# Pengajian Reboan Masjid Santun: Hidup Bermakna dengan Nilai Islam

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/pengajian-reboan-masjid-santun-muhammadiyah-menjadikan-hidup-lebih-bermakna-dengan-nilai-islam/
- Published: 2025-10-29T19:47:52+07:00
- Author: Arofah Firdaus

**CIREBON** – Rabu, 29 Oktober 2025, [Masjid Santun](https://muhammadiyahciko.or.id/pengajian-reboan-masjid-santun-muhammadiyah-cirebon-ustadz-dr-maman-rusman-tekankan-larangan-membela-pengkhianat/)
Muhammadiyah [Kota Cirebon](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/) kembali
menggelar Pengajian Reboan yang rutin dilaksanakan setiap pekan. Kegiatan dimulai
selepas salat Maghrib hingga waktu Isya, menghadirkan penceramah Ustadz Yandi Heryandi,
M.Pd. dengan tema “Hidup Bermakna dengan Nilai [Islam](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/).”

Dalam ceramahnya, Ustadz Yandi menjelaskan bahwa hidup yang bermakna adalah hidup
yang dibangun di atas dasar tauhid, akhlak mulia, dan kepedulian sosial. Tauhid,
menurutnya, memiliki dua dimensi: tauhid individu dan tauhid sosial. Individu yang
mengesakan Allah (wahada yuwahidu wahidan) akan menunjukkan dampak positif dalam
jiwanya dan dalam hubungan sosialnya.

Ia mengutip firman Allah dalam Surat Al-Imran ayat 112: 
“Mereka diliputi kehinaan
di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang pada tali (agama) Allah
dan tali (perjanjian) dengan manusia…”Ayat ini menegaskan pentingnya menjaga hubungan
vertikal (hablum minallah) dan horizontal (hablum minannas) agar terhindar dari 
kehinaan.

Lebih lanjut, Ustadz Yandi mengaitkan tauhid sebagai Al-‘Urwatul Wutsqā (tali yang
kokoh), sebagaimana disebut dalam QS. Al-Baqarah: 256:

“Barang siapa yang ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka sungguh 
ia telah berpegang pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus.”

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2025/10/muhciko-
pengajian-reboan-masjid-santun-hidup-bermakna-dengan-nilai-islam-3.jpg?resize=768%
2C1024&ssl=1)

Suasana di masjid Santun Muhammadiyah Kota Cirebon

Ceramah dilengkapi dengan pemahaman mendalam tentang Surat Luqman ayat 22 yang menjelaskan
bahwa orang yang berserah diri kepada Allah dan berbuat baik (ihsan), maka ia telah
menempuh jalan yang lurus dan semua urusannya akan kembali kepada Allah.

Mengutip hadis Umar bin Khattab, Ustadz Yandi menguraikan bahwa Islam terdiri dari
Iman, Islam, dan Ihsan. 
Rukun Islam lima: 

 1. Syahadat: Fondasi tauhid. 
 2. Salat: Wujud ketundukan dan kekhusyukan. 
 3. Zakat: Bentuk empati dan kesejahteraan sosial. 
 4. Puasa: Menumbuhkan kecerdasan emosional dan empati. 
 5. Haji: Puncak ketundukan dan ketaatan kepada Allah.

Iman, lanjutnya, harus memiliki dampak nyata: 

 * Iman kepada Allah: Membentuk integritas sosial dan [spiritual](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/).
 * Iman kepada malaikat: Mengontrol diri. 
 * Iman kepada kitab suci: Menjadi fondasi peradaban. 
 * Iman kepada Rasul: Membebaskan dari kebodohan dan penindasan. 
 * Iman kepada hari akhir: Menumbuhkan tanggung jawab. 
 * Iman kepada takdir: Menjadi dasar ikhtiar maksimal.

Ia mengingatkan untuk menjauhi TBC (Tahayul, Bid’ah, dan Khurafat) serta membangun
kehidupan yang bermakna melalui akidah yang lurus, ibadah yang benar, dan akhlak
yang mulia.

Di akhir ceramah, Ustadz Yandi menegaskan bahwa integritas Muslim adalah penyatuan
Iman, Islam, dan Ihsan, yang saling melengkapi dalam menciptakan kehidupan yang 
utuh, bermakna, dan diridhai Allah.

Pengajian diakhiri dengan tanya jawab dan doa, diikuti dengan antusias oleh jamaah
yang hadir. Semoga nilai-nilai Islam terus terinternalisasi dalam kehidupan sehari-
hari umat Islam.
