# PCM Kesambi Bedah Strategi Kebudayaan Muhammadiyah di Pengajian Ahad Pagi

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/pengajian-ahad-pagi-pcm-kesambi-membangun-strategi-kebudayaan-muhammadiyah-yang-berkemajuan/
- Published: 2026-09-13T08:27:08+07:00
- Author: Redaksi-AF

PIMPINAN Cabang Muhammadiyah (PCM) Kesambi [Kota Cirebon](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/)
menyelenggarakan Pengajian Ahad Pagi (13/9/26) bertempat di Balai Pengajian [PCM Kesambi](https://muhammadiyahciko.or.id/pengajian-ahad-pagi-pcm-kesambi-ustadz-agus-wahid-ulas-tafsir-al-asr-ingatkan-pentingnya-manajemen-waktu/)
dengan tema **“Strategi Kebudayaan Muhammadiyah”**. Kegiatan ini berlangsung khidmat
dan dihadiri oleh jajaran pimpinan serta warga Muhammadiyah di [lingkungan](https://muhammadiyahciko.or.id/muhammadiyah-karhutla-bukan-bencana-tahunan/)
PCM Kesambi.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/09/muhciko-
pengajian-ahad-pagi-pcm-kesambi-membangun-strategi-kebudayaan-muhammadiyah-yang-
berkemajuan.jpg?resize=855%2C1024&ssl=1)

Tampak hadir dalam acara tersebut Ketua PDM Kota Cirebon, **Drs. Puji Nirmo**, beserta
jajaran pimpinan lainnya. Sebagai penceramah, hadir **Ustadz H. Dedi Ahyadi**, yang
menyampaikan materi mengenai pentingnya strategi kebudayaan dalam menghadapi perkembangan
zaman.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/09/muhciko-
pengajian-ahad-pagi-pcm-kesambi-membangun-strategi-kebudayaan-muhammadiyah-yang-
berkemajuan-4.jpg?resize=1024%2C768&ssl=1)

Dalam paparannya, Ustadz H. Dedi Ahyadi menjelaskan bahwa Muhammadiyah sebagai gerakan
[dakwah](https://muhammadiyahciko.or.id/prof-dadang-kahmad-tekankan-jurnalistik-sebagai-dakwah-berkemajuan-di-akademi-jurnalistik-muhammadiyah-4-malang/)
_amar makruf nahi mungkar_ harus mampu masuk dan menyatu dalam kehidupan serta kebudayaan
konkret yang dihadapi umat [Islam](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/).
Hal ini sejalan dengan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam QS. Ali Imran (3) 
ayat 104:

**وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ
وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ**

_“Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan,
menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah
orang-orang yang beruntung.”_ (QS. Ali Imran [3]: 104)

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/09/muhciko-
pengajian-ahad-pagi-pcm-kesambi-membangun-strategi-kebudayaan-muhammadiyah-yang-
berkemajuan-3.jpg?resize=1024%2C768&ssl=1)

Ustadz H. Dedi Ahyadi juga menekankan bahwa strategi kebudayaan Muhammadiyah harus
berpijak pada potensi manusia yang dianugerahkan Allah. Dalam buku _Himpunan Putusan
[Tarjih](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-penulisan-menurut-jenis-tulisan/)
3_ disebutkan bahwa manusia memiliki empat potensi pokok, yaitu ruhani, hati nurani(
_qalb_), akal atau rasio, serta emosi dan imajinasi. Keempat potensi ini menjadi
modal dalam mengembangkan kebudayaan yang beradab.

Lebih lanjut, beliau mengutip firman Allah dalam QS. Ar-Rum (30) ayat 30:

**فَاَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ حَنِيْفًا ۗ فِطْرَتَ اللّٰهِ الَّتِيْ فَطَرَ النَّاسَ
عَلَيْهَا ۗ لَا تَبْدِيْلَ لِخَلْقِ اللّٰهِ ۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ۙ وَلٰكِنَّ
اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ**

_“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah
Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada
fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”_(
QS. Ar-Rum [30]: 30)

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/09/muhciko-
pengajian-ahad-pagi-pcm-kesambi-membangun-strategi-kebudayaan-muhammadiyah-yang-
berkemajuan-2.jpg?resize=1024%2C768&ssl=1)

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz H. Dedi Ahyadi juga mengingatkan bahwa Muhammadiyah
telah merumuskan strategi kebudayaan melalui Halaqah Tarjih di Solo pada 2–4 November
2001. Strategi tersebut meliputi dua pendekatan utama, yaitu **strategi koeksistensi**
dan **strategi proeksistensi**. Strategi koeksistensi berarti mendalami wawasan 
seni tradisi dengan pendekatan _bayani_, _burhani_, dan _irfani_, serta menghargai
seni tradisi yang berkembang di masyarakat. Adapun strategi proeksistensi berarti
empati terhadap perkembangan seni tradisi serta membuka ruang publik untuk mengembangkan
seni tradisi Islami, seperti penyelenggaraan festival budaya dan halaqah budaya.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/09/muhciko-
pengajian-ahad-pagi-pcm-kesambi-membangun-strategi-kebudayaan-muhammadiyah-yang-
berkemajuan-1.jpg?resize=1024%2C768&ssl=1)

Sementara itu, Ketua PDM Kota Cirebon, Drs. Puji Nirmo, menyampaikan apresiasi atas
terselenggaranya pengajian ini. Menurutnya, tema strategi kebudayaan sangat relevan
dalam memperkuat identitas Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang [berkemajuan](https://muhammadiyahciko.or.id/prof-dadang-kahmad-tekankan-jurnalistik-sebagai-dakwah-berkemajuan-di-akademi-jurnalistik-muhammadiyah-4-malang/).“
Pengajian Ahad pagi ini menjadi sarana penting untuk memperkuat pemahaman dan komitmen
warga Muhammadiyah dalam membangun peradaban Islam yang rahmatan lil alamin,” ujarnya.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/09/muhciko-
pengajian-ahad-pagi-pcm-kesambi-membangun-strategi-kebudayaan-muhammadiyah-yang-
berkemajuan.jpeg?resize=899%2C835&ssl=1)

Kegiatan Pengajian Ahad Pagi ini diakhiri dengan doa bersama dan ramah tamah. Diharapkan,
melalui kajian ini, warga Muhammadiyah PCM Kesambi Kota Cirebon semakin memahami
pentingnya strategi kebudayaan dalam dakwah dan kehidupan bermasyarakat, serta mampu
mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. (*)

**Peliput : Muryanto, dan Tim Media PCM Kesambi **
