# Pengajian Ahad Pagi PCM Kesambi: Prof. Ahmad Dahlan Tekankan Dakwah Muhammadiyah sebagai Solusi Umat

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/pengajian-ahad-pagi-pcm-kesambi-prof-ahmad-dahlan-tekankan-dakwah-muhammadiyah-sebagai-solusi-umat/
- Published: 2026-11-08T21:03:47+07:00
- Author: Redaksi-AF

PIMPINAN Cabang Muhammadiyah (PCM) Kesambi Kota Cirebon menggelar Pengajian Ahad
Pagi pada Ahad (8/11/2026). Bertempat di Balai Pengajian Muhammadiyah Kesambi, Jalan
Simaja, Cirebon, kajian kali ini menghadirkan penceramah istimewa, yaitu Ketua Pimpinan
Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat, **Prof. Dr. Ahmad Dahlan, M.Ag.** Mengusung
tema _“Milad Muhammadiyah: Dakwah Muhammadiyah Membangun Solusi”_, kajian ini menjadi
momentum refleksi atas perjalanan dan visi persyarikatan.

Dalam pemaparannya, Prof. Ahmad Dahlan mengajak jamaah untuk merenungkan kembali
latar belakang dan tujuan didirikannya Muhammadiyah. Menurutnya, Muhammadiyah didirikan
bukan tanpa alasan, melainkan sebagai jawaban atas berbagai persoalan umat dan bangsa.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/11/IMG-20261108-
WA0033.jpg?resize=1024%2C768&ssl=1)

“Muhammadiyah adalah gerakan dakwah _amar makruf nahi munkar_. Berakidah Islam, 
bercita-cita menciptakan masyarakat utama, adil, dan makmur yang diridai Allah Subhanahu
Wa Ta’ala. Hakikat visinya adalah membangun dan mengajak masyarakat menuju keadaan
yang sebenar-benarnya,” ujar Prof. Ahmad Dahlan di hadapan jamaah.

Ia menjelaskan bahwa dalam menjalankan dakwahnya, Muhammadiyah berpegang pada prinsip
_sunah mutlakah_ yang berlaku sepanjang zaman, seperti halnya membaca doa sebelum
naik kendaraan atau sebelum makan. Prinsip ini menegaskan bahwa ajaran Islam bersifat
universal dan relevan di setiap waktu dan tempat.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/11/IMG-20261108-
WA0031.jpg?resize=1024%2C768&ssl=1)

**Dakwah yang Bijak dan Proposional**

Lebih lanjut, Prof. Ahmad Dahlan menekankan pentingnya metode dakwah yang bijak 
dan proposional. Dakwah harus disampaikan dengan memperhatikan kondisi dan latar
belakang audiens. Hal ini sejalan dengan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam 
Al-Qur’an Surah An-Nahl ayat 125:

**ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُم
بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِ ۖ
وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ**

**Artinya:** _“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran
yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu,
Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih
mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.”_ (QS. An-Nahl: 125)

Prof. Ahmad Dahlan menegaskan bahwa dakwah kepada handai taulan memiliki caranya
tersendiri, begitu pula dakwah kepada orang yang baru dikenal, kepada orang yang
berbeda agama, hingga kepada anak-anak. Semuanya memerlukan pendekatan yang bijak,
logis, dan proposional.

“Jangan sampai dakwah yang kita sampaikan justru melukai hati orang lain. Sampaikanlah
kebenaran dengan cara yang santun dan penuh hikmah,” pesannya.

**Membangun Solusi dan Kecerdasan Emosional**

Salah satu ciri khas dakwah Muhammadiyah yang ditekankan oleh Prof. Ahmad Dahlan
adalah kemampuan menciptakan _problem solving_ (solusi) atas persoalan umat. Dakwah
Muhammadiyah, katanya, tidak sekadar menyampaikan nasihat, tetapi juga menghadirkan
solusi nyata melalui pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial.

“Umumnya mubalig Muhammadiyah turun gunung membangun _problem solving_. Mereka tidak
hanya berbicara di mimbar, tetapi juga hadir di tengah masyarakat untuk membantu
menyelesaikan masalah,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun kecerdasan emosional yang tinggi. Ketika
terjadi suatu masalah, hendaknya seseorang melakukan introspeksi diri terlebih dahulu,
tidak mudah menyalahkan orang lain.

“Manusia adalah _khalifah fil ardhi_, makhluk yang diberi kemampuan berpikir dan
mengendalikan kehidupan dunia ini. Muhammadiyah memposisikan diri sebagai bagian
penting dari bangsa ini, dengan cita-cita mewujudkan _baldatun thayyibatun wa rabbun
ghafur_—negeri yang tenteram, makmur, dan berada dalam ampunan Allah,” ujarnya.

**Takwa: Dekat kepada Allah dan Berempati kepada Sesama**

Prof. Ahmad Dahlan menegaskan bahwa takwa bukan hanya sekadar menjalankan ibadah
ritual, tetapi juga harus tercermin dalam kepedulian dan empati terhadap sesama.

“Takwa itu dekat kepada Allah dan berempati kepada sesama. Keduanya harus berjalan
seiring,” tegasnya.

Ia mengutip firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Al-Qur’an Surah Al-Hasyr ayat
18:

**يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ
لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ**

**Artinya:** _“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah
setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat),
dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”_(
QS. Al-Hasyr: 18)

Ayat ini menjadi pengingat bagi setiap Muslim untuk senantiasa berintrospeksi dan
mempersiapkan amal terbaik untuk kehidupan yang akan datang.

**Kebermanfaatan yang Bermuatan Amal Jariyah**

Di akhir pemaparannya, Prof. Ahmad Dahlan mengingatkan bahwa manusia kelak akan 
ditanya tentang apa yang telah diproduksinya selama hidup di dunia. Kebermanfaatan
yang baik, menurutnya, adalah kebermanfaatan yang bermuatan _amal jariyah_—amal 
yang pahalanya terus mengalir meskipun seseorang telah meninggal dunia.

Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam:

**إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: صَدَقَةٍ
جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ**

**Artinya:** _“Jika seseorang meninggal dunia, terputuslah amalannya kecuali tiga
perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”_(
HR. Muslim)

Kajian Ahad Pagi ini berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme. Para jamaah
tampak menyimak dengan saksama pesan-pesan yang disampaikan oleh Prof. Ahmad Dahlan.
Tampak hadir Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Cirebon, **Drs. Puji Nirmo**
dan Ketua PCM Kesambi, **H. Digyono** bersama jajaran pimpinan lainnya. Diharapkan,
melalui kajian ini, warga Muhammadiyah, khususnya di Kecamatan Kesambi, dapat semakin
memahami visi dan misi persyarikatan, serta termotivasi untuk terus berkontribusi
dalam membangun umat dan bangsa. (*)

**Peliput :** **Muryanto**
