# Pengajian Ahad Pagi Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kesambi: Ustadz Dr. H. Muhlis, M.Pd.I Paparkan Konsep Islam Kafah

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/pengajian-ahad-pagi-pimpinan-cabang-muhammadiyah-kesambi-ustadz-dr-h-muhlis-m-pd-i-paparkan-konsep-islam-kafah/
- Published: 2026-06-07T10:55:06+07:00
- Author: Arofah Firdaus

**CIREBON, —** Ahad, 7 Juni 2026. Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan pengajian
Ahad pagi yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kecamatan
Kesambi, [Kota Cirebon](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/), pada
pagi ini. Kegiatan yang berlangsung di Balai Pengajian [PCM Kesambi](https://muhammadiyahciko.or.id/pengajian-ahad-pagi-pcm-kesambi-ustadz-agus-wahid-ulas-tafsir-al-asr-ingatkan-pentingnya-manajemen-waktu/)
tersebut menghadirkan narasumber utama **Ustadz Dr. H. Muhlis, M.Pd.I,** selaku 
Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Cirebon.

Dengan tema utama **“Islam Kafah”**, pengajian yang dihadiri oleh warga Muhammadiyah,
serta tokoh masyarakat setempat berlangsung interaktif dan penuh makna. Ustadz Dr.
H. Muhlis, M.Pd.I menyampaikan materi yang merujuk pada firman Allah dalam Surat
Al-Baqarah ayat 208.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/06/muhciko-
pengajian-ahad-pagi-pimpinan-cabang-muhammadiyah-kesambi-ustadz-dr.-h.-muhlis-m.
pd_.i-paparkan-konsep-islam-kafah-2.jpg?resize=1024%2C768&ssl=1)

## Landasan Ayat: Seruan Masuk ke dalam Islam Secara Utuh

Ustadz Muhlis mengawali tausiyahnya dengan membacakan firman Allah Subhanahu Wa 
Ta’ala:

**يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا
خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ**

> _“Yā ayyuhalladzīna āmanudkhulū fī as-silmi kāffah, wa lā tattabi’ū khuṭuwāt asy-
> syaiṭān, innahū lakum ‘aduwwun mubīn.”_

**Artinya:** _“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam [Islam](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/)
secara keseluruhan (kafah), dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. 
Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.”_ (Q.S. Al-Baqarah: 208)

Beliau menjelaskan bahwa ayat ini turun berkaitan dengan _asbāb an-nuzūl_ (sebab
turunnya ayat) ketika sekelompok sahabat yang baru masuk Islam datang kepada Rasulullah
Shalallahu Alaihi Wasallam.  Mereka sebelumnya masih merasa berat untuk meninggalkan
seluruh kebiasaan dan ajaran nenek moyang mereka secara total. Mereka berharap diperbolehkan
mengamalkan sebagian ajaran lama yang tidak bertentangan secara eksplisit dengan
Islam. Maka turunlah ayat ini sebagai tegasan bahwa Islam harus diterima dan diamalkan
secara utuh, tidak selektif atau parsial.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/06/muhciko-
pengajian-ahad-pagi-pimpinan-cabang-muhammadiyah-kesambi-ustadz-dr.-h.-muhlis-m.
pd_.i-paparkan-konsep-islam-kafah-1.jpg?resize=1024%2C768&ssl=1)

## Penjabaran Makna “As-Silm” dan “Kāffah”

Lebih lanjut, pemateri yang juga akademisi ini mengupas dua kata kunci dalam ayat
tersebut:

 1. **Al-Islam** : Masuk ke dalam keadaan Islam, tunduk, dan damai.
 2. **Kāffah** : Keseluruhan, total, menyeluruh, yang mencakup seluruh aspek kehidupan:
    ibadah, akhlak, dan muamalah (hubungan [sosial](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/)
    kemasyarakatan).

“Orang yang beriman tidak boleh memilah-milah ajaran Islam. Tidak cukup hanya rajin
shalat tetapi korupsi, atau hanya baik dalam muamalah tetapi meninggalkan shalat.
Islam kafah berarti semua sisi kehidupan kita harus diwarnai oleh nilai-nilai Islam,”
tegas Ustadz Muhlis.

## Empat Langkah Mengamalkan Islam Kafah

Dalam paparannya, Ustadz Dr. H. Muhlis, M.Pd.I merinci bahwa untuk mencapai derajat
Islam kafah, seorang muslim harus menempuh empat tahapan:

 1. **Merunuskan Islam (_Tafaqquh fid-din_)** : Memahami ajaran Islam dari sumbernya
    yang murni, Al-Qur’an dan As-Sunnah.
 2. **Mengimani Islam (_Tasdīq_)** : Membenarkan dengan hati seluruh ajaran yang telah
    dipahami.
 3. **Mengamalkan Islam (_‘Amal shālih_)** : Menerapkan dalam perilaku sehari-hari.
 4. **Bersabar dengan Islam (_Ṣabr ‘alā aṭ-ṭā’ah_)** : Tetap istiqamah dan bersabar
    menghadapi cobaan dalam menjalankan syariat.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/06/muhciko-
pengajian-ahad-pagi-pimpinan-cabang-muhammadiyah-kesambi-ustadz-dr.-h.-muhlis-m.
pd_.i-paparkan-konsep-islam-kafah.jpg?resize=1024%2C768&ssl=1)

## Tujuan Utama Syariat Islam (Maqāṣid asy-Syarī’ah)

Beliau juga mengingatkan bahwa seluruh aturan dalam Islam bertujuan untuk melindungi
lima hal pokok (dharuriyat khamsah). Hal ini, menurut beliau, dirangkum dengan baik
dalam buku [Panduan](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/) Hidup Islami
Warga Muhammadiyah ([PHIWM](https://muhammadiyahciko.or.id/pengajian-ahad-pagi-pcm-kejaksan-ustadz-dr-h-muchlis-paparkan-phiwm-sebagai-pedoman-hidup-warga-muhammadiyah/)).

 1. **Menjaga Agama (_Hifẓ ad-Dīn_)** – Islam hadir untuk memelihara keyakinan dan 
    ritual ketuhanan yang murni.
 2. **Menjaga Jiwa (_Hifẓ an-Nafs_)** – Seluruh aturan dalam Islam, mulai dari larangan
    membunuh hingga anjuran menjaga [kesehatan](https://muhammadiyahciko.or.id/rs-muhammadiyah-ini-hadirkan-wisata-kesehatan-berkemajuan/),
    bertujuan menjaga keselamatan jiwa.
 3. **Menjaga Akal (_Hifẓ al-‘Aql_)** – Islam melarang segala bentuk khamr dan narkoba
    karena dapat merusak akal sehat.
 4. **Menjaga Keturunan (_Hifẓ an-Nasl / an-Nasab_)** – Syariat pernikahan dan larangan
    zina adalah untuk menjaga kehormatan dan keturunan yang jelas.
 5. **Menjaga Harta (_Hifẓ al-Māl_)** – Aturan tentang jual beli, larangan riba, dan
    korupsi adalah untuk melindungi harta dari kezaliman.

## Tiga Pendekatan Memahami Islam (Bayānī, Burhānī, ‘Irfānī)

Di akhir tausiyah, Ustadz Muhlis memperkaya wawasan jamaah dengan tiga pendekatan
keilmuan dalam memahami teks-teks syariat:

 1. **Bayānī** : Pendekatan berdasarkan _dalil_ lahiriah dari Al-Qur’an dan hadis (
    sumber utama).
 2. **Burhānī** : Pendekatan _[tafsir](https://muhammadiyahciko.or.id/pengajian-ahad-pagi-pcm-kesambi-ustadz-agus-wahid-ulas-tafsir-al-asr-ingatkan-pentingnya-manajemen-waktu/)_
    dan penalaran logis (_ra’yu_) dengan mempertimbangkan aspek hadis dan pendapat 
    ulama.
 3. **‘Irfānī** : Pendekatan yang menggali _hikmah_ di balik suatu hukum (_ta’līl al-
    ahkām_), yaitu hikmah di balik perintah dan larangan syariat.

Beliau mencontohkan, ketika seseorang memahami larangan riba secara bayani langsung
dari ayat, secara burhani melalui kajian mudaratnya bagi ekonomi, dan secara irfani
menyadari bahwa hikmahnya adalah menciptakan keadilan sosial.

## Hadis Penguat: Bahaya Berpijak pada Sebagian Ajaran

Sebagai penutup, Ustadz Muhlis menyampaikan sebuah hadis yang menguatkan pesan utama
tentang islam kafah. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:

**مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ**

> _“Man ‘amila ‘amalan laisa ‘alaihi amrunā fa huwa radd.”_

**Artinya:** _“Barang siapa mengerjakan suatu amalan yang tidak ada perintah kami(
tidak sesuai dengan tuntunan kami), maka amalan itu tertolak.”_ (HR. Muslim)

Ustadz Muhlis menegaskan, “Tidak cukup hanya semangat beramal, tetapi amal itu harus
sesuai dengan tuntunan Islam secara kafah, total, dan konsisten.”

Tampak hadir Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kesambi, **H. Digyono** beserta 
jajarannya. Pengajian Ahad pagi ditutup dengan doa dan dilanjutkan dengan sesi tanya
jawab yang hangat. Jamaah mengapresiasi pemaparan yang sistematis dan mendalam, 
yang semakin menegaskan pentingnya menjalani kehidupan berlandaskan Islam yang utuh,
bukan sekadar simbolis atau ritual semata.

**Reporter: Muryanto, Tim Media PCM Kesambi**
**Editor: Redaksi**

---
