengajian
Ahad Pagi pada Ahad, 1 November 2026, di Masjid Annur Sangkana Kalijaga, Harjamukti,
Kota Cirebon. Kegiatan rutin ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus penguatan pemahaman
keislaman bagi warga persyarikatan dan masyarakat sekitar.

Bertindak sebagai penceramah, **Ustadz Ahmad Mapparumpa, S.Ag., M.Pd.,** menyampaikan
kajian bertema “Mendidik Anak dengan Aqidah”. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa
fondasi utama dalam mendidik anak adalah penanaman aqidah sebelum anak diajari berbagai
ilmu pengetahuan dan keterampilan lainnya. Menurutnya, mengenalkan siapa Tuhannya
harus menjadi prioritas utama sebelum anak diajari matematika atau kemampuan akademik
lainnya.

“Fondasi aqidah ini yang akan memberikan arah pada pengetahuan dan perilaku anak.
Aqidah tidak menggantikan ilmu dan keterampilan, tetapi aqidah menentukan bagaimana
ilmu itu digunakan,” terang Ustadz Ahmad di hadapan para jamaah.

Ia juga menyoroti fenomena di lapangan yang sering kali terbalik. Anak-anak usia
dini sering kali diajari hal-hal yang bersifat keduniaan, seperti bernyanyi atau
berhitung, namun terlewat dalam mengenalkan siapa penciptanya. “Kita membangun rumah
dari atapnya; fondasi belum ada, tetapi genteng sudah dipasang. Akibatnya, anak 
pintar secara akademik, tetapi berani kepada orang tua,” ujarnya mengingatkan.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/11/IMG-20261101-
WA0006.jpg?resize=1024%2C768&ssl=1)

## Teladan Rasulullah dan Dalil Pentingnya Aqidah

Ustadz Ahmad menjelaskan bahwa selama 13 tahun di Mekkah, dakwah Rasulullah ﷺ pertama
kali menekankan pengenalan terhadap Allah (Qul Huwallahu Ahad), bukan fikih tentang
zakat atau tata cara haji. Hal ini menegaskan bahwa aqidah adalah pondasi utama.

Dalam kajian tersebut, ia membawakan dalil dari Al-Qur’an, yaitu nasihat pertama
Luqman kepada anaknya sebagaimana tercantum dalam Surah Luqman ayat 13:

**وَاِذْ قَالَ لُقْمٰنُ لِابْنِهٖ وَهُوَ يَعِظُهٗ يٰبُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللّٰهِ
 ۗاِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ**

_“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ‘Wahai anakku, janganlah 
engkau menyekutukan Allah. Sesungguhnya menyekutukan Allah adalah kezaliman yang
besar.'”_

Ustadz Ahmad menekankan bahwa nasihat pertama Luqman bukanlah “belajar yang rajin
biar jadi dokter”, melainkan “kenali dulu siapa Tuhanmu”.

Selain itu, ia juga mengutip hadis Nabi Muhammad ﷺ yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari
dan Imam Muslim:

**كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ
أَوْ يُمَجِّسَانِهِ**

_“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (bertauhid). Maka kedua orang tuanyalah
yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.”_

Hadis ini menjadi pengingat bahwa anak ibarat kertas putih yang bertauhid. Orang
tualah yang berperan besar dalam mengarahkan dan menjaga fitrah tersebut.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/11/IMG-20261101-
WA0005.jpg?resize=1024%2C768&ssl=1)

## Prioritas yang Sering Terbalik

Dalam sesi tanya jawab, Ustadz Ahmad menyoroti kepanikan orang tua. Menurutnya, 
banyak orang tua yang langsung panik jika nilai matematika anak turun menjadi 4,
hingga mencari les dan pasangan untuk mendoakan. Namun, orang tua cenderung tidak
panik ketika anak tidak pernah salat subuh atau mengaji.

“Di alam kubur nanti, yang ditanya adalah _Man Rabbuka?_ (Siapa Tuhanmu?), bukan
berapa hasil dari 7×8,” tegasnya.

Pengajian ditutup dengan doa dan ramah tamah. Ustadz Ahmad berharap agar anak-anak
dapat tumbuh menjadi _Qurrata A’yun_ (penyejuk mata), kebanggaan orang tua, serta
menjadi amal jariyah yang terus mengalir hingga orang tua wafat. (*)

**Peliput : Ferry Johari **
