# Pengajian Malam Senin PCM Kedawung: Menggali Keutamaan Istighfar untuk Kehidupan yang Berkah

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/pengajian-malam-senin-pcm-kedawung-menggali-keutamaan-istighfar-untuk-kehidupan-yang-berkah/
- Published: 2026-09-13T18:00:31+07:00
- Author: Redaksi-AF

PIMPINAN Cabang Muhammadiyah (PCM) Kedawung Cirebon menyelenggarakan Pengajian Malam
Senin (13/9/26) dengan tema **“Keutamaan Istighfar”**. Kegiatan ini berlangsung 
setelah salat Maghrib hingga sebelum masuk waktu Isya, bertempat di Masjid Umar 
bin Khattab, Komplek SMK Farmasi Muhammadiyah Cirebon.

Pengajian ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan warga Muhammadiyah di [lingkungan](https://muhammadiyahciko.or.id/muhammadiyah-karhutla-bukan-bencana-tahunan/)
PCM Kedawung. Sebagai penceramah, hadir **Ustadz H. Dedi Ahyadi**, yang menyampaikan
materi mengenai betapa besarnya keutamaan istighfar bagi kehidupan seorang muslim.

Dalam paparannya, Ustadz H. Dedi Ahyadi menjelaskan bahwa istighfar bukan sekadar
ucapan permohonan ampun, melainkan sebuah amalan yang memiliki banyak keutamaan 
yang telah dijanjikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Rasulullah Shalallahu Alaihi
Wasallam. Beliau mengutip firman Allah dalam QS. An-Nisa (4) ayat 110:

**وَمَنْ يَّعْمَلْ سُوْۤءًا اَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهٗ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللّٰهَ يَجِدِ
اللّٰهَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا**

_“Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia
mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”_(
QS. An-Nisa [4]: 110)

Beliau juga menyampaikan hadis qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Hakim
dengan sanad hasan, di mana Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:

**إِنَّ الشَّيْطَانَ قَالَ: وَعِزَّتِكَ يَا رَبِّ لَا أَزَالُ أُغْوِي عِبَادَكَ 
مَا دَامَتْ أَرْوَاحُهُمْ فِي أَجْسَادِهِمْ. فَقَالَ اللهُ: وَعِزَّتِي وَجَلَالِي
لَا أَزَالُ أَغْفِرُ لَهُمْ مَا اسْتَغْفَرُوْنِي**

_“Sesungguhnya syetan berkata: ‘Demi kemuliaan-Mu, aku akan selalu menyesatkan hamba-
hamba-Mu selama ruh mereka ada dalam jasad mereka.’ Lalu Allah berfirman: ‘Demi 
kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku akan selalu mengampuni mereka selama mereka memohon
ampunan kepada-Ku.'”_ (HR. Ahmad dan Hakim; hasan)

Ustadz H. Dedi Ahyadi kemudian memaparkan sepuluh keutamaan istighfar yang dapat
diraih oleh seorang muslim, sebagaimana dijelaskan dalam kitab-kitab _fadhilah amal_
seperti _Riyadhus Shalihin_, _Ihya’ Ulumuddin_, dan _At-Taubah ilallah_.

**Pertama, mendapatkan ampunan Allah.** Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam
hadis qudsi riwayat Tirmidzi:

**يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا
كَانَ فِيْكَ وَلَا أُبَالِي، يَا ابْنَ آدَمَ، لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوْبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ
ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ**

_“Wahai anak Adam, sesungguhnya kamu memohon dan berharap kepada-Ku, niscaya Aku
mengampunimu betapapun banyaknya (dosa) yang ada pada dirimu dan Aku tidak peduli.
Wahai anak Adam, sekiranya dosa-dosamu mencapai awan di langit lalu kamu memohon
ampun kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu dan Aku tidak peduli.”_ (HR. Tirmidzi;
hasan lighairihi)

**Kedua, mendapatkan rahmat Allah.** Sebagaimana firman Allah yang mengabadikan 
doa Nabi Saleh AS dalam QS. An-Naml (27) ayat 46:

**قَالَ يَا قَوْمِ لِمَ تَسْتَعْجِلُوْنَ بِالسَّيِّئَةِ قَبْلَ الْحَسَنَةِ ۚ لَوْلَا
تَسْتَغْفِرُوْنَ اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ**

_“Dia (Saleh) berkata: ‘Hai kaumku, mengapa kalian meminta disegerakan suatu keburukan
sebelum kebaikan? Mengapakah kalian tidak memohon ampun kepada Allah supaya kalian
mendapatkan rahmat.'”_ (QS. An-Naml [27]: 46)

**Ketiga, mendapatkan keberuntungan.** Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:

**طُوْبَى لِمَنْ وَجَدَ فِي صَحِيْفَتِهِ اسْتِغْفَارًا كَثِيْرًا**

_“Beruntunglah orang yang di dalam catatan amalnya terdapat istighfar yang banyak.”_(
HR. Ibnu Majah; sahih)

**Keempat, mendapatkan kebahagiaan.** Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:

**مَنْ أَحَبَّ أَنْ تَسُرَّهُ صَحِيْفَتُهُ فَلْيُكْثِرْ فِيْهَا مِنَ الْاِسْتِغْفَارِ**

_“Barangsiapa yang ingin catatan amalnya menyenangkannya, maka perbanyaklah istighfar.”_(
HR. Baihaqi; hasan)

**Kelima, hujan dan keberkahan langit.** Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam
QS. Nuh (71) ayat 10-11:

**فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ إِنَّهٗ كَانَ غَفَّارًا ۙ يُّرْسِلِ السَّمَاۤءَ
عَلَيْكُمْ مِّدْرَارًا**

_“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia
adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat.'”_(
QS. Nuh [71]: 10-11)

**Keenam, membuka pintu rezeki.** Masih dalam QS. Nuh (71) ayat 12:

**وَيُمْدِدْكُمْ بِاَمْوَالٍ وَّبَنِيْنَ وَيَجْعَلْ لَّكُمْ جَنّٰتٍ وَّيَجْعَلْ 
لَّكُمْ اَنْهٰرًا**

_“Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan
mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.”_ (QS. Nuh [71]: 12)

**Ketujuh, mendapatkan keturunan.** Dalam ayat yang sama, Allah menjanjikan keturunan
bagi orang yang beristighfar. Imam Hasan Al-Basri pun menasihatkan kepada seseorang
yang mengadu karena belum dikaruniai anak: “Beristighfarlah kepada Allah.”

**Kedelapan, keberkahan bumi.** Ibnu Katsir menjelaskan bahwa istighfar mendatangkan
keberkahan bumi, dengan suburnya kebun-kebun dan mengalirnya air di sungai-sungai.

**Kesembilan, ditambah kekuatannya.** Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam 
QS. Hud (11) ayat 52:

**وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوْبُوْا اِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاۤءَ
عَلَيْكُمْ مِّدْرَارًا وَّيَزِدْكُمْ قُوَّةً اِلٰى قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا
مُجْرِمِيْنَ**

_“Dan (dia berkata): ‘Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah
kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan 
menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat
dosa.'”_ (QS. Hud [11]: 52)

**Kesepuluh, dikabulkan doanya.** Istighfar menjadi penghapus dosa yang menjadi 
penghalang terkabulnya doa. Kisah para ulama pun banyak menceritakan keajaiban pengabulan
doa bagi orang yang banyak beristighfar.

Di akhir paparannya, Ustadz H. Dedi Ahyadi juga mengajarkan beberapa bacaan istighfar
yang diajarkan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam, di antaranya:

**أَسْتَغْفِرُ اللهَ**

_(Astaghfirullah)_
Artinya: _“Aku memohon ampun kepada Allah.”_

**أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ**

_(Astaghfirullahal ‘adhiim)_
Artinya: _“Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha
Agung.”_

Serta bacaan istighfar yang lebih panjang:

**أَسْتَغْفِرُ اللهَ الَّذِيْ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ
إِلَيْهِ**

_(Astaghfirullahalladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaih)_

Artinya: _“Aku memohon ampun kepada Allah. Yang tidak ada ilah kecuali Dia yang 
Maha Hidup lagi terus menerus Mengurus makhluknya. Dan aku bertaubat kepada-Nya.”_

Kegiatan Pengajian Malam Senin ini berlangsung dengan khidmat dan diakhiri dengan
doa. Diharapkan, melalui kajian ini, warga Muhammadiyah PCM Kedawung Cirebon semakin
termotivasi untuk memperbanyak istighfar dalam kehidupan sehari-hari, sehingga memperoleh
ampunan, rahmat, keberkahan, dan pengabulan doa dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. (*)

**Peliput : Bery dan Tim Media masjid Umar bin Khattab **
