# Pengajian Malam Jumat di Masjid Al Ikhlas: Ustadz H. Dedi Ahyadi Kupas Tuntas Keutamaan Akhlak Pemaaf

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/pengajian-malam-jumat-di-masjid-al-ikhlas-ustadz-h-dedi-ahyadi-kupas-tuntas-keutamaan-akhlak-pemaaf/
- Published: 2026-07-16T19:34:46+07:00
- Author: Arofah Firdaus

**CIREBON, 16 Juli 2026** — Suasana khidmat menyelimuti Masjid Al Ikhlas pada pelaksanaan
pengajian malam Jumat (16/7/2026). Acara rutin yang dihadiri oleh puluhan jamaah
dari berbagai kalangan ini menghadirkan penceramah kondang, Ustadz H. Dedi Ahyadi,
dengan tema utama tentang **Akhlak**, khususnya mengupas tuntas sub tema **“Pemaaf”**.

Turut hadir dalam pengajian tersebut Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kesambi
[Kota Cirebon](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/), **H. Digyono**,
yang memberikan sambutan hangat serta dukungan penuh terhadap kegiatan pembinaan
umat ini .

## Meneladani Akhlak Pemaaf: Jalan Menuju Kemuliaan

Dalam tausiyahnya, Ustadz H. Dedi Ahyadi menekankan bahwa akhlak pemaaf merupakan
salah satu ciri utama orang yang bertakwa. Beliau mengawali ceramah dengan membacakan
firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Surat Ali ‘Imran ayat 134:

**اَلَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّاۤءِ وَالضَّرَّاۤءِ وَالْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ
وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ**

**Latin:** _Allażīna yunfiqūna fis-sarrā’i waḍ-ḍarrā’i wal-kāẓimīnal-gaiẓa wal-‘
āfīna ‘anin-nās, wallāhu yuḥibbul-muḥsinīn._

**Artinya:** _“(Yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit,
dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan
Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan”_ .

Ustadz Dedi menjelaskan bahwa dalam ayat ini, Allah Subhanahu Wa Ta’ala secara langsung
mengaitkan sifat pemaaf dengan kecintaan-Nya. “Memaafkan bukanlah tanda kelemahan,
justru itu adalah kekuatan hati dan kemuliaan jiwa,” tegasnya. Beliau juga mengingatkan
bahwa memaafkan adalah investasi akhirat yang besar, sebagaimana disebutkan dalam
QS. Asy-Syura ayat 40 yang artinya, _“Barang siapa memaafkan dan berdamai, maka 
pahalanya atas tanggungan Allah”_ .

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/07/muhciko-
pengajian-malam-jumat-di-masjid-al-ikhlas-ustadz-h.-dedi-ahyadi-kupas-tuntas-keutamaan-
akhlak-pemaaf.jpg?resize=1024%2C768&ssl=1)

## Teladan Rasulullah: Pemaaf Sejati

Untuk memperkuat pemahaman jamaah, Ustadz Dedi mengutip hadits yang diriwayatkan
oleh Ibnu Hibban yang menggambarkan agungnya akhlak Rasulullah Shalallahu Alaihi
Wasallam:

**كَانَ أَحْسَنَ النَّاسِ خُلُقًا، لَمْ يَكُنْ فَاحِشًا وَلَا مُتَفَحِّشًا، وَلَا
سَخَّابًا فِي الْأَسْوَاقِ، وَلَا يَجْزِي بِالسَّيِّئَةِ السَّيِّئَةَ، وَلَكِنْ 
يَعْفُو وَيَصْفَحُ**

**Artinya:** _“Rasulullah SAW adalah orang yang paling bagus akhlaknya. Beliau tidak
pernah kasar, berbuat keji, berteriak-teriak di pasar, dan tidak pernah membalas
kejahatan dengan kejahatan. Malahan beliau adalah sosok yang pemaaf dan suka mendamaikan”_.

Beliau mengisahkan peristiwa penaklukan Kota Makkah sebagai bukti nyata sikap pemaaf
Rasulullah. Di hadapan orang-orang Quraisy yang selama bertahun-tahun memusuhi dan
menyakitinya, Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam berkata, _“Pergilah kamu sekalian,
kamu sekarang sudah bebas!”_ Sikap ini menunjukkan bahwa memaafkan dapat menghapus
dendam dan menyatukan persaudaraan .

## Pesan Ketua PCM Kesambi: Implementasi Akhlak dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam sambutannya, Ketua [PCM Kesambi](https://muhammadiyahciko.or.id/pengajian-ahad-pagi-pcm-kesambi-ustadz-agus-wahid-ulas-tafsir-al-asr-ingatkan-pentingnya-manajemen-waktu/),
H. Digyono, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap penyelenggaraan pengajian
ini. Beliau berharap materi yang disampaikan oleh Ustadz Dedi Ahyadi dapat menjadi
bekal berharga bagi seluruh jamaah untuk terus memperbaiki akhlak dalam kehidupan
bermasyarakat.

“Pengajian malam Jumat ini adalah momentum bagi kita untuk saling mengingatkan dalam
kebaikan dan kesabaran. Semoga kita semua diberikan kemudahan untuk menjadi pribadi
yang pemaaf, sebagaimana yang diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya,” ujar H. Digyono.

Pengajian berlangsung dengan penuh khidmat dan ditutup dengan doa, memohon kepada
Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar seluruh jamaah diberikan hati yang lapang dan kekuatan
untuk senantiasa saling memaafkan.

**Peliput : Tim Media Masjid Al-Ikhlas PCM Kesambi Kota Cirebon **

**Editor : Arofah Firdaus **
