# Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kesambi Gelar Pengajian Ahad Pagi

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/pimpinan-cabang-muhammadiyah-kesambi-gelar-pengajian-ahad-pagi/
- Published: 2025-11-02T08:59:43+07:00
- Author: Arofah Firdaus

**Tuntunan PHIWM dalam Membentuk Kehidupan Pribadi yang Islami**

**CIREBON**, 2 November 2025 – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kesambi telah 
menyelenggarakan Pengajian Ahad Pagi. Acara yang berlangsung khidmat ini menghadirkan
Ustadz Yandi Heryandi, M.Pd., sebagai penceramah untuk membahas Pedoman Hidup Islami
Warga Muhammadiyah ([PHIWM](https://muhammadiyahciko.or.id/pengajian-ahad-pagi-pcm-kejaksan-ustadz-dr-h-muchlis-paparkan-phiwm-sebagai-pedoman-hidup-warga-muhammadiyah/))
dengan fokus pada tema “Kehidupan Pribadi”.

Pengajian yang dihadiri oleh sejumlah warga Muhammadiyah dan tokoh masyarakat ini
juga dihadiri secara langsung oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah [Kota Cirebon](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/)
Drs. Puji Nirmo dan Ketua [PCM Kesambi](https://muhammadiyahciko.or.id/pengajian-ahad-pagi-pcm-kesambi-ustadz-agus-wahid-ulas-tafsir-al-asr-ingatkan-pentingnya-manajemen-waktu/),
H. Digyono, yang turut menyemarakkan acara pengajian ini.

Dalam ceramahnya, Ustadz Yandi Heryandi, M.Pd., menyampaikan pentingnya menerapkan
PHIWM dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam aspek kehidupan pribadi. Beliau
memaparkan empat pilar utama yang harus menjadi landasan setiap warga Muhammadiyah.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2025/11/muhciko-
pimpinan-cabang-muhammadiyah-kesambi-gelar-pengajian-ahad-pagi-6.jpg?resize=1024%
2C526&ssl=1)

Ibu-ibu Aisyiyah Kesambi sedang mengikuti pengajian Ahad pagi

**1. Dalam Aqidah**
Ustadz Yandi menekankan bahwa setiap warga Muhammadiyah harus
memiliki prinsip hidup dan kesadaran iman yang kuat berupa tauhid kepada Allah Subhanahu
Wata’ala (Al Ikhlas: 1-4) yang benar, ikhlas, dan penuh ketundukkan. Hal ini akan
mewujudkan pribadi yang menjadi _ibad ar-rahman_ (Al Furqan: 63-77), yaitu hamba-
hamba Allah yang menjalani kehidupan sebagai mukmin, muslim, muttaqin, dan muhsin
yang paripurna.

Selain itu, beliau menegaskan kewajiban setiap warga Muhammadiyah untuk menjadikan
iman (An-Nisa: 136) dan tauhid sebagai sumber seluruh kegiatan hidup. “Kita harus
menjauhi dan menolak segala bentuk syirik, takhayul, bid’ah, dan khurafat yang dapat
menodai kemurnian iman dan tauhid kita kepada Allah,” tegasnya, seraya mengutip 
Surat Al-Baqarah ayat 105 dan 221.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2025/11/muhciko-
pimpinan-cabang-muhammadiyah-kesambi-gelar-pengajian-ahad-pagi-5.jpg?resize=1024%
2C736&ssl=1)

**2. Dalam Akhlaq**
Pada bagian akhlak, Ustadz Yandi menyoroti pentingnya meneladani
perilaku Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (Al Qalam: 4) sehingga menjadi
_uswah hasanah_ (Al Ahzab: 21) yang diteladani sesama. Sifat sidiq (jujur), amanah(
dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan), dan fathanah (cerdas) harus menjadi karakter
utama.

Beliau juga mengingatkan agar setiap amal dan kegiatan hidup didasari niat yang 
ikhlas (Al Bayyinah: 5) dalam wujud amal saleh dan ihsan, serta menjauhi perilaku
riya’, sombong, israf (berlebihan), fasad (kerusakan), fahsya (kekejian), dan kemunkaran.“
Menjauhi korupsi, kolusi, dan praktik buruk lainnya yang merugikan hak publik adalah
cerminan akhlak mulia yang harus dipegang teguh,” tambahnya.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2025/11/muhciko-
pimpinan-cabang-muhammadiyah-kesambi-gelar-pengajian-ahad-pagi-2.jpg?resize=715%
2C499&ssl=1)

**3. Dalam Ibadah**
Ustadz Yandi mendorong agar setiap warga Muhammadiyah senantiasa
membersihkan jiwa dan hati melalui ibadah yang tekun, sehingga terbentuk pribadi
yang muttaqin (Asy-Syams: 5-8). Kepribadian yang saleh (Al ‘Ashr: 3, Ali Imran: 
114) akan menghadirkan kedamaian dan kemanfaatan bagi diri dan sesama.

“Melaksanakan ibadah mahdhah dengan sebaik-baiknya dan menghidup-suburkan amal nawafil(
ibadah sunnah) sesuai tuntunan Rasulullah adalah kunci,” ujarnya. Hal ini harus 
dihiasi dengan iman yang kokoh, ilmu yang luas, dan amal saleh yang tulus.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2025/11/muhciko-
pimpinan-cabang-muhammadiyah-kesambi-gelar-pengajian-ahad-pagi-1.jpg?resize=720%
2C540&ssl=1)

**4. Dalam Mu’amalah Duniawiyah**
Terakhir, Ustadz Yandi menyampaikan bahwa setiap
warga Muhammadiyah harus menyadari dirinya sebagai abdi dan khalifah di muka bumi(
Al-Baqarah: 30). Kehidupan dunia harus disikapi secara aktif dan positif (Shad: 
27) tanpa menjauh dari pergumulan kehidupan (Al Qashash: 77), dengan landasan iman,
[Islam](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/),
dan ihsan.

Beliau juga menekankan pentingnya berpikir secara burhani, bayani, dan irfani yang
mencerminkan cara berpikir Islami. “Ini akan melahirkan karya pemikiran dan amaliah
yang memadukan orientasi hablumminallah dan hablumminannas, serta membawa maslahat
bagi umat manusia,” jelasnya, mengutip Ali Imran ayat 112.

Selain itu, etos kerja Islami seperti kerja keras, disiplin, dan memanfaatkan waktu
dengan optimal (Ali Imran: 142, Al-Insyirah: 5-8) harus menjadi ciri khas setiap
warga Muhammadiyah.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2025/11/muhciko-
pimpinan-cabang-muhammadiyah-kesambi-gelar-pengajian-ahad-pagi.jpg?resize=710%2C490&
ssl=1)

Acara yang berlangsung dengan khidmat ini diharapkan dapat menginspirasi seluruh
peserta untuk mengaplikasikan nilai-nilai PHIWM dalam kehidupan sehari-hari. Dengan
demikian, kehidupan pribadi yang Islami dapat terwujud dan memberikan dampak positif
bagi masyarakat luas.

H. Digyono, Ketua PCM Kesambi, dalam sambutannya mengapresiasi terselenggaranya 
pengajian ini dan berharap agar materi yang disampaikan dapat diimplementasikan 
oleh seluruh jajaran dan warga Muhammadiyah di wilayah Kesambi.
