# Salat Khusuf dan Tarawih di Masjid Ad-Din UMADA Kalitanjung, Umat Diajak Tafakur atas Fenomena Gerhana Bulan

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/salat-khusuf-dan-tarawih-di-masjid-ad-din-umada-kalitanjung-umat-diajak-tafakur-atas-fenomena-gerhana-bulan/
- Published: 2026-03-03T20:44:53+07:00
- Author: Arofah Firdaus

_**CIREBON, 3 Maret 2026**_ — Masjid Ad-Din Universitas Muhammadiyah Daerah (UMADA)
Kalitanjung, [Kota Cirebon](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/), 
menyelenggarakan Salat Khusuf (salat gerhana bulan) yang dirangkaikan dengan tausiah
serta dilanjutkan dengan Salat Tarawih pada Selasa malam, 3 Maret 2026. Bertindak
sebagai imam dan khatib adalah Ustadz **Drs. H. Otong Hasanudin**.

Pelaksanaan salat khusuf berlangsung khidmat dan diikuti oleh jamaah dari kalangan
dosen, mahasiswa, serta masyarakat sekitar. Dalam khutbahnya yang mengangkat tema
_Gerhana Bulan sebagai Tanda Kebesaran Allah_, Ustadz Otong Hasanudin mengajak jamaah
untuk menjadikan fenomena alam ini sebagai momentum muhasabah dan penguatan iman.

Beliau menegaskan bahwa gerhana bukanlah peristiwa mistis, melainkan bagian dari
sunnatullah yang menunjukkan kekuasaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Hal ini sebagaimana
ditegaskan dalam Al-Qur’an:

> **وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ ۚ لَا تَسْجُدُوا
> لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ
> إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ**
> “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam dan siang, matahari dan bulan.
> Janganlah bersujud kepada matahari dan jangan pula kepada bulan, tetapi bersujudlah
> kepada Allah yang menciptakannya, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.”
> (QS. 
> Fussilat: 37)

Selain itu, beliau juga mengutip hadits Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam tentang
gerhana:

> **إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ، لَا يَنْكَسِفَانِ 
> لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ، فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَادْعُوا اللَّهَ 
> وَصَلُّوا**
> “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kebesaran
> Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian atau kelahiran seseorang.
> Apabila kalian melihatnya, maka berdoalah kepada Allah dan dirikanlah salat.”
> (
> HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam khutbahnya, Ustadz Otong Hasanudin mengingatkan bahwa gerhana bulan adalah
momentum untuk memperbanyak istighfar, doa, sedekah, dan amal saleh. Fenomena ini
hendaknya tidak sekadar dipandang sebagai peristiwa astronomis, tetapi juga sebagai
sarana memperkuat kesadaran akan kebesaran dan kekuasaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Setelah pelaksanaan salat khusuf dan khutbah, kegiatan dilanjutkan dengan Salat 
Isya dan Tarawih berjamaah. Suasana Ramadhan semakin terasa dengan lantunan ayat-
ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan secara tartil dan khusyuk.

Melalui kegiatan ini, Masjid Ad-Din UMADA Kalitanjung berharap dapat menumbuhkan
kesadaran [spiritual](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/)
dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Fenomena gerhana bulan menjadi
pengingat bahwa manusia adalah makhluk yang lemah, sementara Allah Subhanahu Wa 
Ta’ala. Mahakuasa atas seluruh ciptaan-Nya.

Semoga momentum gerhana bulan dan ibadah Ramadhan ini semakin mendekatkan umat kepada
Allah Subhanahu Wa Ta’ala, serta meneguhkan komitmen untuk senantiasa meningkatkan
kualitas iman dan takwa dalam kehidupan sehari-hari.
