# MPM PP Muhammadiyah Perkuat Fondasi Spiritual Keluarga Migran di Cirebon

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/perkuat-fondasi-spiritual-pekerja-migran-mpm-pp-muhammadiyah-gelar-kajian-keagamaan-di-cirebon/
- Published: 2026-09-20T20:33:16+07:00
- Author: Redaksi-AF

---

MAJELIS Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar
Pengajian [Keagamaan](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/) Keluarga
Migran Sakinah di Desa Muara, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon (20/9/26).
Kegiatan yang diinisiasi [komunitas](https://muhammadiyahciko.or.id/inovasi-dakwah-komunitas-muhammadiyah/)
Sahabat Migran [Berkemajuan](https://muhammadiyahciko.or.id/prof-dadang-kahmad-tekankan-jurnalistik-sebagai-dakwah-berkemajuan-di-akademi-jurnalistik-muhammadiyah-4-malang/)(
Saranmu) Cirebon bersama Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Suranenggala ini mengangkat
tema “Perlindungan [Sosial](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/)
Keagamaan bagi Pekerja Migran” sebagai langkah konkret membangun fondasi [spiritual](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/)
dan sosial bagi keluarga [Pekerja Migran](https://muhammadiyahciko.or.id/kolaborasi-muhammadiyah-dan-p4mi-cirebon-sosialisasi-perlindungan-pekerja-migran-dan-pencegahan-tppo-di-desa-muara/)
Indonesia (PMI).

Fasilitator MPM PP Muhammadiyah, **Ahsan Taqwim A,** menegaskan bahwa Cirebon merupakan
salah satu wilayah basis PMI terbesar. Oleh karena itu, MPM menghadirkan pendekatan
pendampingan yang komprehensif dan terstruktur dari hulu hingga hilir. Pendekatan
tersebut mencakup tiga tahap: sebelum keberangkatan, selama masa kerja, hingga saat
purna migran.

“MPM bergerak mendampingi komunitas migran melalui pemberdayaan kelompok _mustadh’afin_.
Pada tahap pra-keberangkatan, calon PMI dibekali dengan pelatihan [kompetensi](https://muhammadiyahciko.or.id/menata-ulang-kompas-pendidikan-nasional-telaah-kritis-atas-rencana-penghapusan-kenaikan-kelas-otomatis-pada-2027/),
[edukasi](https://muhammadiyahciko.or.id/kolaborasi-muhammadiyah-dan-p4mi-cirebon-sosialisasi-perlindungan-pekerja-migran-dan-pencegahan-tppo-di-desa-muara/)
jalur legal, serta pembinaan keagamaan agar memiliki kesiapan spiritual dan mental,”
ujar Ahsan dalam sambutannya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pada tahap pelaksanaan di negara tujuan, MPM 
memfokuskan pada pendampingan serta advokasi hukum. Sementara pada tahap purna migran,
pendampingan diarahkan pada tata kelola ekonomi keluarga agar hasil kerja dapat 
memberikan dampak berkelanjutan. “Pendampingan ini tidak hanya terpusat pada pekerja
migran yang berangkat, tetapi juga mencakup perlindungan dan pembinaan bagi anak
serta keluarga yang ditinggalkan di tanah air,” tambah Ahsan.

Ketua PCM Suranenggala, **Warjo,** menyambut baik langkah MPM PP Muhammadiyah. Menurutnya,
penguatan spiritual sangat dibutuhkan agar para pekerja migran memiliki benteng 
moral yang kuat selama bekerja di luar negeri. “Selain kegiatan sosial dan ekonomi,
kegiatan keagamaan ini sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai keislaman. Harapannya,
selama bekerja di luar negeri, mereka tetap ingat pada fondasi agama yang telah 
dibangun,” ungkap Warjo.

Dalam kajian utama, **Ustaz Dr. Amin Basir** memaparkan edukasi penguatan dimensi
religiusitas dan langkah-langkah praktis mewujudkan Keluarga Sakinah Migran. Ia 
menekankan bahwa bekerja di perantauan merupakan bagian dari ikhtiar mencari rezeki
yang halal, namun tetap harus diiringi dengan ketakwaan dan perlindungan diri dari
hal-hal yang dilarang agama.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Mulk ayat 15:

**هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا
مِن رِّزْقِهِ ۖ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ**

_“Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah
di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-
lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.”_ (QS. Al-Mulk: 15).

Ayat ini menjadi pengingat bahwa merantau untuk mencari rezeki adalah bagian dari
perintah Allah, namun tetap harus disertai dengan kesadaran bahwa segala sesuatu
akan kembali kepada-Nya. Karena itu, bekal iman dan takwa menjadi kunci utama agar
pekerja migran tetap terjaga dari pengaruh negatif selama berada di negeri orang.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam juga bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan
oleh Imam Muslim:

**عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُصِبْ مِنْهُ**

_“Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda,‘
Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, maka Allah akan memberikan ujian(
cobaan) kepadanya.'”_ (HR. Muslim).

Hadis ini memberikan pesan bahwa setiap ujian dan tantangan yang dihadapi pekerja
migran di perantauan, jika dihadapi dengan sabar dan iman, akan menjadi jalan kebaikan
dan peningkatan derajat di sisi Allah. Pembinaan keagamaan seperti yang dilakukan
MPM PP Muhammadiyah menjadi sarana untuk memperkuat ketahanan spiritual tersebut.

Acara berlangsung hangat dan dipenuhi antusiasme dari para peserta yang terdiri 
dari jajaran pengurus PCM, PCA, serta Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan
Ranting Aisyiyah (PRA) se-Kecamatan Suranenggala. Ke depannya, PCM Suranenggala 
berkomitmen untuk rutin menggelar agenda serupa sebagai ajang silaturahmi dan wadah
pembinaan warga. (“)

---

### Reporter (Peliput):

Arief Ariyanto

Majelis Pemberdayaan Masyarakat PP Muhammadiyah

Tim [Media](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/) Muhammadiyah [Kota Cirebon](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-penulisan-menurut-jenis-tulisan/)
