# Pengajian Reboan Masjid Santun Muhammadiyah Cirebon: Ustadz H. Dedi Ahyadi Kupas Telaah Kesabaran dalam QS. Yusuf

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/pengajian-reboan-masjid-santun-muhammadiyah-cirebon-ustadz-h-dedi-ahyadi-kupas-telaah-kesabaran-dalam-qs-yusuf/
- Published: 2026-04-15T20:09:34+07:00
- Author: Arofah Firdaus

**CIREBON, 15 April 2026** — Suasana khusyuk menyelimuti [Masjid Santun](https://muhammadiyahciko.or.id/pengajian-reboan-masjid-santun-muhammadiyah-cirebon-ustadz-dr-maman-rusman-tekankan-larangan-membela-pengkhianat/)
Muhammadiyah [Kota Cirebon](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/) pada
pelaksanaan pengajian rutin Reboan, Rabu (15/4/2026). Jemaah yang memenuhi area 
masjid tampak dengan sungguh-sungguh menyimak tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz
H. Dedi Ahyadi.

Dalam ceramahnya, Ustadz H. Dedi Ahyadi mengangkat hikmah dari kisah Nabi Yusuf ‘
alaihis salam, khususnya yang termuat dalam Surat Yusuf ayat 80 hingga 88. Beliau
menekankan bahwa ujian hidup, baik paceklik maupun kesuburan, adalah sunnatullah
yang harus dihadapi dengan kesabaran dan ketawakalan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/04/muhciko-
pengajian-reboan-masjid-santun-muhammadiyah-cirebon-ustadz-h.-dedi-ahyadi-kupas-
telaah-kesabaran-dalam-qs.-yusuf-3.jpg?resize=1024%2C768&ssl=1)

## Isi Ceramah: Tiga Pesan Utama dari Kisah Nabi Yakub dan Yusuf

Ustadz Dedi memaparkan bahwa kisah ini mengajarkan tiga hal fundamental bagi seorang
muslim:

**Pertama,** siklus kehidupan yang penuh ujian. Beliau mengutip rencana 7 tahun 
paceklik dan 7 tahun masa subur dalam mimpi Raja Mesir yang diterjemahkan Nabi Yusuf.

> **QS. Yusuf (12): 80**
> **فَلَمَّا اسْتَيْـَٔسُوا مِنْهُ خَلَصُوا نَجِيًّا ۖ قَالَ كَبِيرُهُمْ أَلَمْ 
> تَعْلَمُوا أَنَّ أَبَاكُمْ قَدْ أَخَذَ عَلَيْكُمْ مَوْثِقًا مِنَ اللَّهِ وَمِنْ
> قَبْلُ مَا فَرَّطْتُمْ فِي يُوسُفَ ۖ فَلَنْ أَبْرَحَ الْأَرْضَ حَتَّىٰ يَأْذَنَ
> لِي أَبِي أَوْ يَحْكُمَ اللَّهُ لِي ۖ وَهُوَ خَيْرُ الْحَاكِمِينَ**
> _Artinya: “Maka ketika mereka berputus asa dari (putusan) Yusuf, mereka menyendiri
> sambil berbisik-bisik. Berkatalah yang tertua di antara mereka: ‘Tidakkah kamu
> ketahui bahwa sesungguhnya ayahmu telah mengambil janji dari kamu atas nama Allah,
> dan sebelumnya kamu telah menyia-nyiakan Yusuf. Sebab itu aku tidak akan meninggalkan
> negeri ini sampai ayahku mengizinkanku atau Allah memberi keputusan terhadapku;
> dan Dialah Hakim yang sebaik-baiknya.'”_

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/04/muhciko-
pengajian-reboan-masjid-santun-muhammadiyah-cirebon-ustadz-h.-dedi-ahyadi-kupas-
telaah-kesabaran-dalam-qs.-yusuf-2.jpg?resize=1024%2C768&ssl=1)

**Kedua,** akhlak mulia dalam menghadapi tuduhan. Ustadz Dedi menjelaskan bagaimana
10 saudara Yusuf merayu Nabi Yakub untuk membawa Bunyamin, lalu mereka mengada-ada
bahwa Bunyamin mencuri. Nabi Yakub justru menjawab dengan kebijaksanaan.

> **QS. Yusuf (12): 82-83**
> **وَاسْأَلِ الْقَرْيَةَ الَّتِي كُنَّا فِيهَا وَالْعِيرَ الَّتِي أَقْبَلْنَا فِيهَا
>  ۖ وَإِنَّا لَصَادِقُونَ (82) قَالَ بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنْفُسُكُمْ أَمْرًا
>  ۖ فَصَبْرٌ جَمِيلٌ ۖ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَأْتِيَنِي بِهِمْ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ
> هُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ (83)**
> _Artinya: “(82) Dan tanyalah (penduduk) negeri tempat kami berada dan kafilah 
> yang kami datang bersamanya, dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang benar.(
> 83) Yakub berkata: ‘Hanya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang
> buruk) itu. Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Mudah-mudahan Allah
> mendatangkan mereka semuanya kepadaku. Sungguh, Dialah Yang Maha Mengetahui lagi
> Maha Bijaksana.'”_

**Ketiga,** larangan berputus asa dari rahmat Allah. Ustadz H. Dedi Ahyadi mengutip
puncak kesedihan Nabi Yakub yang matanya menjadi putih karena menahan tangis untuk
Yusuf, namun beliau tidak pernah berhenti berdoa dan memerintahkan anak-anaknya 
untuk terus mencari rahmat Allah.

> **QS. Yusuf (12): 84 & 87**
> **وَتَوَلَّىٰ عَنْهُمْ وَقَالَ يَا أَسَفَىٰ عَلَىٰ يُوسُفَ وَابْيَضَّتْ عَيْنَاهُ
> مِنَ الْحُزْنِ فَهُوَ كَظِيمٌ (84) … يَا بَنِيَّ اذْهَبُوا فَتَحَسَّسُوا مِنْ 
> يُوسُفَ وَأَخِيهِ وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ ۖ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ 
> مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ (87)**
> _Artinya: “(84) Dan dia (Yakub) berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata:‘
> Aduhai dukacitaku terhadap Yusuf,’ dan kedua matanya menjadi putih karena kesedihan
> dan dia menahan amarahnya (terhadap anak-anaknya). … (87) Hai anak-anakku, pergilah
> kamu, carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya, dan jangan kamu berputus asa
> dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan
> kaum yang kafir.'”_

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/04/muhciko-
pengajian-reboan-masjid-santun-muhammadiyah-cirebon-ustadz-h.-dedi-ahyadi-kupas-
telaah-kesabaran-dalam-qs.-yusuf-1.jpg?resize=1024%2C768&ssl=1)

## Doa Penutup: Hanya kepada Allah Mengadukan Kesusahan

Sebelum mengakhiri ceramah, Ustadz H. Dedi Ahyadi membacakan doa yang diajarkan 
Nabi Yakub ‘alaihis salam:

> **Doa Nabi Yakub:**
> **اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدَ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ،
> وَحْدَكَ لَا شَرِيكَ لَكَ، يَا بَدِيعَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، يَا ذَا الْجَلَالِ
> وَالْإِكْرَامِ**
> _Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu, bahwa bagi-Mu segala 
> puji, tiada tuhan selain Engkau, Engkau Maha Esa tiada sekutu bagi-Mu, wahai Pencipta
> langit dan bumi, wahai Pemilik keagungan dan kemuliaan.”_
> **إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ**
> _(QS. Yusuf: 86)__Artinya:“
> Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.”_

## Hadits Penguat: Kesabaran di Awal Musibah

Sebagai pelengkap, Ustadz Dedi menyitir sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa 
sallam:

> **عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ 
> صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّمَا الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الْأُولَى»**
> _(HR. Bukhari No. 1283)_
> _Artinya: “Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu‘
> alaihi wa sallam bersabda: ‘Sesungguhnya kesabaran itu (yang paling utama) adalah
> ketika pertama kali tertimpa musibah.'”_

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/04/muhciko-
pengajian-reboan-masjid-santun-muhammadiyah-cirebon-ustadz-h.-dedi-ahyadi-kupas-
telaah-kesabaran-dalam-qs.-yusuf.jpg?resize=1024%2C768&ssl=1)

## Penutup: Momentum Muhasabah di Bulan Syawal 1447 H

Pengajian Reboan yang berlangsung dari ba’da Maghrib hingga menjelang Isya ini ditutup
dengan doa yang dipimpin langsung oleh Ustadz H. Dedi Ahyadi. Para jemaah tampak
haru dan termotivasi untuk tidak mudah berputus asa dalam menghadapi ujian hidup,
serta menjadikan kisah Nabi Yakub sebagai teladan dalam bersikap sabar dan tawakal.

Ketua Takmir Masjid Santun Muhammadiyah, Dakum, S.Pd., menyampaikan apresiasinya.“
Kajian hari ini sangat menyentuh hati. Kami berharap pengajian Reboan terus menjadi
syiar yang menyejukkan umat di Kota Cirebon,” ujarnya.

Acara kemudian ditutup dengan santapan makanan ringan dan [silaturahim](https://muhammadiyahciko.or.id/rapat-silaturahim-prm-se-kecamatan-harjamukti-bersama-pcm-harjamukti-dan-agen-verifikator-e-ktam/)
antarjemaah.

---
